Emil Audero bangkit dari keterpurukan bersama Como musim lalu. Catatan 85 persen penyelamatan membantu Cremonese tembus tiga besar Liga Italia.
16 Sep 2025 09:45 WIB · Olahraga
VERONA, SELASA — Emil Audero, kiper tim nasional sepak bola Indonesia, kian menampilkan kematangannya sebagai penghalau tembakan andal bersama Cremonese di Liga Italia 2025-2026. Kontra Hellas Verona, Emil sajikan penyelamatan terbanyak dalam karier profesionalnya di kompetisi kasta tertinggi Italia.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Marcantonio Bentegodi, Selasa (16/9/2025) dini hari WIB, berakhir remis tanpa gol atau 0-0. Emil merupakan sosok paling penting yang membantu Cremonese, tim promosi, bisa melanjutkan tren nirkalah pada awal musim ini.
Kiper kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, itu bak laba-laba yang memiliki tangan banyak untuk mengantisipasi serangan tim tuan rumah. Total sembilan tembakan pemain Verona bisa diantisipasi oleh Emil. Enam tembakan itu tercipta dalam kotak penalti Cremonese.
Dari sembilan penyelamatan itu, enam di antaranya dilakukan dengan menjatuhkan diri. Pemain setinggi 1,9 meter itu melakukan satu penyelamatan dengan tangkapan, lalu dua halauan lainnya menggunakan kakinya.
Seri penyelamatan Emil itu menghindari potensi kemasukan 1,26 expected goals (xG) yang dihasilkan Verona. Tak ayal, ia adalah kiper dengan penampilan terbaik di pekan ketiga Liga Italia. Laman statistik Fotmob dan Sofascore sepakat memberikan Emil rating 8,7.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/10/86a480596f44126d710624cf3b02b6ef-cropped_image.jpg)
Kuantitas penyelamatan itu merupakan rekor baru dalam satu pertandingan untuk Emil, pemilik tiga cap atau penampilan bersama timnas Indonesia. Catatan penyelamatan terbanyak Emil sebelumnya tercipta ketika menjalani tahun perdana membela Sampdoria pada musim 2018-2019.
Tepatnya, Emil melakukan delapan penyelamatan ketika Sampdoria menghadapi Fiorentina, 20 September 2018. Sayang, laga itu agak tercoreng karena Emil kemasukan satu gol. Alhasil, laga nirbobol menghadapi Verona jauh lebih berkesan untuk kiper berusia 28 tahun itu.
Apalagi, Emil harus melalui 532 hari untuk mencetatkan clean sheet atau nirbobol di Liga Italia Serie A. Kesempatan terakhir Emil tak kemasukan itu tercipta ketika membantu Inter Milan mengalahkan Empoli 2-0 pada 2 April 2024.
Saya sulit berkata-kata. Kami tidak bisa mencetak gol dari 18 situasi mencetak gol dan dua tembakan dari luar kotak penalti.
Secara total, Emil sudah melalui empat pertandingan pada musim 2025-2026 tanpa kemasukan dalam waktu normal. Dua laga sebelumnya tercipta ketika membela tim ”Garuda” pada dua laga ekshibisi kontra Taiwan dan Lebanon, pekan lalu. Satu laga lainnya pada ajang Piala Italia saat berhadapan dengan Palermo.
”Emil membuat sejumlah penyelamatan gemilang. Kami memilihnya karena memahami kualitasnya yang luar biasa,” ujar Pelatih Cremonese Davide Nicola kepada DAZN seusai laga.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/16/316751ef-4d6c-49ac-8c81-2e1e3b4a68c0_jpg.jpg)
Penampilan Emil membantu Cremonese menembus tiga besar dengan koleksi tujuh poin. Mereka menjadi salah satu dari empat tim tersisa yang belum menelan kekalahan bersama Napoli, Juventus, dan Udinese.
Setelah menjalani tiga laga bersama Cremonese, Emil secara total telah melakukan 17 penyelamatan dari 20 tembakan yang dihadapinya. Tembakan itu sebanyak 14 kali tersaji dari dalam kotak penalti, sedangkan enam lainnya dilepaskan pemain lawan dari luar kotak 16 meter.
Baru dua tembakan dari situasi permainan terbuka yang tidak mampu dihalaunya. Satu gol lagi bersarang di gawangnya melalui eksekusi penalti yang diciptakan penyerang dan kapten Sassuolo, Domenico Berardi.
Di Liga Italia musim ini, Emil telah mencatatkan persentase penyelamatan tertinggi dalam kariernya, yaitu 85 persen. Rerata ia menghasilkan 5,6 penyelamatan per laga.
Persentase penyalamatan terbaik sebelumnya dihasilkan ketika membela Inter di musim 2023-2024. Ia menjalani empat laga dengan tingkat penyelamatan sebesar 73 persen.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/16/a533b0b9-0c21-49f1-b50c-16503d1f60f0_jpg.jpg)
Namun, jika hanya menghitung ketika menjadi kiper utama di sebuah klub, performa terbaik Emil sebelumnya tercipta pada musim 2020-2021 bersama Sampdoria. Ia menjalani 37 pertandingan—hanya absen satu laga—dengan tingkat penyelamatan mencapai 69 persen. Ia menghasilkan 122 penyelamatan atau 3,3 penyelamatan per laga.
Performa pada awal musim ini menandakan kiper lulusan Akademi Juventus itu bisa bangkit dari penampilan buruk musim lalu. Membela Como, Emil hanya bisa menghasilkan 49 persen penyelamatan.
Hal itu membuat dirinya hanya mendapat kepercayaan tampil dalam delapan laga bersama Como di bawah asuhan Cesc Fabregas. Pada paruh kedua musim lalu, Emil dipinjamkan ke tim Serie B, Palermo. Kini, di Cremonese, status Emil juga masih pinjaman dari Como yang dimiliki keluarga Hartono, pemilik Grup Djarum asal Indonesia.
Pelatih Verona Paolo Zanetti ikut mengomentari performa ciamik Emil. Merujuk peluang dan tembakan yang dihasilkan timnya, Zanetti menganggap performa Emil lebih dari sebuah kebetulan.
”Saya sulit berkata-kata. Kami tidak bisa mencetak gol dari 18 situasi mencetak gol dan dua tembakan dari luar kotak penalti,” kata Zanetti seperti dikutip La Gazzetta dello Sport.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan