Pertemuan Presiden Prabowo-PM India, Diplomasi Sejarah Perkuat Hubungan RI-India

Presiden Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi menggunakan diplomasi sejarah untuk memperkuat hubungan bilateral.

25 Jan 2025 20:13 WIB · Politik & Hukum

Oleh Kurnia Yunita Rahayu

JAKARTA, KOMPAS — Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke India menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat kerja sama bilateral dalam beberapa bidang, mulai dari perdagangan, pariwisata, kesehatan, energi, keamanan, pertahanan, dan teknologi digital. Tak hanya relevansi kekinian, penguatan hubungan kedua negara juga didasari relasi historis yang panjang, baik di bidang kebudayaan maupun perjuangan melawan kolonialisme.

Kesepakatan untuk memperkuat kerja sama bilateral dicapai dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di Hyderabad House, New Delhi, India, Sabtu (25/1/2025) siang waktu setempat.

Pertemuan Prabowo dengan PM Modi merupakan bagian dari kunjungan kenegaraan Prabowo sebelum menghadiri perayaan Hari Republik India yang ke-76 sebagai tamu negara utama atau chief guest pada Minggu (26/1/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo tidak hanya berbincang empat mata dengan PM Modi, ada pula sesi yang melibatkan delegasi pemerintah dan pengusaha dari negara masing-masing untuk membahas kesepakatan kerja sama kedua negara.

Prabowo-PM Modi

Seusai pertemuan, Prabowo menjelaskan, pihaknya dengan PM Modi dan jajarannya telah diskusi intens dan mendalam mengenai kerja sama di sejumlah sektor yang perlu ditingkatkan. Beberapa bidang dimaksud antara lain perdagangan, investasi, pariwisata, kesehatan, energi, dan keamanan. Selain itu, kerja sama di bidang digital, kecerdasan buatan, dan teknologi informasi.

”Kami (Indonesia) juga membuka investasi dan partisipasi dalam bidang infrastruktur. Kami mengundang kelompok-kelompok yang ada di India untuk mengambil bagian dalam program infrastruktur di Indonesia, di semua bidang,” kata Prabowo.

Dalam sektor pertahanan, katanya, Indonesia juga telah meratifikasi perjanjian kerja sama pertahanan dengan India. Di sektor pendidikan, dukungan India dalam meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia di India serta dorongan untuk membuka lembaga pendidikan India di Indonesia juga diapresiasi.

Menurut Prabowo, kerja sama ekonomi dengan India penting untuk dipercepat. Untuk itu, ia telah menginstruksikan jajarannya untuk menyederhanakan birokrasi, memotong regulasi yang berlebihan, dan menempatkan kepentingan bilateral di garis terdepan. ”Kalau perlu, kami akan memprioritaskan hubungan ini demi kepentingan strategis jangka panjang,” tuturnya.

Presiden Prabowo Subianto bertemu Perdana Menteri India Narendra Modi di Hyderabad House, New Delhi, India, Sabtu (25/1/2025).

Sementara itu, PM Modi menjelaskan, sejak kunjungan terakhirnya ke Indonesia pada tahun 2018, hubungan antara India dan Indonesia telah ditingkatkan menjadi relasi kerja sama strategis. Relasi itu pun semakin didetailkan melalui diskusi mendalam dengan Pabowo.

”Dalam rangka meningkatkan kerja sama pertahanan, misalnya, kami sepakat untuk bekerja sama dalam bidang manufaktur dan rantai pasok pertahanan,” ungkapnya.

Selain itu, kata PM Modi, kedua negara juga memiliki fokus kerja sama dalam bidang keamanan maritim, keamanan siber, kontraterorisme, dan deradikalisasi. Adapun kerja sama di bidang keamanan maritim dapat memperkuat pencegahan kejahatan, pencarian dan pertolongan, serta peningkatan kapasitas.

Di bidang perdagangan, dalam beberapa tahun terakhir kerja sama India-Indonesia juga disebut telah mengalami momentum besar. Perdagangan di antara kedua negara setidaknya mencapai 30 miliar dollar AS tahun lalu. ”Untuk meningkatkan itu, kami berdiskusi tentang akses pasar dan perluasan basket trade,” kata PM Modi.

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan PM India Narendra Modi di Hyderabad House, New Delhi, India, Sabtu (25/1/2025).

Tak hanya itu, India juga membagi pengalamannya dalam ranah kesehatan dan ketahanan pangan. Contohnya, skema makan siang gratis dan sistem distribusi publik yang dilakukan. ”Kami juga memutuskan untuk bekerja sama dalam bidang energi, mineral kritis, sains dan teknologi, dan pendidikan STEM,” ujarnya.

Sejarah panjang persahabatan

Sebelum bertemu PM Modi, Prabowo telah tiba di New Delhi pada Jumat (24/1/2025) malam waktu setempat. Sehari setelahnya, Presiden menerima kunjungan kehormatan dari Menteri Luar Negeri India S Jaishankar.

Kunjungan kehormatan itu merupakan tradisi yang dilakukan India untuk menyambut tamu negara utamanya dalam perayaan Hari Republik. Adapun Indonesia yang sudah memiliki hubungan diplomatik dengan India selama 75 tahun merupakan tamu negara utama pertama sejak India merayakan Hari Republiknya yang pertama pada 1950.

Kini, Indonesia kembali dipilih sebagai tamu negara utama untuk memperingati hubungan diplomatik kedua negara yang sudah mencapai usia 75 tahun. Bahkan, Pemerintah India tak hanya mengundang Presiden Prabowo, tetapi juga sejumlah prajurit TNI untuk menjadi bagian dari defile perayaan Hari Republik India yang ke-76.

Upacara kenegaraan untuk menyambut Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan India, Rashtrapati Bhavan, Sabtu (25/1/2025).

Sebagai tamu negara utama, Prabowo disambut dengan upacara kenegaraan di Istana Rashtrapati Bhavan pada Sabtu pagi. Upacara yang digelar secara militer itu dihadiri oleh PM Modi dan Presiden India Dorupadi Murmu. Prabowo juga mengadakan upacara peletakan bunga di Rajghat Memorial, tempat kremasi tokoh kemerdekaan India, Mahatma Ghandi.

Sejarah disinggung berulang

Hubungan sejarah panjang antara Indonesia dan India disinggung berulang kali oleh Presiden Prabowo saat berada di India. Baik seusai upacara kenegaraan maupun pertemuan dengan PM Modi, Prabowo selalu menyinggung peran India sebagai salah satu negara yang paling awal mengakui kemerdekaan Indonesia. Tak hanya itu, India juga memberikan dukungan finansial dan obat-obatan saat Indonesia berjibaku dalam Perang Kemerdekaan hingga 1949.

”Bahkan, sekarang, kantor Kedutaan Besar RI berdiri di atas lahan yang didonasikan oleh Pemerintah India sebelum Indonesia dikenal oleh banyak negara lain,” kata Prabowo.

Tak hanya Prabowo, penekanan kedekatan historis juga diungkapkan PM Modi. Menurut dia, hubungan India-Indonesia sudah berlangsung selama ratusan tahun. Dalam cerita yang terinspirasi dari kisah Ramayana, Mahabharata, terdapat festival Bali Jatra yang berarti perjalanan ke Bali, yang merupakan bukti nyata adanya keberlanjutan budaya dan keterkaitan sejarah antara bangsa India dan Indonesia.

Keindahan Candi Borobudur membawa harapan bagi warga sekitar Mungkid, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (12/09/2019). Di sekitar lokasi wisata Candi Borobudur ini terdapat Balai Ekonomi Desa atau Balkondes, yang mulai mengeliat di sektor pariwisata.KOMPAS/EDDY HASBY (ED)12-09-2019

”Saya juga senang karena setelah (berkontribusi pada) Candi Buddha Borobudur, kami juga berkontribusi dalam konservasi Candi Hindu Prambanan. Tahun ini juga akan diperingati sebagai tahun pariwisata India-ASEAN, ini juga akan mempromosikan pertukaran budaya antara India dan Indonesia,” kata PM Modi.

Dihubungi terpisah, Direktur Paramadina Graduate School of Diplomacy Ahmad Khoirul Umam melihat baik Prabowo maupun PM Modi menggunakan diplomasi sejarah sebagai alat untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Langkah itu menunjukkan bahwa keduanya menyadari bahwa narasi sejarah yang relevan dengan identitas nasional kedua negara penting untuk membangun relasi yang lebih kuat.

”Dalam perspektif konstruktivisme, penggunaan diplomasi sejarah untuk mengukuhkan basis kepercayaan dan identitas bersama ini terbukti bisa memperkuat fondasi hubungan bilateral, bahkan multilateral, yang kini semakin modern dan pragmatis,” ujarnya.

Komitmen pada isu kekinian

Meski demikian, menurut Umam, tidak ada jaminan bahwa kemitraan kedua negara bisa terus berkembang hanya dengan relasi historis. Baik Indonesia maupun India tetap harus memiliki komitmen terhadap isu-isu kekinian. Contohnya, memperkuat perdagangan bilateral yang berorientasi pada sektor inovasi, teknologi, dan energi terbarukan. Selain itu, diperlukan pula kerja sama pertahanan untuk menghadapi ancaman yang lebih besar di kawasan.

Presiden Prabowo Subianto saat berkunjung ke Rajghat Memorial, New Delhi, India, Sabtu (25/1/2025).

Terlepas dari itu, kata Umam, kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke India ini menunjukkan semakin eratnya hubungan bilateral kedua negara. Indonesia dan India sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Asia Selatan dan Asia Tenggara berpotensi besar untuk memperkuat kemitraan ekonomi dan politik. Dalam konteks ini, Indonesia dan India pun berada dalam pisisi yang sangat strategis di kawasan Indo-Pasifik sehingga semakin diperhitungkan kekuatan besar dunia seperti Amerika Serikat, China, dan Rusia.

”Karena itu, eratnya kerja sama Indonesia-India sangat relevan untuk stabilitas kawasan dan kepentingan bersama dalam menghadapi tantangan global, terutama terkait dengan geopolitik dan ketegangan di Laut China Selatan,” tutur Umam.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kurnia Yunita Rahayu
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan