TIMUR TENGAH

Perang Berlarut, Ekonomi Iran dan AS Semakin Babak Belur

Perang dengan AS menekan ekonomi Iran sehingga Teheran menaikkan harga bensin dan membentuk ”Markas Perang Ekonomi”. AS juga terpukul kenaikan harga energi.

07 Sep 2026 14:10 WIB · Internasional

AP Photo/Vahid Salemi

Oleh Irene Sarwindaningrum

Di tengah sengitnya perlawanan Iran terhadap serangan Amerika Serikat, Teheran menghadapi ”perang” yang tak kalah berat di dalam negeri. Ekonomi Iran yang memburuk memaksa pemerintah menaikkan harga bensin dan membentuk ”Markas Perang Ekonomi”. Ekonomi Amerika Serikat juga terus babak belur akibat perang yang dimulai Presiden Donald Trump.

Pemerintah Iran, Minggu (6/9/2026), mengumumkan kenaikan harga bensin untuk konsumsi di atas 110 liter per bulan. Kenaikan harga bensin hingga dua kali lipat itu berlaku mulai Selasa (8/9/2026). Harga naik dari 5.000 toman (sekitar Rp 400) menjadi 10.000 toman (Rp 800) per liter.

Selama ini, sistem subsidi Iran membagi harga bensin menjadi tiga tingkat. Warga membayar 1.500 toman (Rp 120) per liter untuk 60 liter pertama setiap bulan, 3.000 toman (Rp 240) untuk 50 liter berikutnya, dan 5.000 toman (Rp 400) untuk konsumsi selanjutnya. Satu toman merupakan satuan informal yang setara dengan 10 rial Iran.

”Tarif akan naik menjadi 10.000 toman mulai pagi 8 September,” kata Juru Bicara Pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani dalam pesan video yang disiarkan televisi pemerintah, IRIB News.

Mohajerani menegaskan, harga untuk kelompok pertama dan kedua tidak berubah. ”Berbagai angka disebutkan dalam rapat para ahli, tetapi karena presiden telah berjanji kepada rakyat, tarif 10.000 toman ditetapkan,” ujarnya.

A vendor sits outside a textile shop as women walk through a traditional bazaar in Bandar Abbas, Iran, Sunday, Sept. 6, 2026. (AP Photo/Vahid Salemi)

Iran merupakan produsen minyak terbesar ketiga di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). Selama bertahun-tahun, Teheran mempertahankan harga bensin sangat murah melalui subsidi. Karena itu, perubahan harga bahan bakar menjadi persoalan yang sensitif secara politik.

Langkah itu ditempuh ketika tekanan sanksi dan blokade AS semakin menekan perekonomian Iran setelah enam bulan perang melawan AS dan Israel.

Kenaikan harga bensin diumumkan di tengah nilai rial yang terus jatuh. Di pasar gelap, Minggu, 1 dolar AS diperdagangkan lebih dari 2,2 juta rial.

People examine embroidered fabric at a textile shop in a traditional bazaar in Bandar Abbas, Iran, Sunday, Sept. 6, 2026. (AP Photo/Vahid Salemi)
Cars are parked close to the damaged port and storage and warehousing facilities following a US military strike earlier in the week on Kuhestak, Sirik County, in Iran's southern Hormozgan province on September 6, 2026. Iran's top negotiator threatened on September 6, 2026 a more forceful response to any further US attacks after Tehran targeted American warships in their latest round of clashes. The exchanges of fire, which began with US raids last week, come amid a deadlock in the six-month war between the two foes. Iran has maintained its stranglehold on the strategic Strait of Hormuz while Washington continues a counter-blockade of Iranian ports. Iran has been at war since February 28, when the United States and Israel launched a surprise bombing campaign that killed its supreme leader. (Photo by ATTA KENARE / AFP) /

Sebelum perang dimulai pada 28 Februari, nilai tukarnya sekitar 1,7 juta rial per dolar AS. Pada akhir April, rial sempat mencapai rekor terendah, sekitar 1,8 juta rial per dolar AS. Setahun sebelumnya, nilainya masih sekitar 1 juta rial per dolar AS.

Tekanan juga terlihat pada harga barang dan lapangan pekerjaan. Data resmi yang dihimpun Reuters menunjukkan, rata-rata inflasi selama 12 bulan mencapai 69,9 persen. Kenaikan harga makanan, minuman, dan tembakau hampir dua kali angka tersebut.

Tingkat pengangguran pada pertengahan 2026 naik menjadi 9,1 persen. Jumlah pekerja berkurang sekitar 450.000 orang dibandingkan setahun sebelumnya.

Pendapatan warga semakin tertinggal dari biaya hidup. Berdasarkan data resmi Iran, rata-rata gaji bulanan sekitar 125 dolar AS (Rp 2,2 juta), sedangkan kebutuhan dasar sebuah rumah tangga mencapai 450 dolar AS (Rp 7,9 juta) per bulan.

Ekspor minyak anjlok

Anjloknya ekspor minyak menjadi pukulan besar bagi perekonomian Iran. Sejak pertengahan April, AS memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran untuk menekan ekspor minyak.

AS juga memperketat pengawasan sehingga Iran semakin sulit menjual minyak tanpa terkena sanksi. Dampaknya, pada awal September ini, ekspor minyak mentah Iran anjlok menjadi sekitar 260.000 barel per hari. Setahun lalu, ekspornya masih 1,7 juta barel per hari.

Sebelum serangan AS dan Israel, setidaknya 90 persen ekspor minyak mentah Iran melewati Pulau Kharg. Pulau ini merupakan pusat utama ekspor minyak Iran. Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad mengatakan, Pulau Kharg telah terkena hingga 550 serangan, tetapi tetap beroperasi.

A motorboat passes a general cargo ship anchored in the Strait of Hormuz off Bandar Abbas, Iran, Sunday, Sept. 6, 2026. (AP Photo/Vahid Salemi)
Infografik Pulau Kharg Iran

Perdagangan Iran secara keseluruhan merosot. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan, perdagangan turun 25-35 persen, impor terdampak lebih besar dibandingkan ekspor.

Pengawasan sanksi yang lebih ketat membuat perusahaan perantara semakin enggan menangani transaksi Iran atau meminta biaya lebih tinggi.

Sejak AS memberlakukan sanksi, Iran menggunakan perusahaan kedok, tanker tak terdaftar, dan jalur penyelundupan untuk tetap berdagang. Setelah pengawasan diperketat, penggunaan jaringan itu menjadi semakin sulit dan mahal.

Pemerintah AS menyebut tekanan ekonomi sebagai bagian dari strateginya mengalahkan Iran. Pada akhir Agustus, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memaparkan rencana untuk mencekik perekonomian Iran dengan harapan tekanan finansial dapat mempercepat berakhirnya perang.

Sejak 2018, AS terus memperketat sanksi terhadap Iran. Hal itu bersamaan dengan Trump menarik AS dari kesepakatan internasional mengenai program nuklir Iran.

Journalists are show the shrapnel remains following a US strike earlier in the week on Kuhestak, Sirik County, in Iran's southern Hormozgan province on September 6, 2026. A deadly US strike hit a wedding celebration on the night of September 2, 2026, in the coastal town of Kuhestak along Strait of Hormuz in southern Iran, with the Iranian authorities  saying it killed at least four people, including a child, and wounded 68 others attending the wedding. The United States announced attacks against targets belonging to Iran's Revolutionary Guards. Iran has been at war since February 28, when the United States and Israel launched a surprise bombing campaign that killed its supreme leader. (Photo by ATTA KENARE / AFP) /
Infografik Estimasi Biaya Perang Iran Membalas AS dan Israel

Selain menaikkan harga bensin, Teheran membentuk ”Markas Perang Ekonomi” guna menahan dampak tekanan ekonomi akibat perang. Wakil Menteri Ekonomi Iran Morteza Zamanian mengatakan, lembaga di bawah Kementerian Ekonomi itu bertugas menangani berbagai persoalan ekonomi yang muncul selama perang.

Menurut Menteri Ekonomi Iran Ali Madanizadeh, Teheran akan merespons tekanan ekonomi AS melalui reformasi. Ia menyatakan, sanksi tak dapat memaksa Iran mengubah kebijakan.

”Mereka berbicara tentang tekanan ekonomi dan isolasi, tentang memutus hubungan keuangan, dan mereka berpikir bahwa dengan menekan ekonomi suatu negara, mereka dapat mengubah keputusan rakyatnya,” kata Madanizadeh.

”Saya harus memperjelas satu hal: tanggung jawab untuk mereformasi ekonomi Iran ada pada pemerintah dan rakyatnya, bukan Departemen Keuangan AS,” ujarnya menambahkan.

Quote

Mereka berpikir bahwa dengan menekan ekonomi suatu negara, mereka dapat mengubah keputusan rakyatnya.

Besarnya persoalan ekonomi diakui Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. Dalam pidato di parlemen, Minggu, Ghalibaf mengatakan, selain medan militer, pertempuran utama Iran kini berlangsung pada produksi dan penghidupan rakyat.

Ia menyebut gejolak tajam nilai tukar, inflasi, pengangguran, dan pengelolaan pasar sebagai tantangan utama. Menurut Ghalibaf, rakyat Iran dapat menanggung kesulitan, tetapi tidak dapat menerima salah urus atau kelambanan. Pemerintah, kata Ghalibaf, dituntut bertindak cepat.

Tekanan ekonomi berlangsung ketika perang belum menunjukkan tanda akan berakhir. Enam bulan setelah serangan AS-Israel terhadap Iran, konflik masih terus berlangsung. Kesepakatan awal gencatan senjata yang dicapai pada Juni 2026 telah buyar. Upaya diplomatik untuk menghidupkan kembali proses perdamaian belum menghasilkan.

Inflasi AS

Tekanan ekonomi akibat perang tidak hanya dirasakan Iran. Bagi Trump dan Partai Republik, lonjakan harga energi menjadi kabar buruk menjelang pemilu sela pada November mendatang.

Harga minyak melonjak setelah pertempuran AS-Iran kembali meningkat. Pada 1 September, harga Brent naik 4,6 persen menjadi 94,65 dolar AS per barel, sedangkan minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) naik 5,2 persen menjadi 90,22 dolar AS per barel.

Perang memaksa banyak wrga Amerika Serikat tak berlibur di akhir pekan panjang awal September. Di Iran, tekanan ekonomi tak kalah hebatnya.

Setiap Senin pertama September di AS ditetapkan sebagai Hari Buruh. Bertepatan dengan 7 September 2026 pada tahun ini, Hari Buruh yang biasanya jadi akhir pekan panjang itu kerap dimanfaatkan warga untuk jalan-jalan.

Tahun ini, karena harga bahan bakar minyak melonjak, banyak warga tak jalan-jalan. Harga bensin di AS kini rata-rata 1,09 dolar AS per liter atau Rp 19.328. Sementara solar 1,54 dolar AS per liter atau Rp 27.246.

A customer checks the packaged meat aisle at a supermarket in Houston, Texas, on September 2, 2026. US President Donald Trump announced on August 21, 2026 that the United States would temporarily allow a greater volume of foreign beef imports, in his latest bid to lower costs for American consumers as midterm elections approach. The US cattle herd has shrunk to its smallest size since the 1950s, in part due to drought and international competition, with the diminishing numbers pushing beef product prices higher. (Photo by RONALDO SCHEMIDT / AFP)
NEW YORK, NEW YORK - SEPTEMBER 04: Gas prices are displayed at a Brooklyn gas station on September 04, 2026, in New York City. As millions of Americans take to the road for Labor Day weekend, gas prices continue to rise. According to AAA, the New York state average is $4.26 a gallon, and the national average is $4.13, both among the most expensive on record.   Spencer Platt/Getty Images/AFP (Photo by SPENCER PLATT / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Salah satu warga itu adalah Nicole Collins, warga Philadelphia, Negara Bagian Pennsylvania, AS. Sepanjang musim panas 2026, ia dan keluarganya lebih banyak menghabiskan waktu di sekitar rumah. Bukan bepergian seperti tahun-tahun sebelumnya. “Harga bensin saat ini cukup tinggi. Situasinya makin berat karena kami juga punya bayi," kata Collins.

Menteri Energi AS Chris Wright mengakui, harga BBM memang tinggi. Ia tak menjelaskan, kapan harga bisa turun.

Harga solar di AS mencapai rekor tertinggi pada Jumat pekan lalu. Menurut asosiasi pengendara AS (AAA), harga solar naik 55 persen sejak perang dengan Iran dimulai pada akhir Februari.

Kenaikan harga energi membuat inflasi AS tinggi, mencapai 3,3 persen pada Juli 2026. Tingkat inflasi ini di atas target 2 persen Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Di tengah kondisi itu, Trump terus menekan The Fed agar memangkas suku bunga. ”Turunkan suku bunga karena AS sekarang jauh lebih layak mendapat kredit dibandingkan beberapa waktu lalu!” tulis Trump di Truth Social.

Di tengah ekonomi warga yang semakin sulit, AS masih terus menyerang Iran. Sementara Iran tak kalah sengit terus membalas. (REUTERS/AFP/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Irene Sarwindaningrum
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji