Ajat Supriatna ditangkap di rumah saudaranya yang berada di Pandeglang, Banten. Pihak TNI AU bantah anggotanya penembak mati bos ”rental” mobil.
03 Jan 2025 20:37 WIB · Metro
JAKARTA, KOMPAS — Polisi menangkap Ajat Supriatna, penyewa mobil rental milik Ilyas Abdurrahman yang tewas tertembak di Km 45 Tol Merak-Jakarta, Kamis (2/1/2024). Walau bukan penembak Ilyas, dia adalah orang yang mencari mobil sewaan untuk kemudian dijual melalui seorang penadah.
Kasat Reskrim Polres Pandeglang Inspektur Satu Alfian Yusuf, Jumat (3/1/2025), mengatakan, Ajat ditangkap di rumah saudaranya yang terletak di Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Dia ditangkap setelah diduga menjadi orang pertama yang menyewa mobil milik Ilyas. Alfian mengatakan, dalam proses penangkapan ini, pihaknya hanya bertugas membantu Reserse Mobil Polda Banten.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2019/11/28/1c721a75-b083-4ccc-afe5-7ead96bb010f.jpg)
Berdasarkan informasi, ada dua pelaku yang telah ditangkap. Pertama adalah IM dan kemudian Ajat. Peran Ajat adalah mencari mobil sewaan untuk kemudian diserahkan kepada IM, penadah mobil rental hasil curian.
”Jadi, Ajat bukanlah pelaku penembakan, melainkan berperan mencari mobil," katanya.
Ajat dijanjikan Rp 5 juta untuk mobil yang berhasil diambilnya. Namun, sebelum menerima uang, Ajat telanjur ditangkap.
Penembak Ilyas diduga anggota TNI yang disebut membeli mobil sewaan yang dicuri dari korban seharga Rp 40 juta. ”Selanjutnya, AS akan diserahkan kepada Polresta Tangerang untuk pemeriksaan lanjutan,” katanya.
Berdasarkan keterangan dari anak korban, Agam Muhammad (26), Ajat memang telah menyewa mobil Honda Brio dari Selasa (31/12/2024) sampai Kamis (2/1/2025).
Namun, pada Rabu (1/1/2025) pelaku membuang dua GPS kendaraan yang disewa guna menghilangkan jejak. Sinyal GPS mulai hilang di daerah Pandeglang. ”Setidaknya ada dua GPS yang telah dipotong, hanya menyisakan satu GPS,” kata Agam.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/04/16/6ca7cabab09fe39218bef3f4afa319b9-20240416_131242.jpg)
Melihat gelagat yang tidak beres, ucap Agam, dirinya dan sang ayah segera menelusuri keberadaan mobil tersebut. ”Sekitar pukul 10.30 malam kemudian saya sama bapak dan tim nyusul untuk mendapatkan mobil kami kembali,” katanya.
Tak lama berselang, jejak mobil Brio itu ditemukan di pertigaan Saketi, Pandeglang. Lalu, mereka pun menghadang mobil Brio tersebut. Tiba-tiba orang di dalam mobil mengeluarkan senjata api dan bilang, ”Siapa lo, saya dari anggota TNI AU nih, awas enggak lo,” sambil menodongkan senjata.
Tidak lama berselang, datanglah sebuah mobil Sigra hitam yang tiba-tiba mundur dan menabrakkan mobilnya ke tim Agam. Situasi berubah kacau, pengemudi mobil Sigra kabur, lalu diikuti pengemudi mobil Brio.
Lalu, timnya siap-siap mengikuti jejak pelaku dengan berpegang pada jejak GPS. Mobil yang dibawa pelaku mengarah ke arah Pantai Carita, Anyer.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2018/11/28/0e10d4e9-90f8-4a9f-83db-e254fe74f4a5.jpg)
Lantas, mereka pun kembali mengejar pelaku tanpa didampingi polisi dari Cilegon ke arah Tangerang. Tepat di sebuah minimarket timnya menunggu rekan yang lain untuk menghadang mobil yang dibawa pelaku.
”Lalu, ayah saya sama tim menangkap itu orang yang ada di mobil Brio karena, kan, di awalnya, kan, dia itu menggunakan senjata api,” katanya.
Pelaku sempat dipegang agar tidak melontarkan tembakan, ternyata rekan pelaku yang menumpangi mobil Sigra juga memegang senjata api.
Lalu, Agam mendengar suara tembakan lebih kurang empat sampai lima kali. Waktu itu, Agam kabur mencari perlindungan bersama beberapa tim. ”Setelah dia kabur bawa mobil saya lagi, saya kembali lagi ke tempat awal. Ternyata Ramli sudah terkena tembakan di bagian tangan sampai tembus ke perut,” ujarnya.
Lantas, Agam menolong Ramli yang terkena tembakan, tetapi ternyata ada satu korban lagi di minimarket. ”Ternyata, korban itu adalah ayah saya sendiri,” ucapnya.
Terkait adanya dugaan penembak adalah anggota TNI AU, Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Ardi Syahri membantah hal itu.
Penyelidikan mendalam dilakukan Dinas Pengamanan dan Persandian TNI AU, Polisi Militer TNI AU, serta hasil koordinasi bersama Reskrim Polresta Tangerang menunjukkan bahwa tidak terdapat keterlibatan anggota TNI AU dalam insiden tersebut.
Ardi menegaskan TNI AU tetap berkomitmen untuk menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya, serta mendukung penuh upaya penegakan hukum oleh pihak yang berwenang.
TNI AU juga mengapresiasi perhatian dan kerja sama media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Dengan adanya klarifikasi ini, ia berharap agar tidak ada lagi kesalahpahaman atau penyebaran informasi yang tidak sesuai fakta, yang dapat berdampak pada citra institusi TNI AU di mata masyarakat.
Penulis:
Rhama Purna JatiEditor:
Neli TrianaPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra