Potret operasi penyelamatan dengan helikopter pada Olimpiade Musim Dingin 2026 di Italia.
09 Feb 2026 13:08 WIB · Olahraga
AP/Jacquelyn Martin
Lindsey Vonn tampaknya akan menjadi kisah terbesar dan luar biasa Olimpiade Musim Dingin. Selain capaiannya, kecelakaan pada gelaran Olimpiade kelimanya akan selalu melekat dalam ingatan.
Atlet Amerika Serikat berusia 41 tahun itu mencoba bermain ski dengan ligamen lutut yang robek, Minggu (8/2/2026). Perlombaan baru berlangsung 13 detik sejak ia memulai luncurannya di Cortina d’Ampezzo, Italia. Ia menabrak gerbang pada lompatan pertamanya, kehilangan kendali, berputar di udara, dan terjatuh di salju.
Jeritan kesakitannya terdengar melalui mikrofon saat petugas medis memberinya pertolongan. Ribuan penonton di bagian bawah lintasan terdiam kaget saat mereka menyaksikannya di layar raksasa.
Vonn akhirnya diikat ke tandu dan diangkat ke udara oleh helikopter penyelamat, sementara kerumunan orang bertepuk tangan. Kecelakaan itu mengakhiri mimpinya di Olimpiade.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/09/2f3d7a11-b45b-47cf-b759-5666cb50ebf7.jpg)
Beberapa fotografer berhasil mengabadikan peristiwa ini. Pada malam harinya, Rumah Sakit Ca’ Foncello di Treviso tempat Vonn dirawat mengatakan bahwa ia membutuhkan operasi untuk menstabilkan patah tulang di kaki kirinya.
Dua minggu sebelumnya, Vonn tampak berpeluang untuk mengakhiri comeback luar biasa dari masa pensiunnya dengan memenangi gelar Olimpiade kedua dalam kariernya. Ia meraih gelar terakhirnya 16 tahun lalu di nomor downhill pada Olimpiade Vancouver 2010.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/09/5db0243e-866f-4e03-88e6-962fe3afad35.jpg)
Vonn memutuskan untuk pensiun pada tahun 2019. Namun, tahun 2024, ia kembali bermain ski setelah menjalani operasi untuk memasukkan implan titanium di lutut kanannya guna meredakan rasa sakit yang terus-menerus.
Rencana mengikuti Olimpiade 2026 hampir berantakan ketika ia mengalami kecelakaan dalam balapan Piala Dunia di Crans Montana, Swiss, pada 30 Januari. Keikutsertaannya dalam Olimpiade Musim Dingin 2026 menjadi bahasan banyak orang setelah terjadinya kecelakaan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/09/26c811b6-f966-4a6e-9828-2002775b17b2.jpg)
Awak helikopter yang bertugas mengevakuasi Lindsey Vonn dari lintasan Olimpia delle Tofane menggambarkan operasi penyelamatan pada hari Minggu. Dibutuhkan kemampuan teknis dan kehati-hatian tingkat tinggi.
”Begitu kami diaktifkan, kami langsung berangkat. Saya, teknisi, dan dokter di dalam pesawat segera menuju ke area target,” kata pilot helikopter, Roberto Cit, kepada Reuters.
Operasi penyelamatan tersebut mengharuskan helikopter untuk tetap berada di ketinggian yang signifikan, sementara manuver pengangkatan dengan kerekan dilakukan dalam waktu yang lama. Dalam kondisi ini, koordinasi antar-anggota kru menjadi sangat penting.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/09/a409b1d8-3145-457d-a012-ad4bb9b8bd92.jpg)
”Begitu kami sampai di dekat atlet tersebut, dia diikat ke alat pengangkat, diangkat, dan diangkut kembali ke pangkalan medis.” Dia menambahkan bahwa kru hanya menerima informasi berkode tentang tingkat keparahan selama aktivasi dan tidak diberi tahu tentang kondisi medis pasien.
Tubuh Vonn di atas tandu derek ditutupi selama evakuasi untuk melindunginya dari angin dan udara dingin yang dihasilkan oleh baling-baling helikopter. Ia memuji koordinasi dengan personel penyelamat gunung, perawat dan dokter di atas kapal, serta teknisi derek selama manuver di lereng.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/09/2fc8a33b-222b-419f-9a95-67924078802b.jpg)
Setelah kecelakaan, perlombaan dilanjutkan. Namun, tim ambulans udara kembali dipanggil saat Cande Moreno, 25 tahun, pebalap terakhir dari Andorra, juga mengalami kecelakaan dan dievakuasi dengan tandu.
(AP/AFP/Reuters)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti