Enam Halte Transjakarta Dibakar, Car Free Day di Jakarta Tetap Digelar

Enam halte Transjakarta dibakar saat unjuk rasa yang berakhir ricuh, Jumat (29/8/2025). Pemprov Jakarta memutuskan ”car free day” tetap digelar, Minggu (31/8/2025).

30 Agt 2025 17:40 WIB · Metropolitan

Oleh Tatang Mulyana Sinaga

JAKARTA, KOMPAS — Sejumlah fasilitas umum di Jakarta rusak pascademonstrasi yang berujung ricuh, Jumat (29/8/2025). Enam halte Transjakarta dibakar dan sejumlah halte lainnya rusak. Di tengah situasi tersebut, Gubernur Jakarta Pramono Anung memutuskan car free day (hari bebas kendaraan bermotor/HBKB) tetap digelar, Minggu (31/8/2025).

Enam halte Transjakarta yang dibakar adalah Halte Polda Metro Jaya, Halte Senayan Bank DKI, Halte Bundaran Senayan, Halte Gerbang Pemuda, Halte Senen Toyota Rangga, dan Halte Sentral Senen. Pemerintah Provinsi Jakarta masih menghitung jumlah kerugian dari kerusakan fasilitas umum tersebut.

”Mengenai kerusakan dan kerugiannya masih dihitung. Kalau saya jawab ’A’ (sekian) rupiah, pasti ngarang. Menghitungnya kan perlu waktu,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Sabtu (30/8/2025) sore.

Gubernur Jakarta Pramono Anung menyampaikan keterangan kepada media tentang kondisi Jakarta pascademonstrasi, di Balai Kota Jakarta, Sabtu (30/8/2025).

Pramono mengatakan, pada Sabtu pagi, ia memantau sejumlah lokasi di Jakarta yang terdampak unjuk rasa sehari sebelumnya. Ia mendatangi beberapa tempat, termasuk kawasan di sekitar Polda Metro Jaya dan Gedung DPR.

”Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, dan Jalan Gatot Subroto, terutama di depan Polda Metro Jaya, ketika saya datang masih merasakan gas air mata luar biasa. Untuk itu saya minta dibersihkan dan sekarang sudah dibersihkan,” ucapnya.

Seusai meninjau sejumlah tempat, Pramono berkoordinasi dengan Kepala Polda Metro Jaya dan Panglima Kodam Jaya. Koordinasi tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti situasi di Jakarta dalam beberapa hari ke depan.

”Untuk car free day besok, kalau tidak ada hal (keadaan) luar biasa akan tetap diadakan. Mengapa? Untuk menunjukkan Jakarta itu aman, nyaman, dan mari kita bersama jaga Jakarta,” katanya.

Quote

Mulai hari ini hingga satu minggu ke depan, Pemprov Jakarta akan menggratiskan (tarif) atau 0 persen.

Pramono menuturkan, pihaknya juga akan segera memperbaiki fasilitas umum yang rusak. Oleh karena itu, ia meminta dinas terkait untuk proaktif dalam membenahi fasilitas tersebut.

Tak cuma halte Transjakarta, sejumlah pos polisi dan gerbang tol juga dibakar dan rusak. ”Maka semuanya akan segera diperbaiki dan saya minta untuk segera. Kita tidak bisa menunggu lagi,” jelasnya.

Moda transportasi publik yang dikelola Pemprov Jakarta juga tetap dibuka. Hal ini dilakukan untuk mendukung mobilitas masyarakat Jakarta.

”Mulai hari ini hingga satu minggu ke depan, Pemprov Jakarta akan menggratiskan (tarif) atau 0 persen. Sebab, banyak sistem yang rusak karena terbakar kemarin. Pasti tidak bisa di-tap. Untuk itu akan segera kami perbaiki,” katanya.

Warga melihat   halte Transjakarta  di  Jalan Sudirman, Jakarta, yang rusak karena kerusuhan di depan Mapolda Metrojaya, Sabtu (30/8/2025).

Kompas/Rony Ariyanto Nugroho

Pramono menyebutkan, demonstrasi tak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga kota-kota besar lain di Indonesia. Pimpinan organisasi masyarakat dan keagamaan telah mengimbau agar unjuk rasa tidak mengarah ke tindakan anarkistis.

”Kami juga akan komunikasikan hal ini kepada masyarakat agar masyarakat juga tahu, tindakan kekerasan, anarkisme yang terjadi di lapangan, pasti akan membawa dampak bagi pembangunan bangsa ini,” ucapnya.

Tetap bekerja

Terkait sejumlah pihak yang menanyakan keberadaannya saat demonstrasi berlangsung, Pramono mengaku tetap bekerja seperti biasa. Selain mengunjungi beberapa lokasi terkait agenda kerja, ia juga sempat memimpin rapat di Balai Kota Jakarta.

”Ruang (unjuk rasa) itu ruang orang mengekspresikan diri. Saya tidak mau tampil, katakanlah untuk dilihat mengambil alih panggung. Enggak. Ini memang karakter saya. Setiap pemimpin punya karakter berbeda,” jelasnya.

Pengendara sepeda motor melintas di depan Gedung DPR, Jakarta, Sabtu (30/8/2025). Pengendara masih merasakan efek gas air mata di kawasan itu yang ditembakkan polisi saat mengamankan unjuk rasa pada Jumat malam.

Aktivitas warga Jakarta di beberapa lokasi pascakerusuhan kemarin mulai berangsur normal. Sejak Sabtu pagi, warga dapat beraktivitas seperti biasa seperti terlihat di sekitar kawasan Polda Metro Jaya dan Gedung DPR.

Akan tetapi, jejak-jejak kericuhan unjuk rasa masih terlihat. Batu-batu berserakan di jalan. Sejumlah halte Transjakarta rusak dibakar.

Sejumlah warga pun menyayangkan kerusakan fasilitas umum tersebut. Ridho (40), warga Tanah Abang yang ditemui di Jalan Gatot Subroto, mengatakan, ia sepakat dengan unjuk rasa untuk memprotes tunjangan fantastis anggota DPR.

”Tujuan demonstrasinya bagus karena kondisi perekonomian masyarakat saat ini tidak baik-baik saja. Namun, seharusnya, bukan halte Transjakarta dan fasilitas umum lainnya yang jadi sasaran kemarahan itu. Fasilitas ini sangat diperlukan untuk transportasi masyarakat,” ucapnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Tatang Mulyana Sinaga
 | 

Editor:

Ichwan Susanto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati