Erdogan ke Indonesia, Prabowo Sambut Langsung

Upacara kenegaraan untuk menyambut Presiden Turki Erdogan akan dihelat di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (12/2/2025).

11 Feb 2025 09:46 WIB · Politik & Hukum

Oleh Nina Susilo

JAKARTA, KOMPAS — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berkunjung ke Indonesia, Selasa dan Rabu (11-12/2/2025). Presiden Prabowo Subianto akan menyambut kunjungan Erdogan ini dengan upacara kenegaraan di Istana Kepresidenan, Bogor, Rabu (12/2/2025).

Tak sebatas itu, Presiden Prabowo Subianto, menurut rencana, akan menyambut langsung kedatangan sahabatnya itu di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa sekitar pukul 17.00 WIB. Kunjungan Presiden Erdogan ini akan disertai Nyonya Emine Erdogan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Senin (10/2/2025) malam, memastikan penyambutan khusus disiapkan untuk Presiden Erdogan dan Ibu Negara Emine.

Geladi untuk upacara penyambutan di Istana Bogor pun sudah digelar sejak satu dua hari sebelumnya. Adapun baliho raksasa bergambar foto Presiden Erdogan sudah terpasang di jalan utama di Kota Bogor sejak Minggu (9/2/2025).

Menhan RI Prabowo Subianto dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu Selasa (30/7/24) di Ankara untuk membahas hubungan bilateral dan perdamaian di Timur Tengah.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana menjelaskan, upacara kenegaraan untuk menyambut Presiden Erdogan akan dihelat di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (12/2/2025).

“Setelah prosesi penyambutan, agenda dilanjutkan dengan melakukan pertemuan bilateral untuk membahas berbagai aspek kerja sama antara kedua negara yang saling menguntungkan,” tuturnya secara tertulis.

Rangkaian kunjungan kenegaraan tersebut akan ditutup dengan jamuan santap siang kenegaraan yang digelar di halaman Istana Kepresidenan Bogor.

Sebelumnya, pada 10 Februari 2025, Erdogan menuliskan di akun resminya @RTErdogan di media sosial X bahwa akan melawat ke Malaysia, Indonesia, Pakistan selama empat hari. Dalam kunjungan persahabatan dan persaudaraan ini, banyak kesepakatan akan ditandatangani sebagai penguat hubungan bilateral.

Presiden Prabowo Subianto tak segan berjongkok saat berbincang dengan sejumlah pemimpin negara ruang tunggu yang ada di Museum of Modern Art (MAM), Rio de Janeiro, Brasil, Senin (18/11/2024). Tampak Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim (kedua dari kiri), Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa (kiri), dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (tengah) berbincang bersama.

Negara pertama yang dikunjungi adalah Malaysia sebagai Ketua ASEAN tahun ini. Setelahnya, Presiden Erdogan mengunjungi Indonesia. Turki dan Indonesia merayakan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

“Saya percaya kunjungan ke Indonesia, negara tuan rumah Sekretariat Jenderal ASEAN dan Malaysia yang sekarang memegang keketuaan ASEAN, akan membawa manfaat positif, terutama kita ingin memperkuat hubungan dengan ASEAN,” tulisnya.

Selain pertemuan-pertemuan resmi, Erdogan juga akan menghadiri forum bisnis.

Secara terpisah, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rolliansyah Soemirat menjelaskan selain kunjungan bilateral, akan ada pertemuan Dewan Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi untuk pertama kalinya dengan Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Kerja Sama Politik dan Keamanan ASEAN Kementerian Luar Negeri Rolliansyah Soemirat menjadi narasumber dalam diskusi mengenai ASEAN oleh The Habibie Centre di Jakarta, Kamis (20/7/2023).

“Ini forum bilateral reguler tertinggi di antara kedua negara yang dipimpin langsung oleh kepala negara sehingga semua hal yang menjadi common concern dari kedua negara akan langsung di-highlight,” tuturnya dalam keterangan pers, Jumat (7/2/2025).

Turki memiliki forum kerja sama serupa dengan 21 negara termasuk Indonesia. Turki mendeklarasikan forum ini pertama kali saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali tahun 2022.

Hubungan diplomatik Indonesia dan Turki secara resmi dimulai tahun 1957. Namun, hubungan kedua negara sesungguhnya sudah ada sejak abad ke-12 ketika pelajar Turki datang ke Indonesia untuk menyebarkan agama Islam.

Presiden Prabowo Subianto menyapa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat menunggu sesi pertama KTT G20 di Rio de Janeiro, Brasil, Senin (18/11/2024) dimulai.

Kini, kedua negara menjadi negara dengan penduduk mayoritas Muslim. Karenanya, Menteri Agama Nasaruddin Umar pun mempersiapkan penguatan kerja sama Indonesia-Turki khususnya di bidang keislaman dan pendidikan.

Kesepakatan akan dibuat untuk memudahkan pengiriman lebih banyak mahasiswa Indonesia untuk belajar di Turki. Hal ini dibahas bersama Duta Besar RI untuk Turki Achmad Rizal Purnama di kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (6//2/2025).

Turki dan Indonesia pun sama-sama berada di posisi strategis di dunia. Turki menjadi penghubung Benua Asia dan Eropa, sedangkan Indoesia berada di persimpangan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

Persahabatan antara pemimpin kedua negara juga sudah terjalin baik sejak masa Presiden pertama RI, Soekarno. Soekarno yang melawat ke Turki pada 24-29 April 1959 bertemu Presiden Turki Celal Bayar dan PM saat itu Adnan Menderes.

<p>Presiden Soekarno bersama para kosmonot Uni Soviet, (dari kiri ke kanan) Yuri Gagarin, Chairman of the USSR Supreme Soviet Anastas Mikoyan, dan kosmonot pertama perempuan Valentina Tereshkova. Dalam kunjungan ke Moskwa, Oktober 1964, Bung Karno menganugerahkan Bintang Jasa Mahaputra kepada Gagarin.</p>

Saat itu, Soekarno pun sempat menyambangi makam pemimpin besar Turki, Mustafa Kemal Ataturk. Tokoh besar ini menjadi inspirasi bagi Soekarno dalam pergerakan nasional dan kepemudaan Indonesia. Soekarno pun menyampaikan kekagumannya pada Ataturk saat berpidato di kunjungan tersebut.

Persahabatan Indonesia-Turki berlanjut sampai kepemimpinan Presiden ketujuh RI Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto.




Kerabat Kerja

Penulis:

Nina Susilo
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .