Resmi Jadi Presiden, Trump Segera Teken 100 Perintah Eksekutif

Hanya dalam hitungan jam selepas dilantik sebagai Presiden AS,  Trump diperkirakan menandatangani hingga 100 perintah eksekutif.

21 Jan 2025 03:03 WIB · Internasional

Oleh Iwan Santosa, Muhammad Samsul Hadi

WASHINGTON DC, SENIN — Donald Trump dilantik sebagai Presiden ke-47 Amerika Serikat di Gedung Capitol, Washington DC, Senin (20/1/2025) siang waktu setempat atau Senin tengah malam WIB. Dalam pidatonya, ia menyatakan untuk segera mengeluarkan serangkaian keputusan dan perintah yang ditujukan mengubah secara dramatis arah AS.

Harian The New York Times melaporkan, dalam hitungan jam selepas dilantik, Trump diperkirakan menandatangani hingga 100 perintah eksekutif pada Senin sore waktu setempat. Perintah-perintah eksekutif itu berkaitan dengan beragam bidang kehidupan warga AS, mulai dari isu imigrasi, iklim, kebijakan energi, hingga inisiatif keragaman dalam pemerintah federal.

Trump diambil sumpahnya sebagai presiden, dengan mengucapkan 35 kata sumpah jabatan, oleh Hakim Ketua Mahkamah Agung John G Roberts Jr. Beberapa saat sebelumnya, James David Vance dilantik dan diambil sumpah sebagai Wakil Presiden ke-50 AS oleh Hakim Brett M Kavanaugh.

Upacara pelantikan tersebut digelar di ruang tertutup di Ruangan Rotunda, Gedung Capitol, karena cuaca sangat dingin menyelimuti ibu kota Washington DC. ”Masa keemasan Amerika akan dimulai saat ini,” kata Trump dalam pidatonya berdurasi sekitar 26 menit.

”Terpilihnya saya (sebagai presiden) belum lama ini adalah mandat untuk sepenuhnya dan benar-benar membalik pengkhianatan yang menyedihkan dan keseluruhan dari banyak pengkhianatan yang terjadi, serta memberikan kembali keyakinan rakyat, kekayaan mereka, demokrasi, dan bahkan kebebasan mereka. Mulai sekarang ini, kemerosotan Amerika telah berlalu,” ujar Trump.

Donald Trump is sworn in as the 47th US President in the US Capitol Rotunda in Washington, DC, on January 20, 2025. (Photo by SAUL LOEB / POOL / AFP)

Trump juga bertekad menyatakan segera darurat nasional di perbatasan negara dan mengirim militer untuk menjaga wilayah perbatasan. Ia menyatakan akan mengakhiri program-program pemerintah yang mempromosikan keragaman, kesamaan, dan inklusi.

Trump juga menyebut akan mengganti nama Teluk Meksiko dengan nama Teluk Amerika. Ia kembali menegaskan janjinya untuk mengambil alih pengelolaan Terusan Panama dari Panama.

”Masa keemasan Amerika Serikat kembali. Amerika akan menjadi bangsa yang bermartabat dan merdeka,” kata Trump yang disambut gegap gempita.

Trump menyebut hari pertama pemerintahannya, 20 Januari 2025, akan dikenang sebagai Hari Pembebasan di Amerika Serikat.

Upacara pelantikan Trump dan Vance dihadiri mantan Presiden Joe Biden, mantan Wakil Presiden Kamala Harris, para mantan presiden, seperti Barack Obama, George W Bush, dan Bill Clinton. Mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton juga hadir. Sementara istri Obama, Michelle, memilih tak hadir.

(Dari kiri ke kanan) Mantan Presiden Bill Clinton, mantan Menlu Hillary Clinton, mantan Presiden  George W Bush, mantan Ibu Negara Laura Bush, dan mantan Presiden Barack Obama menghadiri upacara pelantikan Donald Trump sebagai Presiden ke-47 AS di Capitol, Washington DC, Senin (20/1/2025).

Selain mereka, para miliarder dan pemimpin raksasa teknologi—termasuk tiga orang terkaya di dunia—yakni CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk; CEO Amazon Jeff Bezos; dan CEO Meta Mark Zuckerberg tak ketinggalan juga hadir. Mereka ditempatkan di barisan utama, dekat para anggota kabinet dan keluarga Trump.

Darurat perbatasan

Salah satu perintah eksekutif pertama yang disiapkan Trump adalah penetapan keadaan darurat di perbatasan selatan atas perbatasan AS-Meksiko. Semua imigran ilegal akan ditahan dan dikembalikan ke tempat asal mereka.

”Kita menjalankan ’kebijakan tetap di Meksiko’. Kita akan menangkap dan mengembalikan mereka (ke negara asal),” kata Trump yang disambut tepuk tangan.

Pada periode pertama pemerintahan Trump tahun 2017-2021, isu imigran dari selatan juga menjadi salah satu retorika yang berulang kali dia sampaikan. Padahal, keberadaan imigran menjadi penopang industri kecil dan menengah di Amerika Serikat.

(Dari kiri ke kanan) Lauren Sanchez; pendiri Amazon dan Blue Origin, Jeff Bezos; CEO Google Sundar Pichai; serta CEO Tesla, SpaceX, dan X, CEO Elon Musk menghadiri upacara pelantikan Donald Trump sebagai Presiden ke-47 AS di Capitol, Washington DC, Senin (20/1/2025).

Trump juga menyebut bahaya kartel kriminal di negara-negara tetangga. Dia menyatakan kartel sebagai organisasi teroris asing.

Trump berjanji melindungi kota-kota Amerika Serikat dari gangguan geng-geng dan kartel asing. Sebagai panglima tertinggi, ia menyatakan tekad menjaga Amerika Serikat dari invasi asing.

Dalam pidatonya, Trump mengungkapkan keyakinan bahwa dirinya diselamatkan Tuhan dari upaya pembunuhan di Pennsylvania semasa kampanye pemilu. Karena itu, dia menyatakan akan memenuhi panggilan Ilahi dengan berbuat yang terbaik demi AS.

Selama ini, ujar Trump, Amerika Serikat telah mengalami krisis kepercayaan karena korupsi yang dilakukan kelompok-kelompok berkuasa. Kondisi itu mengakibatkan Amerika Serikat tidak mampu menghadapi bahkan krisis kecil di dalam negeri.

Selanjutnya, Trump mengatakan, pemerintahannya akan memerangi inflasi dan menurunkan harga-harga demi menolong kehidupan rakyat AS.

Ruangan Rotunda di gedung Capitol tempat pelantikan Donald Trump sebagai Presiden ke-47 AS di Washington DC, AS, Senin (20/1/2025).

Darurat energi dan isu gender

Amerika Serikat juga menghadapi keadaan darurat energi. Untuk itu, Trump akan menggiatkan pengeboran minyak dan gas bumi. Dia meyakini, Amerika Serikat kaya raya dan berdiri di atas cadangan minyak dan gas yang melimpah.

Cadangan migas AS akan digunakan untuk menurunkan harga di dalam negeri. ”AS juga akan mengekspor energi ke seluruh dunia. Kita berdiri di atas emas cair di bawah kaki kita,” kata Trump.

Dia pun menyinggung tentang pengembangan kendaraan listrik, bangkitnya industri otomotif Amerika Serikat, dan kebebasan warga bisa membeli jenis mobil apa saja yang mereka mau karena kondisi ekonomi membaik.

Trump berjanji memperbaiki sistem perdagangan. Dia akan meringankan beban rakyat dengan meningkatkan tarif kepada negara-negara lain yang menjadi mitra dagang. ”Mimpi kemakmuran Amerika akan segera kembali,” kata Trump.

Trump juga menjanjikan melindungi kebebasan berbicara dan tidak ada lagi sensor. Lawan-lawan politik pun tidak boleh ditekan di Amerika Serikat.

Trump juga menyebut tidak bolehnya terjadi kebingungan soal jender di ruang publik. ”Sejak saat ini hanya ada lelaki dan perempuan sebagai jenis jender yang kita kenal,” katanya.

Dia menegaskan, Amerika Serikat tidak mengenal perbedaan warna kulit, agama, ras dan hanya berbasis pada meritokrasi (penghargaan karena prestasinya).

Presiden AS Joe Biden dan presiden terpilih Donald Trump menjelang upacara pelantikan Donald Trump sebagai Presiden ke-47 AS di Capitol, Washington DC, Senin (20/1/2025).

Mengenai perang, Trump mengingatkan, Amerika Serikat akan kembali menjadi negara dengan militer terkuat di dunia. Militer AS akan kuat karena menang perang, mengakhiri perang, dan juga mencegah terjadinya perang.

”Saya akan dikenang sebagai pencipta perdamaian dan persatuan,” kata Trump yang semasa kampanye menjanjikan penyelesaian perang di Ukraina dan berbagai daerah konflik.

Trump mengklaim telah memenuhi janji terkait perang di Gaza dengan kembalinya sandera Israel dari tangan Hamas.

Terkait ekonomi dan negara tetangga, Trump mengatakan, pihaknya akan mengambil ulang posisi AS dan menjadi inspirasi dunia. ”Kita akan memberi nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika,” kata Trump.

Dia pun menambahkan, nama puncak tertinggi di Amerika Utara, yakni Gunung Denali—sebutan dari penduduk asli Alaska—akan kembali dinamakan Mc Kinley sesuai nama Presiden AS William Mc Kinley. Menurut Trump, dengan naluri bisnisnya, Mc Kinley berhasil membesarkan pendapatan negara AS dengan penerapan tarif dalam perdagangan dengan negara-negara lain.

US President Donald Trump speaks during inauguration ceremonies in the Rotunda of the US Capitol on January 20, 2025 in Washington, DC. Donald Trump takes office for his second term as the 47th president of the United States. (Photo by Chip Somodevilla / POOL / AFP)

Trump mengingatkan, McKinley meninggalkan warisan berharga bagi pemerintahan selanjutnya, yakni Presiden Theodore Roosevelt. Semasa itu Amerika Serikat membangun dan mengoperasikan terusan Panama. Ada puluhan ribu nyawa warga AS dikorbankan dalam pembangunan terusan Panama.

”Kini kapal kita dibebani biaya besar ketika melewati terusan Panama. Bahkan, terusan tersebut malah diperbaiki oleh China. Kita harus ambil alih kembali,” kata Trump.

Mengakhiri pidatonya, Trump menegaskan, kini adalah saat bertindak dengan keberanian sebagai bangsa terbesar dalam sejarah peradaban dunia. Sekali lagi, Amerika Serikat akan bersinar.

Trump pun bersumpah, bendera ”Stars and Stripes” AS akan berkibar di Mars sebagai salah satu pencapaian kebesaran Amerika Serikat. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa, Muhammad Samsul Hadi
 | 

Editor:

Muhammad Samsul Hadi
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .