Setelah Kanada, Meksiko, dan China, Uni Eropa bersiap melawan perang dagang AS.
04 Feb 2025 07:00 WIB · Internasional
BRUSSELS, SENIN — Para pemimpin Eropa bersiap menghadapi tarif AS setelah Presiden AS Donald Trump mengenakan pungutan impor tinggi pada Meksiko, Kanada, dan China. Para pemimpin Uni Eropa menyatakan mereka siap melawan.
Para pemimpin Uni Eropa bertemu dalam pertemuan puncak informal di Brussels, Belgia, Senin (3/2/2025). Usai pertemuan itu, mereka mengatakan, Eropa akan siap untuk melawan jika AS mengenakan tarif. Namun, mereka meminta alasan dan membuka pintu negosiasi.
Presiden Perancis Emmanuel Macron mengatakan, jika Uni Eropa diserang karena kepentingan komersialnya, mereka harus membuat dirinya dihormati, dan dengan demikian perlu bereaksi.
Ia menambahkan, deklarasi AS justru mendorong Eropa untuk menjadi lebih kuat dan lebih bersatu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/10/0dc9b140466e75a87bdea7b09274cb8d-000_36PW943.jpg)
Kanselir Olaf Scholz dari Jerman mengatakan, Uni Eropa dapat menanggapi AS dengan balik menerapkan tarif terhadap AS. Tetapi, ia menekankan bahwa lebih baik bagi AS dan Uni Eropa menemukan kesepakatan soal perdagangan.
Jerman merupakan negara dengan ekonomi terbesar Uni Eropa yang sangat bergantung pada ekspor.
Adapun menurut Perdana Menteri Luksemburg Luc Frieden, perang tarif akan berdampak buruk bagi perdagangan AS. ”Menurut saya, tarif selalu buruk. Tarif buruk bagi perdagangan. Tarif buruk bagi Amerika Serikat,” katanya.
Menurut saya, tarif selalu buruk. Tarif buruk bagi perdagangan. Tarif buruk bagi Amerika Serikat.
Trump mengisyaratkan bahwa Inggris mungkin terhindar dari tarif. Inggris meninggalkan UE pada tahun 2020.
AS adalah mitra dagang dan investasi terbesar UE. Namun, selama ini neraca perdagangan itu timpang. Nilai impor AS selalu lebih tinggi dari ekspor ke Uni Eropa. Akibatnya, AS mengalami defisit perdagangan dengan UE.
Menurut data Eurostat, defisit perdagangan barang AS dengan EU mencapai 161,6 miliar dollar AS pada tahun 2023. Namun, di bidang jasa, nilai perdagangan AS mengalami surplus ekspor atas impor dengan UE sebesar 106,8 miliar dollar AS.
Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Kaja Kallas mengatakan, tidak ada pemenang dalam perang dagang. ”Jika perang dagang terjadi antara Eropa dan AS, yang tertawa adalah China,” katanya.
Sebelumnya, di Washington, Trump mengatakan, tarif terhadap tiga mitra dagang AS terbesar, yaitu Meksiko, Kanada, dan China, mulai berlaku Selasa (4/2/2025).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/03/4dc40b0d7959c2e98ef652690511f79d-0998f72b0e0b4a9d912afd3fe0d693b5_0_c8601a5003904cf6a0131430c6275bc4.jpg)
Ia mengakui, tarif impor itu bisa jadi menyebabkan warga AS menderita dalam jangka pendek. Tetapi, dalam jangka panjang, tarif akan berdampak baik. ”Selama ini, AS telah ditipu oleh hampir setiap negara di dunia,” katanya.
Berbicara di kediamannya di Mar-a-Lago di Florida, AS, Minggu (2/2/2025), Trump mengindikasikan bahwa Uni Eropa yang beranggotakan 27 negara akan menjadi sasaran tarif berikutnya. Akan tetapi, ia tidak mengatakan waktu dan besaran pemberlakuan.
”Mereka tidak membeli mobil kami, mereka tidak membeli produk pertanian kami. Mereka hampir tidak mengambil apa pun dan kami mengambil semuanya dari mereka,” katanya.
Tarif untuk Kanada, Meksiko, dan China akan mulai berlaku pada Selasa waktu AS atau Rabu dini hari waktu Indonesia. Trump mengatakan, dirinya akan menggelar pembicaraan dengan para pemimpin Kanada dan Meksiko.
Trump telah mengumumkan Meksiko dan Kanada dikenai tarif 25 persen, sedangkan China dikenai tarif tambahan 10 persen dari tarif yang sudah diterapkan sebelumnya. Kedua negara tetangga terdekat AS itu telah mengumumkan tarif balasan.
Namun, Trump mengisyaratkan tak akan ada perubahan lagi. ”Mereka berutang banyak uang kepada kita, dan saya yakin mereka akan membayarnya,” kata Trump.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/02/b5f6fa6f7b07aa5c812e1ffc05417b01-Trump_Tariffs_Canada_127206498.jpg)
Para pakar ekonomi menilai tarif Trump itu akan memperlambat pertumbuhan global dan mendorong harga lebih tinggi bagi warga AS.
Trump mengatakan, tarif tersebut diperlukan untuk menghentikan arus imigrasi ilegal dan perdagangan narkotika fentanil. Penerapan tarif juga disebut bertujuan memacu industri dalam negeri.
Reaksi pasar keuangan pada hari Senin mencerminkan kecemasan terhadap dampak perang dagang. Bursa saham di seluruh dunia lesu. Mata uang global jatuh.
Hal ini karena kekhawatiran bahwa tarif akan memicu perang dagang yang merusak ekonomi. Indeks STOXX 600 pan-Eropa turun 1,3 persen dalam perdagangan Senin pagi. Adapun S&P 500 Wall Street turun 1,4 persen.
Saham di Tokyo berakhir turun hampir 3 persen dan patokan Australia turun 1,8 persen. Adapun pasar saham di daratan China masih tutup karena liburan Tahun Baru Imlek.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/02/abc7981c4c4e85309f67d08037d888b6-2196598100.jpg)
Yuan China, dollar Kanada, dan peso Meksiko merosot terhadap dollar AS yang perkasa. Harga minyak AS melonjak lebih dari 1 persen, sedangkan bensin berjangka naik hampir 3 persen.
Tarif Trump akan mencakup hampir setengah dari semua impor AS. Hal ini juga mengharuskan AS untuk menggandakan lebih dari dua kali lipat produksi manufakturnya sendiri untuk menutupi kesenjangan tersebut.
Perang tarif tersebut juga dinilai dapat melemparkan Kanada dan Meksiko ke dalam resesi dan memicu stagflasi, yaitu inflasi tinggi, tetapi pertumbuhan ekonomi stagnan. Kondisi ini akan diikuti pengangguran tinggi di dalam negeri.
Di Eropa, ekonom di Deutsche Bank mengatakan, mereka saat ini memperhitungkan pukulan 0,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) jika Trump mengenakan tarif 10 persen pada UE.
Lembar fakta Gedung Putih tidak memberikan perincian syarat yang bisa dipenuhi Kanada, Meksiko, dan China untuk membatalkan tarif.
Trump menyebut fentanil yang mematikan dan imigrasi ilegal sebagai darurat militer. Ia mengatakan akan mempertahankan tarif hingga darurat nasional atas fentanil dan imigrasi ilegal ke AS itu berakhir.
China menyebut fentanil sebagai masalah AS. Beijing menyatakan akan menentang pemberlakuan tarif AS itu di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Beijing juga menegaskan akan menempuh tindakan balasan. Namun, Beijing juga tetap membuka pintu untuk perundingan.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum berjanji untuk membalas. Ia akan memberikan perincian lebih lanjut pada Senin tentang tarif balasan ke AS.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/03/1d71c270b85643ae0b72eb90662cc83e-000_36WV87E.jpg)
Senada dengan itu, Kanada mengatakan akan mengambil tindakan hukum di bawah badan-badan internasional yang relevan untuk menentang tarif tersebut.
Produsen mobil akan sangat terpukul dengan tarif baru pada kendaraan yang dibuat di Kanada dan Meksiko. Saham Volkswagen, BMW, Porsche, Stellantis, dan produsen truk Daimler Truck semuanya turun sekitar 5-6 persen dalam perdagangan Eropa pada hari Senin.
Analis di bank investasi Stifel memperkirakan, pendapatan VW akan terdampak senilai 8 miliar euro dari aturan tarif itu. Adapun Stellantis diperkirakan terdampak 16 miliar euro. (AP/AFP/Reuters)
Penulis:
Irene SarwindaningrumEditor:
Bonifasius Josie Susilo H