PIALA DUNIA 2026

Kansas City, Saksi Perebutan Tuah Markas Tim

Kansas City menjadi madu termanis dalam perebutan markas oleh tim-tim peserta Piala Dunia. Tiga tim besar, termasuk Argentina dan Inggris, mencari tuah di kota itu.

11 Jun 2026 09:31 WIB · Olahraga

Getty Images via AFP

Oleh Kelvin Hianusa

Kasus mata-mata dalam pertandingan sepak bola sedang ramai diperbincangkan, khususnya di tanah Inggris. Setelah kasus yang melibatkan tim Liga Championship, Southampton, tim nasional Inggris kini menjadi sangat waspada menjelang Piala Dunia 2026. Kebetulan, markas latihan mereka cukup terbuka dan kurang privat.

Skuad Inggris akan berlatih di Swope Soccer Village, Kansas City, Missouri, selama Piala Dunia. Markas itu menjadi perdebatan di kalangan para pendukung ”Si Tiga Singa” karena tempatnya sangat sederhana. Itu merupakan tempat latihan untuk tim cadangan dan akademi klub Liga Amerika Serikat, Sporting Kansas City.

Pelatih Inggris Thomas Tuchel juga kurang senang karena tempat latihan itu berada di area cukup terbuka, hanya dihalangi oleh barisan pepohonan. Selain harus menambah fasilitas pusat kebugaran di luar ruangan dan ruang santai pemain karena keterbatasan fasilitas, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) kini harus meningkatkan pengamanan.

”Saya pikir kami akan menyediakan pengamanan ekstra di sana dan kami akan membangun sedikit perlindungan. Tentu saja sangat penting untuk Anda bisa melakukan latihan (dengan privat). Anda tidak ingin lawan tahu. Itu akan memberikan keuntungan lebih untuk tim lawan,” kata Tuchel.

Inggris tidak punya banyak pilihan. Swope Soccer Village merupakan markas latihan paling realistis karena hanya berjarak 20 menit berkendara dari penginapan tim. Awalnya, mereka mengincar Sporting KC Performance Center. Itu merupakan tempat latihan tim utama Sporting KC yang memiliki fasilitas papan atas.

KANSAS CITY, MISSOURI - JUNE 03: A general view of the host hotel for team Argentina as Kansas City Prepares to Host FIFA World Cup 2026 on June 03, 2026 in Kansas City, Missouri.   Jamie Squire/Getty Images/AFP (Photo by JAMIE SQUIRE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Namun, Inggris harus merelakan markas itu untuk tim juara bertahan Argentina. FIFA memberikan keistimewaan tim dengan peringkat dunia lebih tinggi untuk menentukan markas mereka. Selain unggul peringkat, Argentina juga diprioritaskan karena akan berlaga di Kansas City. Adapun Inggris tidak berlaga di kota itu selama babak grup.

Tuchel tidak memilih kota lain karena telanjur jatuh cinta. Di antara 16 kota tuan rumah, pilihan Inggris sudah jatuh ke Kansas sejak awal 2025. Mereka mengincar suasana tenang di hotel butik Meadowbrook yang sangat klasik. Hotel seluas 134 hektar itu memiliki area danau dan dikelilingi pemandangan serba hijau.

Argentina semula dikabarkan akan menetap di Miami. Seperti diketahui, pemain andalan mereka, Lionel Messi, sudah nyaman berada di kota tersebut sejak bermain untuk Inter Miami. Namun, menurut The Athletic, perwakilan Argentina berubah pikiran setelah melihat fasilitas latihan dan menikmati sajian barbeku.

Alhasil, pilihan jatuh ke kota yang dikenal dengan hidangan barbeku terbaik itu. Pilihan Argentina sangat realistis karena laga grup mereka berlangsung di Kansas dan Dallas. Jika memaksakan tinggal di Miami, tim asuhan Lionel Scaloni itu harus menempuh jarak lebih dari 2.000 kilometer untuk setiap pertandingan.

Pada Piala Dunia kali ini, dengan situasi tiga negara tuan rumah, mobilitas tim menjadi tantangan yang tidak bisa dikesampingkan. Setiap tim harus menyisati perpindahan dengan efisien. Jika tidak, kelelahan akan menghantui para pemain yang sudah dinanti jadwal laga padat. Taktik di luar lapangan pun bisa menentukan siapa yang juara.

Argentina national team members work out during practice for the FIFA World Cup soccer Wednesday, June 3, 2026, in Kansas City, Kan.. (AP Photo/Charlie Riedel)

Resep juara

Berbicara resep pemilihan markas, tidak ada yang lebih pantas dibandingkan Argentina. Messi dan rekan-rekan sudah membuktikan di Piala Dunia Qatar 2022, kemenangan berasal dari ”rumah”. Mereka sukses karena fasilitas latihan dan penginapan yang lengkap serta nyaman. Argentina memilih Universitas Qatar, saat tim lain menetap di hotel.

Di area kampus itu, skuad Argentina bisa berlatih dan tinggal dengan nyaman dalam satu kawasan privat. Mereka jauh dari kawasan turis. ”Kami bisa tinggal di sana dan latihannya juga sangat dekat. Jadi, kami tidak perlu bolak-balik naik bus untuk berlatih dan beristirahat,” kata Scaloni pada 2022 tentang keunggulan markas di Qatar.

Fasilitas di Kansas tidak memungkinkan pengalaman pada edisi sebelumnya terulang. Argentina akan menginap di Hotel Savoy yang terpisah sekitar 19 menit berkendara dari tempat latihan tim. Meskipun begitu, jarak itu terbilang dekat jika dibandingkan dengan tim-tim lain. Apalagi, mereka juga mendapatkan fasilitas latihan terbaik.

Salah satu kegiatan utama skuad Argentina di Qatar saat beristirahat adalah melakukan barbeku tradisional. Mereka menggunakan momen itu untuk menghilangkan beban pikiran dan mempererat ikatan tim. Wajar jika pada akhirnya Argentina memilih Kansas, sebab sajian barbeku di kota tersebut sulit ditandingi.

Berbicara kegagalan memilih markas, Inggris punya begitu banyak cerita. Salah satunya di Piala Dunia Brasil 2014. Mereka menetap di hotel berbintang lima, Royal Tulip, yang merupakan kawasan turis. Situasi yang kurang privat, penuh dengan wisatawan, dan bernuansa liburan itu dikabarkan berpengaruh terhadap kegagalan total tim.

Quote

Markas terbaik adalah markas dari tim yang sedang menang.

Suasana di Stasiun Union, Kansas City, Missouri, yang sudah dipercantik untuk menyambut Piala Dunia 2026.  Argentina dan Inggris memilih Kansas City sebagai markas timnas selama Piala Dunia 2026.

Gareth Southgate, Pelatih Inggris 2016-2024, mengubah kebiasaan mewah tersebut. Dia selalu lebih memilih hotel sederhana dengan suasana perdesaaan untuk menjaga privasi dan ketenangan para pemain. Inggris memang belum mampu menjuarai turnamen besar, tetapi selalu berhasil melangkah jauh di turnamen.

Tuchel agaknya berupaya mengulang tradisi positif tersebut dalam turnamen besar pertamanya bersama ”Si Tiga Singa”. Itu alasannya dia memilih tempat yang agak terpencil, di kota tuan rumah terkecil pada edisi kali ini. Sang pelatih ingin menciptakan ”gelembung” sendiri yang terpisah dari kebisingan dunia luar.

Situasi tenang sangat krusial sebab para pemain harus mengistirahatkan mental dan fisik sebaik mungkin. Edisi kali ini akan menjadi Piala Dunia terpanjang dengan total penyelenggaraan 39 hari. Tuntutan itu yang membuat Kansas jadi ”madu” di edisi kali ini. Selain Argentina dan Inggris, Belanda juga memilih kota serupa.

Karena itu, jangan terkejut jika satu dari tiga tim tersebut akan tersenyum lebar pada akhir turnamen. Markas yang baik biasanya memberikan tuah tersendiri, begitu pun sebaliknya. Wajar saja jika setiap tim berlomba-lomba memperebutkan markas di Piala Dunia kali ini.

Terlepas dari itu, penyerang legendaris Inggris Alan Shearer melihat ada sesuatu yang lebih penting. ”Markas terbaik adalah markas dari tim yang sedang menang. Anda bisa memiliki fasilitas terbaik di dunia, tetapi hasil akhir akan menentukan suasana hati,” ujarnya. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji