Polisi Tangkap Empat Pelaku Penembakan Bos Rental Mobil

Salah satu pelaku terkait penembakan pemilik rental mobil di Kilometer 45 Tol Jakarta-Merak adalah anggota TNI Angkatan Laut.

04 Jan 2025 16:25 WIB · Metro

Oleh Fransiskus Wisnu Wardhana Dhany

JAKARTA, KOMPAS — Polisi menangkap empat orang yang diduga terkait dengan penembakan pemilik rental mobil di Kilometer 45 Tol Jakarta-Merak. Namun, polisi belum memberi penjelasan lebih lanjut soal penangkapan dan pemeriksaan keempat pelaku tersebut.

Penembakan itu terjadi pada Kamis (2/1/2025) pukul 04.30 WIB di area istirahat (rest area) Tol Jakarta-Merak. Saat itu korban sedang melacak kendaraan yang disewakannya. Pemilik rental mobil itu, yakni Ilyas Abdurrahman (48), tewas akibat tembakan di dada. Sementara pegawai rental mobil, yakni Ramli Abu Bakar (60), terluka di bagian bahu.

Kepala Kepolisian Resor Kota Tangerang Komisaris Besar Baktiar Joko Mujiono memastikan keempat pelaku sudah ditangkap. Salah satunya Ajat Supriatna, penyewa mobil rental milik Ilyas.

Akan tetapi, ia belum menjelaskan lebih lanjut soal penangkapan dan pemeriksaan pelaku, termasuk keterlibatan anggota TNI Angkatan Laut dalam kasus tersebut. ”Sudah diamankan (ditangkap). Anggota TNI diamankan pasukan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut,” ujar Baktiar pada Sabtu (4/1/2024) sore.

Ajat ditangkap di Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, Banten. Saat penangkapan, ia berada di rumah saudaranya.

Pelaku ini menyewa mobil Honda Brio dari Selasa (31/12/2024) sampai Kamis (2/1/2025). Namun, ia membuang dua GPS (global positioning system) kendaraan untuk menghilangkan jejak pada Rabu (1/1/2025).

Deretan mobil-mobil hasil penggelapan diperlihatkan di Halaman Polda Metro Jaya, Kamis (14/3/2019). Sebanyak 53 mobil tersebut menjadi barang bukti dari hasil pencurian dengan tersangka sebanyak 7 orang.

Periksa saksi

Sejauh ini polisi telah memeriksa tujuh saksi. Mereka terdiri dari empat saksi di lokasi kejadian dan tiga saksi dari keluarga korban yang mengejar pelaku.

Selain itu, dari lokasi kejadian telah ditemukan lima selongsong peluru kaliber 9 milimeter merek Luger dan satu mobil Brio warna oranye.

Sebelumnya, Komandan Pasukan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Puspomal) Laksamana Muda Samista menyebutkan, baik terduga pelaku maupun indikasi keterlibatan prajurit TNI AL masih dalam proses penyelidikan. Artinya, masih dicari bukti dan kebenaran sebelum ada penangkapan resmi (Kompas.id, 4 Januari 2025).

”Ini masih kami lidik, kami masih lidik, ya. Masih dilidik, kami masih mencari-cari kebenaran. Itu nanti kalau, misalnya, sudah ketemu pas, kami menangkap orang itu, kan, harus alat buktinya lengkap dong. Harus minimal dua buktilah,” kata Samista.

Samista juga menyampaikan bahwa TNI AL berkoordinasi dengan kepolisian. Ia menargetkan hasil penyelidikan Puspomal sudah bisa diumumkan kepada publik pada Minggu (5/1/2025) atau Senin (6/1/2025).


Kerabat Kerja

Penulis:

Fransiskus Wisnu Wardhana Dhany
 | 

Editor:

Mukhamad Kurniawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji