Duo pemburu gol tertajam di Liga Kamboja melanjutkan karier di Liga 1 Indonesia. Sembilan pemain asing tiba dari liga-liga Asia Tenggara.
06 Jul 2025 17:17 WIB · Olahraga
Pesepak bola masa depan di Indonesia patutnya jangan lagi bermimpi menjadi penyerang. Bursa transfer jelang Liga 1 Indonesia 2025-2026 kian membuktikan bahwa klub-klub terbaik Tanah Air lebih percaya pemain asing dibandingkan dengan produk negeri sendiri.
Empat penyerang asing debutan bakal meramaikan kompetisi kasta tertinggi Indonesia yang menurut rencana digelar mulai pertengahan Agustus mendatang. Mereka datang ke Indonesia dengan predikat tidak main-main. Sebab, keempat pemain itu berstatus pemburu gelar ”sepatu emas” di kompetisi sebelumnya.
Empat penyerang asing itu terdiri dari dua pemain asal Liga Kamboja dan dua lainnya membela tim Liga Singapura pada musim 2024-2025. Dua ujung tombak baru asal Liga Kamboja ialah Andres Nieto yang direkrut tim promosi, Bhayangkara Presisi FC, dan Ramon Tanque yang menjadi harapan baru juara Indonesia dua edisi beruntun, Persib Bandung.
Nieto mendarat di Indonesia dengan status mentereng. Ia meraih sepatu emas alias gelar pencetak gol terbanyak Liga Kamboja 2024-2025 berkat koleksi 21 gol.
Musim keduanya bersama Phnom Penh Crown menjadi catatan terbaik dalam karier profesionalnya. Pada kompetisi edisi 2023-2024, Nieto, yang telah memegang paspor Kamboja dan kelahiran Kolombia, mencetak 12 gol bagi Phnom Penh.
Meskipun berposisi sebagai penyerang sayap kiri, Nieto membuktikan mampu tampil tajam. Nieto yang berusia 29 tahun membukukan 46 gol dan 14 asis dalam 88 pertandingan membela Phnom Penh sejak musim 2020-2021.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/27/5efd2e662ce084b144216911ee3e4f05-antarafoto_psim_yogyakarta_melawan_bhayangkara_fc_1740632167.jpg)
Sementara itu, Persib mengandalkan Tanque, penyerang asal Brasil, untuk menjadi juru gedor dan sumber gol baru. Sepeninggal dua pencetak gol utama dalam dua musim terakhir, yakni David da Silva dan Tyronne del Pino, ”Maung Bandung” butuh pemain bernomor sembilan anyar.
Harapan mengemuka kepada Tanque yang mencetak 21 gol untuk Visakha di Liga Kamboja 2024-2025. Tanque dianugerahi pula sepatu emas Liga Kamboja 2024-2025 bersama Nieto. Tak ayal, persaingan kedua pemain berdarah latin itu bakal berlanjut di Liga 1 Indonesia.
Merekrut Tanque dilakukan manajemen Persib berdasarkan rekomendasi Pelatih Bojan Hodak. Latar belakang Tanque sebagai striker tajam serta masih berusia 26 tahun sejalan dengan ambisi Maung Bandung melakukan regenerasi skuad di musim ini.
”Kami berharap Tanque dapat segera beradaptasi karena Persib ingin langsung tancap gas di Liga 1 dan Liga Champions Asia Dua,” ucap Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan dilansir laman klub.
Tidak hanya bomber tertajam dari Kamboja yang memindahkan arena persaingan mereka ke Indonesia. Dua dari tiga pemain yang mencatatkan dobel digit gol dan asis di Liga Singapura 2024-2025 juga hijrah ke Indonesia.
Mereka adalah Kodai Tanaka yang digaet Persis Solo, kemudian Stjepan Plazonja yang direkrut oleh Bhayangkara Presisi. Pada musim lalu, keduanya mencatatkan lebih dari 10 gol dan asis untuk tim masing-masing. Satu pemain yang mencatatkan rekor serupa adalah penyerang sayap Lion City Sailors, Maxime Lestienne.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/06/99cee2db55f4133df4492da40a41c805-bojan_port_preskon_nando_20bb3bd5f6.jpg)
Tanaka mencetak 24 gol dan 15 asis untuk Balestier Khalsa di Liga Singapura 2024-2025. Performa apik penyerang asal Jepang itu membuat Pelatih Persis Peter de Roo merekrutnya. Sebelumnya, Tanaka dan De Roo Sudah bersama selama musim lalu di Balestier.
Sebelum membela Balestier, Tanaka juga pernah mencetak 33 gol untuk Albirex Niigata di Liga Singapura edisi 2021-2022.
”Saya memiliki kepercayaan 100 persen kepada Peter (de Roo). Senang bisa kembali bekerja sama dengannya. Saya bertekad mencetak gol sebanyak-banyaknya di depan pendukung Persis,” ujar Tanaka, yang berusia 25 tahun, dalam keterangan pers.
Sementara itu, Bhayangkara tidak puas hanya dengan mendatangkan Nieto. ”The Guardians” juga merekrut Plazonja berkat modal sumbangan 14 gol dan 10 gol untuk Hougang United di Liga Singapura 2024-2025. Kontribusi gol penyerang sayap asal Kroasia itu setara 39 persen dari jumlah gol Hougang di musim lalu.
Berdasarkan performa apik dua pemain depan baru, Nieto dan Plazonja, lini serang Bhayangkara Presisi patut diwaspadai oleh setiap lawan di Liga 1 Indonesia 2024-2025. Jika tidak waspada, ketajaman Nieto dan Plazonja bisa memberikan mimpi buruk bagi 17 rival Bhayangkara.
Empat pemain debutan Liga 1 asal liga ASEAN itu berpeluang besar memanaskan persaingan pencetak gol terbanyak Liga 1. Tren penyerang impor meraih sepatu emas kompetisi kasta tertinggi Indonesia sejak 2014 berpotensi berlanjut.
Di sisi lain, penyerang tengah terbaik Indonesia saat ini, Ramadhan Sananta, memutuskan untuk bergabung dengan DPMM yang akan kembali berlaga di Liga Super Malaysia 2025-2026. Sananta menjadi andalan DPMM, klub milik Sultan Brunei Darussalam Pangeran Al-Muhtadee Billah itu.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/08/24/370f762f-c6db-4818-86b8-d1521e738188_jpg.jpg)
Harapan pemain Indonesia untuk meramaikan bursa pencetak gol terbanyak Liga 1 mendatang masih berada pada pundak Egy Maulana Vikri dan Yakob Sayuri. Egy mencetak 11 gol untuk Dewa United dan Yakob menyumbang sembilan gol untuk Malut United pada musim lalu.
Hingga awal Juli ini sudah ada peningkatan signifikan eksodus pemain-pemain asing dari liga-liga Asia Tenggara dalam bursa transfer Liga 1 jelang musim 2025-2026. Sudah ada sembilan pemain yang direkrut enam klub berasal dari liga di kawasan Asia Tenggara.
Kuantitas pemain asal liga ASEAN itu meningkat signifikan dari enam pemain pada musim 2024-2025. Seandainya ditambah tiga pemain Indonesia yang pulang kampung, yakni Jordi Amat (Johor Daru’ Ta’zim ke Persija Jakarta), Ronaldo Kwateh (Muangthong United ke Semen Padang), dan Saddil Ramdani (Sabah ke Persib), sudah ada 12 pemain direkrut dari kompetisi ASEAN.
Dalam era Liga 1 yang mulai bergulir pada 2017, rekor transfer pemain masuk dari klub Asia Tenggara terbanyak hadir pada musim 2023-2024. Kala itu, sebanyak 19 pemain didatangkan klub Indonesia dari negara-negara tetangga.
Terbukti, daya tarik Liga 1 sudah semakin besar untuk pemain-pemain asing. Mereka tidak lagi ragu melanjutkan karier di Indonesia. Realita itu tentu menjadi tantangan bagi pemain lokal untuk membuktikan bahwa kualitas mereka tidak kalah dengan pesepak bola impor.
Cassio Scheid (Da Nang/Vietnam)
Andres Nieto (Phnom Penh/Kamboja)
Stjepan Plazonja (Hougang United/Singapore)
Kodai Tanaka (Balestier Khalsa/Singapura)
Telmo Castanheira (Sabah/Malaysia)
Julio Cesar (Chiangrai United/Thailand)
Luciano Guaycochea (Perak FC/Malaysia)
Ramon Tanque (Visakha/Kamboja)
Lucas Dias (Uthai Thani/Thailand)
Jordi Amat (Johor Darul Ta’zim/Malaysia)
Saddil Ramdani (Sabah/Malaysia)
Ronaldo Kwateh (Muangthong United/Thailand)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra