AS Roma menelan kekalahan pertama di musim ini. Kualitas ofensif ”Si Serigala” masih tumpul. Adapun Torino torehkan gol dan kemenangan pertama.
14 Sep 2025 20:37 WIB · Olahraga
ROMA, MINGGU — Perubahan susunan pemain di lini depan yang dilakukan Gian Piero Gasperini berbuah petaka bagi AS Roma. ”Si Serigala” tumbang 0-1 dari Torino, Minggu (14/9/2025), di Stadion Olimpico, Roma, sehingga mereka gagal mempertahankan rekor selalu menang di awal musim 2025-2026.
Gasperini tidak melakukan perubahan susunan pemain belakang dan tengah. Sebaliknya, ia memberikan kepercayaan perdana kepada duo pemain menyerang, Paulo Dybala dan Neil El Aynaoui, bermain sejak sepak mula.
Dua pemain itu menggantikan tempat Evan Ferguson dan Stephen El Shaarawy yang tampil reguler pada dua gim perdana musim ini. Di sisi lain, Matias Soule, merupakan satu-satunya pemain ofensif yang selalu tampil masuk susunan tim inti pada tiga gim beruntun.
Dybala dan El Aynaoui, yang direkrut dari Lens di Liga Perancis, tidak mampu memberikan dampak untuk meningkatkan performa ofensif Roma. Padahal, perubahan itu dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas serangan yang hanya mencetak sebuah gol pada dua pertandingan awal.
Perombakan itu tidak berjalan lancar. Dybala hanya bisa mencatatkan tiga tembakan dari luar kotak penalti. Meskipun mampu kreasi dua peluang, penampilan Dybala masih jauh dari kualitasnya yang sebenarnya.
Adapun El Aynaoui tidak mampu memberikan dampak ofensif signifikan. Tidak ada tembakan dan umpan kunci dihasilkan gelandang asal Maroko itu. Bahkan, ia hanya hadirkan satu operan di sepertiga akhir pertahanan Roma.
Demi melakukan perubahan, Gasperini mengganti Dybala dan El Aynoui dengan Ferguson dan Tommaso Baldanzi setelah turun minum. Namun, perubahan itu tidak banyak menghadirkan perbaikan.
”Kami tidak cukup menciptakan situasi bahaya di babak pertama. Tetapi, kami bermain di tengah temperature tinggi yang membuat energi cepat terkuras dengan gaya permainan kami,” ujar Gasperini seusai laga kepada DAZN.
Torino justru mampu mengejutkan tim tuan rumah. Lewat skema serangan balik, penyerang Torino, Giovanni Simeone, menggetarkan jala gawang Roma melalui sepakan jarak jauh dari luar kotak penalti di menit ke-59.
Gol itu hanya berjarak kurang dari satu menit dari kegagalan gelandang Roma, Bryan Cristante, memanfaatkan umpan silang Soule. Sundulan Cristante di dalam kotak penalti melenceng di sisi kanan gawang Torino.
Kekalahan dari Torino membuat Si Serigala gagal meramaikan persaingan papan atas Liga Italia. Roma tidak bisa mempertahankan rekor kemenangan beruntun yang sudah lebih dulu dicapai Napoli dan Juventus, Sabtu (13/9/2025).
Napoli, yang memenangi duel, 3-1, kontra Fiorentina, memimpin klasemen dengan keunggulan produktivitas gol atas Juve. Adapun Juve memenangi derbi Italia menghadapi Inter Milan, 4-3.
Secara total, Roma menciptakan 22 tembakan di zona pertahanan Torino. Akan tetapi, hanya lima tembakan yang tepat sasaran.
Tanpa gol menegaskan lini serang Roma belum tajam. Mereka sejatinya mengkreasikan 1,3 expected goals (xG). Artinya, Si Serigala seharusnya bisa mencetak setidaknya sebuah gol ke gawang Torino.
Selain itu, permainan Roma juga sangat bernafsu untuk menang. Mereka koleksi 73 persen penguasaan bola dengan melakukan 528 operan sukses dengan tingkat ketepatan operan mencapai 90 persen.
Bahkan, pada lima menit awal, Roma tercatat menghasilkan 100 persen penguasaan bola. Aliran bola mayoritas terjadi di zona pertahan Torino.
Kondisi itu menyebabkan Roma gagal mengikuti capaian mereka pada musim 2021-2022 ketika mengemas sembilan poin dari tiga gim awal. Selain itu, Roma juga gagal mempertahankan rekor nirkalah atas Torino di kandang dalam lima gim sebelumnya.
Roma akhirnya menelan kekalahan pertama dari Torino di Olimpico sejak 6 Januari 2020. Kala itu, Roma tumbang 0-2 berkat dua gol dari Andrea Belotti
”Kami tidak bermain buruk karena bisa tampil mendominasi lapangan. Namun, kami kurang menampilkan akurasi tembakan, operan akhir, dan ketepatan umpan silan,” ucap Gasperini, eks pelatih Atalanta.
Sebaliknya, Torino membawa pulang tiga poin dari Roma walaupun hanya menghasilkan delapan tembakan dan empat di antaranya merupakan tembakan tepat sasaran.
Simeone menahbiskan diri sebagai pemain pertama yang menyumbang gol bagi Torino di musim ini. Setelah kalah dari Inter di gim pertama, lalu menahan imbang tanpa gol Fiorentina, Torino bisa mengemas kemenangan pertama di bawah asuhan Pelatih Marco Baroni. Pada musim lalu, Baroni melatih tim asal ibu kota Italia yang juga rival abadi Roma, Lazio.
”Hasil yang positif berkat performa kolektif pemain. Terpenting, kami bisa melanjutkan hasil ini di gim selanjutnya,” ucap Baroni dilansir Tuttosport.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra