Emilia Nova Menutup Perjuangan Cabor Atletik di SEA Games dengan Emas

Sebanyak 19 medali dari cabang olahraga atletik telah didapatkan di SEA Games Thailand 2025. Medali itu yakni 9 emas, 5 perak, dan 5 perunggu.

16 Des 2025 21:46 WIB · Olahraga

KOMPAS/RIAN SEPTIANDI

Oleh Rian Septiandi dari Bangkok, Thailand

BANGKOK, KOMPAS — Emilia Nova sukses menutup perolehan medali atletik SEA Games Thailand 2025 dengan emas pada nomor sapta lomba (heptathlon) di Supachalasai Stadium, Bangkok, Thailand, Selasa, (16/12/2025). Emilia sangat senang mendapat medali emas sekaligus memecahkan rekornas dengan perolehan poin 5,497. Rekor sebelumnya adalah 5,252.

”Saya senang sekali tentunya, ya, bukan hanya emas. Saya juga memecahkan rekornas kali ini,” Ujar Nova. Sementara posisi kedua diraih atlet Vietnam, Hoang Thanh Giang, dengan poin 5,455 dan posisi ketiga direbut atlet atlet Filipina, Dequinan Sarah, dengan poin 5,201.

Di nomor lain, yaitu lari 10.000 meter putra, Riki Martin Simbolon mendapat perunggu. Ia finis di posisi tiga dengan catatan waktu 29 menit 54,64 detik. Riki terus memimpin sejak awal start hingga dua lap terakhir di mana ia disusul oleh Tuntivate Kieran dari Thailand dan Guermali Yacine dari Filipina.

Quote

Memang target saya sebetulnya di maraton, mudah-mudahan SEA Games berikutnya saya bisa turun lagi di maraton dan 10 km.

Emilia Nova sukses menutup perolehan medali atletik SEA Games Thailand 2025 dengan emas pada nomor ”heptathlon” putri 800 meter di Supachalasai Stadium, Bangkok, Thailand, Selasa, (16/12/2025). Emilia senang sekali bisa berhasil mendapat medali emas sekaligus memecahkan rekornas dengan perolehan poin 5,497. Rekor sebelumnya adalah 5,252.

Kieran berhasil finis dengan catatan waktu 29 menit 41,81 detik dan berhak atas medali emas. Sementara Yacine berhak atas medali perak dengan catatan waktu 29 menit 43,94 detik.

Riki bersyukur mendapatkan perunggu di nomor 10.000 meter karena sebelumnya gagal finis atau DNF pada nomor maraton.

”Puji Tuhan, saya bisa mendapat perunggu di 10 kilometer, karena sebelumnya saya dehidrasi di Kilometer 37. Memang target saya sebetulnya di maraton, mudah-mudahan SEA Games berikutnya saya bisa turun lagi di maraton dan 10 km,” ujar Riki sambil terengah-engah seusai mencapai finis.

Ia juga mengatakan bahwa peringkat satu dan dua merupakan atlet naturalisasi yang memiliki catatan waktu terbaik (personal best) sekitar 27 menit.

”Sedangkan saya personal best-nya masih di 30 (menit). Menurut saya ini sebuah prestasi 29,54 menit. Mudah-mudahan bisa lebih baik lagi ke depannya,” ujar Riki.

Namun, Robi Syianturi gagal meraih medali dan finis keempat, tak jauh setelah Riki. Pada awal pertandingan, Robi sempat tertinggal jauh. Namun, ia berhasil mendahului pelari lainnya sehingga berada di posisi keempat hingga garis finis. Dua hari sebelumnya, Robi baru meraih emas nomor maraton di Run Happy and Healthy Bike Lane, Bangkok, Minggu (14/12/2025).

Emilia Nova sukses menutup perolehan medali atletik SEA Games Thailand 2025 dengan emas pada nomor heptathlon putri 800 meter di Supachalasai Stadium, Bangkok, Thailand, Selasa, (16/12/2025). Emilia sangat senang sekali bisa berhasil mendapat medali emas sekaligus memecahkan rekornas dengan perolehan poin 5,497, dimana rekor sebelumnya adalah 5,252.

Dari nomor lompat jauh putri, Indonesia mendapat tambahan satu medali perunggu dari Maria Natalia Londa dengan lompatan sejauh 6,27 meter. Sebelumnya, Maria mendapat medali emas nomor lompat jangkit, Sabtu (13/12/2025).

Di nomor lompat galah putra, Indonesia harus puas tanpa medali. Richsan Idan Fauzan berada di posisi keempat dengan lompatan setinggi 5 meter. Hasil tersebut berkebalikan dengan lompat galah putri yang berhasil membawa pulang medali emas.

Sampaikan dukungan Anda untuk atlet Indonesia

Pembaca yang budiman, Harian Kompas membuka rubrik Surat untuk Atlet, yang berisi pendapat, penyemangat, atau komentar terkait penampilan atlet Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Kirimkan komentar singkat Anda minimal dua kalimat dan maksimal enam kalimat, dengan mengisi kolom di bawah ini. Komentar yang terpilih akan kami muat di Harian Kompas saat pelaksanaan SEA Games 2025.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rian Septiandi dari Bangkok, Thailand
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto