Eloy Room mencatat sejarah lewat penampilan heroiknya di Kansas City. Pengikutnya di Instagram meledak seperti Vozinha, kiper Tanjung Verde.
21 Jun 2026 13:37 WIB · Olahraga
Getty Images via AFP
Lima belas penyelamatan Eloy Room (37) di bawah mistar gawang Curacao menyamai sensasi Vozinha, penjaga gawang Tanjung Verde, dalam Piala Dunia 2026. Room mencetak rekor, menangis, dan menjadi pahlawan baru untuk negaranya.
”Curacao better make some room for a new national hero.”
Begitu tulis Associated Press ketika menceritakan epos Eloy Room dalam laga Piala Dunia melawan Ekuador di Stadion Kansas City, Missouri, Amerika Serikat, Sabtu (20/6/2026) waktu setempat.
Room melakukan 15 penyelamatan dan membantu ”The Blue Wave”, julukan Curacao, meraih poin pertama mereka setelah bermain imbang 0-0.
”Ini akan menjadi kenangan yang luar biasa,” kata Room, yang bermain untuk klub USL Championship Miami FC seusai laga.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/21/9a705c450885a8ae4924b2303c16926d-Ecuador_v_Curacao__Group_E_FIFA_World_Cup_2026.jpg)
Penampilan ini sekaligus membayar salah satu noda besar yang ditorehkan Curacao pada penampilan perdana sepanjang keikutsertaannya di Piala Dunia. Melawan Jerman, gawang mereka dijebol hingga tujuh kali atau sejauh ini terbanyak sepanjang turnamen tahun ini.
”Anda tidak memikirkannya saat melakukannya, tetapi tentu saja itu akan menjadi sesuatu yang akan Anda kenang,” ujarnya.
Room pantas mengenang laga yang disaksikan Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima dari Belanda. Curacao adalah negara konstituen dalam Kerajaan Belanda.
Peluang Moises Caicedo, Gonzalo Plata, hingga Kevin Rodríguez dia tahan semua. Kesempatan melalui tembakan hingga sundulan jarak dekat dari penyerang Enner Valencia juga mentah di tangannya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/21/dcf19283e49398baa00c73184f1b9328-wires_photo_32.jpg)
Kegemilangan Room menyelamatkan 15 peluang sekaligus kembali menegaskan buruknya kualitas lini serang Ekuador. Para pemain melepaskan 28 peluang dengan peluang mencetak gol 3,5, tapi tidak ada gol yang hadir untuk ”La Tri”.
Sebaliknya, jumlah penyelamatan Room hanya kurang satu dari rekor sejak penyelamatan menjadi statistik resmi pada tahun 1966, yaitu 16 penyelamatan yang dibuat Tim Howard dari Amerika Serikat melawan Belgia pada 1 Juli 2014.
”Saya rasa saya perlu patung di Curacao sekarang,” kata Room berkelakar, yang kini jumlah pengikutnya meledak dari hanya 100.000 pengikut sebelum laga melawan Ekuador menjadi hampir 750.000 pengikut, hanya dua jam setelah laga usai.
Fenomena itu serupa dengan ledakan yang didapatkan Vozinha, kiper Tanjung Verde, setelah menahan imbang Spanyol tanpa gol.
Pelatih Kepala Curacao Dick Advocaat sebelum laga mengatakan kepada wartawan bahwa timnya mungkin perlu melawan tujuh pemain Ekuador agar bisa menang. Namun, pada akhir pertandingan, dia menyebut ternyata hanya butuh seorang Room untuk mengamankan hasil imbang yang bersejarah.
Room lahir di Belanda, tetapi memilih mewakili Curacao setelah mendapat panggilan dari pelatih sebelumnya, Patrick Kluivert, pada 2015. Pernah membela tim junior Belanda, sejak lama ia ingin tampil di Piala Dunia.
Pemanggilan itu bukan tanpa alasan. Dia malang melintang di Eredivisie membela PSV Eindhoven dan Vitesse Arnhem. Dia juga pernah membela tim MLS Columbus Crew. Bahkan, pada 2021 dan 2022, ia menjadi pemain terbaik Crew. Kini, Room bermain untuk Miami FC di USL Championship (divisi kedua di Amerika Serikat).
Rekor juga bukan hal baru bagi dia. Sebelumnya dia dikenang karena mencetak rekor Piala Emas CONCACAF 2019 dengan 13 penyelamatan saat melawan Honduras. Pada akhir laga, Curacao menang 1-0 lewat gol Leandro Bacuna.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/21/a59cfa57fdb37e5960ba01103c1c6fbb-APTOPIX_Curacao_Ecuador_WCup_Soccer.jpg)
Di luar penyelamatannya, dia juga pernah menjadi pembicaraan pada tahun 2023. Seusai laga FIFA Matchday antara tim nasional Argentina dan Curacao yang digelar di Stadion Único Madre de Ciudades, Argentina, dia ketiban durian runtuh.
Kala itu, Messi mendatangi Room dan meminta pertukaran jersei. Pada laga yang berakhir 7-0 untuk Argentina, Messi mencetak gol ke-100 untuk tim nasional Argentina. Momen pertukaran kaus itu ramai dibicarakan di media sosial. Wajah Room terlihat sangat bahagia meski gawangnya dibanjiri gol.
Kali ini, kondisinya berlainan. Dia menangis karena bahagia. Perannya besar mendatangkan poin pertama untuk Curacao.
”Bagi saya sebagai seorang kiper, ini hampir merupakan pertandingan yang sempurna,” katanya. (REUTERS)
Penulis:
Cornelius Helmy HerlambangEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Nur Adji