Emas Piala Dunia, Medali Kebangkitan Desak Made Rita

Desak Made Rita dan Raharjati Nursamsa mempersembahkan medali emas dan memecahkan rekor di seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 Krakow. Indonesia juga meraih perak.

06 Jul 2025 20:10 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

KRAKOW, MINGGU — Pemanjat tebing disiplin speed putri, Desak Made Rita Kusuma Dewi, meraih medali emas pertamanya di Piala Dunia 2025 sekaligus menajamkan catatan waktunya secara signifikan. Dengan menjadi pemanjat tercepat di seri Krakow, Polandia, Desak pun menandai kebangkitannya di persaingan dunia selepas kekalahan dramatis di Olimpiade Paris 2024.

Desak mempersembahkan medali emas bersama pemanjat putra, Raharjati Nursamsa, setelah memenangi perlombaan final, Minggu (6/7/2025) malam WIB. Selain dua emas, Indonesia juga meraih medali perak dari Kiromal Katibin yang menciptakan final sesama Indonesia dengan Raharjati Nursamsa.

Desak mengalahkan wakil Amerika Serikat, Emma Hunt, dengan finis dalam waktu 6,27 detik. Selepas melihat catatan waktunya sendiri, Desak tampak terkejut. Pemanjat asal Buleleng, Bali, ini pun terharu ketika turun dari dinding panjat. Dia lantas memeluk Emma Hunt sambil menangis.

Wajar momen itu begitu emosial bagi Desak. Selain memastikan kemenangan dan medali emas pertamanya tahun ini, catatan waktu tersebut memecahkan rekor pribadinya sekaligus jadi puncak penampilan gemilangnya di Krakow. 

Sepanjang putaran final, Desak terhitung tiga kali menajamkan catatan waktu. Sebelum ke Krakow, rekor pribadi Desak adalah 6,36 detik yang dicatatkan di Asian Games Hangzhou 2023. 

Pada perempat final, saat beradu kecepatan dengan Yafei Zhou (China), Desak mampu menajamkannya menjadi 6,35 detik. Peraih medali emas Kejuaraan Dunia Bern 2023 ini semakin cepat pada perempat final dengan finis 6,28 detik saat melawan wakil tuan rumah, Natalia Kalucka. 

Artinya, Desak menajamkan catatan waktunya secara signifikan hingga 0,08 detik di Krakow. Bagi Desak, waktu yang terus menajam merupakan pencapaian penting. 

Sejak awal tahun, Desak sudah mengutarakan bahwa impiannya pada 2025 adalah memanjat dengan waktu lebih cepat. Saat latihan, Desak sebenarnya memang sudah bisa menembus 6,28 detik. Pemecahan rekor di turnamen akan membantu Desak membangun ulang kepercayaan dirinya. 

Pemanjat tebing disiplin speed Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi (tengah), menjuarai seri Piala Dunia 2025 di Krakow, Polandia, Minggu (6/7/2025)

Desak mengaku masih sesekali teringat momen kekalahan dramatis di perempat final Olimpiade Paris 2024. Saat itu, Desak butuh satu kemenangan lagi untuk memastikan panjat tebing putri Indonesia meraih minimal medali perak dari Olimpiade.

Sebab, jika menang, Desak akan berhadapan dengan pemanjat Indonesia lain, Rajiah Sallsabillah pada babak semifinal. Namun, nasib berkata lain.

Peluang untuk medali itu melayang setelah Desak kalah hanya 0,006 detik dari lawannya, Deng Lijuan (China). Padahal, hampir sepanjang perlombaan di dinding 15 meter itu, Desak dan Deng berada dalam posisi seimbang, bahkan hingga pegangan terakhir menuju puncak.

Namun, Deng ternyata finis lebih cepat setelah mencatatkan waktu 6,363 detik, sedangkan Desak finis dengan waktu 6,369 detik. Tiket ke semifinal pun menjadi milik Deng.

Pemanjat tebing disiplin speed Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi (kanan), kalah cepat dari Aleksandra Miroslaw (Polandia) dalam duel babak perempat final seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 Bali di Pulau Peninsula kawasan Nusa Dua, Badung, Sabtu (3/5/2025).

Desak sempat menunjukkan kebangkitan dengan meraih emas di perlombaan IFSC 4 Speed 2024. Namun, dia belum merasa puas dengan penampilannya. 

”Saya sangat bahagia sekali dengan hasil ini. Apalagi, di seri Piala Dunia terakhir, saya fall di perempat final. Pelatih bilang, saya harus menikmati seri ini, tidak boleh terlalu memikirkan medali, yang penting menampilkan performa terbaik di seluruh babak. Itulah yang saya pikirkan saat tampil,” ucap Desak selepas perlombaan kepada IFSC.

Kesuksesan di Krakow tak hanya memberinya medali emas pertama, tetapi juga medali pertama tahun ini. Dalam dua seri Piala Dunia sebelumnya di Bali dan Wujiang, Desak tak pernah berhasil naik podium.

Desak juga mengutarakan harapannya yang pernah dia sampaikan pada awal tahun, yakni memecahkan rekor dunia. Desak pernah menyampaikan, tahun ini targetnya adalah menjadi pemanjat pertama yang finis di bawah enam detik. Rekor dunia saat ini dipegang Aleksandra ”Ola” Miroslaw dengan 6,06 detik.

Pemanjat tebing disiplin speed Indonesia, Raharjati Nursamsa (tengah), menjuarai seri Piala Dunia 2025 di Krakow, Polandia, Minggu (6/7/2025). Pemanjat Indonesia lain, Kiromal Katibin, meraih perak.

Adapun yang seperti Desak sampaikan, pelatih panjat tebing Indonesia, Hendra Basir, memang meminta anak-anak asuhannya untuk menikmati kompetisi. Kata Hendra, tidak ada tekanan berlebih untuk mereka, apalagi untuk meraih medali. Namun, dia juga tak akan mencegah jiwa kompetitif dari masing-masing atlet. 

Jiwa kompetitif itu pula yang mengantarkan Raharjati Nursamsa dan Kiromal Katibin sampai pada babak akhir. Keduanya menciptakan final sesama Indonesia setelah Kiromal mengalahkan Zach Hammer (Amerika Serikat) dan Raharjati mengalahkan Ryo Omasa (Jepang) pada semifinal. 

Raharjati, yang baru masuk pemusatan latihan nasional lagi pada awal tahun ini, melaju dengan cepat. Peraih medali emas di seri Piala Dunia 2023 Jakarta ini bahkan mampu melampaui catatan terbaik Kiromal Katibin maupun Veddriq Leonardo (4,75 detik) dengan finis dalam waktu 4,73 detik. 

Tak hanya memecahkan rekor pribadi, Raharjati juga memecahkan rekor Asia. Adapun Kiromal dinyatakan fall karena tidak berhasil menyentuh tombol finis meski sudah berada di puncak dinding. Meski akhirnya tidak berhasil meraih medali emas, Kiromal menunjukkan konsistensi dengan finis di bawah 5 detik sejak babak kualifikasi. 

Pemanjat tebing disiplin ”speed” Indonesia, Raharjati Nursamsa (kanan) dan Desak Made Rita Kusuma Dewi, menjuarai seri Piala Dunia 2025 di Krakow, Polandia, Minggu (6/7/2025). Pemanjat Indonesia lain, Kiromal Katibin, meraih perak.
Pemanjat tebing disiplin ”speed” Indonesia, Raharjati Nursamsa (kiri) dan Desak Made Rita Kusuma Dewi, menjuarai seri Piala Dunia 2025 di Krakow, Polandia, Minggu (6/7/2025). Pemanjat Indonesia lain, Kiromal Katibin, meraih perak.
Pemanjat tebing disiplin ”speed” Indonesia, Raharjati Nursamsa (kiri) menjuarai seri Piala Dunia 2025 di Krakow, Polandia, Minggu (6/7/2025). Pemanjat Indonesia lainnya, Kiromal Katibin (tengah), meraih perak.

”Saya senang sekali, ini medali pertama saya dalam dua tahun, ini rekor personal saya juga. Saya benar-benar berusaha memanjat dengan cepat saja, menikmati kompetisi, tanpa tekanan,” ujar Raharjati. 

Indonesia mengirimkan masing-masing lima pemanjat putra dan pemanjat putri ke Krakow. Pada sektor putra, hanya tiga pemanjat yang melaju ke putaran final, yakni Kiromal, Raharjati, dan Veddriq. 

Sementara Kiromal dan Raharjati melaju hingga babak puncak, Veddriq terhenti pada babak 16 besar. Veddriq, yang masih dalam pemulihan cedera, kalah cepat dari Zach Hammer dengan finis dalam waktu 5,61 detik. 

Pada kategori putri, hanya tiga pemanjat yang melaju ke putaran final. Selain Desak, ada Amanda Narda Mutia dan Puja Lestari. Namun, Puja dan Amanda terhenti pada 16 besar. 

Prestasi dari atlet muda

Selain prestasi dari para atlet senior, tim panjat tebing Indonesia juga menorehkan pencapaian melalui pemanjat yunior di ASEAN Climbing Championship 2025 di Putrajaya, Malaysia, 5-6 Juli. Indonesia membawa pulang 5 medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu dalam kejuaraan ini.

Salah satu emas dipersembahkan pemanjat muda, Alma Ariella Tsany (15), pada disiplin lead kategori youth dengan skor sempurna 50. Ini merupakan medali emas pertamanya di kejuaraan ini dan menjadi medali keduanya setelah sebelumnya meraih medali perak pada disiplin boulder kategori youth.

Performa gemilang juga ditunjukkan oleh Ardana Cikal Damarwulan yang berhasil mengawinkan medali emas pada disiplin boulder dan lead. Ia mendapatkan skor tertinggi 27+ dari pemanjatan jalur di final lead, unggul tipis dari dua finalis asal Singapura.

Medali perak diraih oleh Mitchell Charles Boyer Hai Jie (Singapura) dengan skor 27, dan medali perunggu oleh Dylan Seow Yong Kang (Singapura) dengan skor 25+.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra