Dari hasil exit poll Litbang Kompas Pilkada Jateng, pengaruh eks Presiden Jokowi dan Presiden Prabowo berpengaruh signifikan atas kemenangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin.
27 Nov 2024 21:01 WIB · Politik & Hukum
Sebagai wujud komitmen Harian Kompas (Kompas.id) dalam mengawal demokrasi, artikel yang disusun berdasarkan survei independen dan liputan jurnalistik secara mendalam ini kami bebas akseskan selama satu hari, untuk bekal informasi Anda.
Dukung misi besar kami dengan berlangganan Kompas.id 12 bulan di harga promosi Rp 120.000 (normal Rp 600.000). Klaim promonya di https://komp.as/qc120, atau jika Anda membaca tawaran ini di aplikasi, silakan klik https://komp.as/LanggananAplikasi.
***
JAKARTA, KOMPAS — Pasangan calon gubernur-wakil gubernur Jawa Tengah nomor urut 2, Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen, diprediksi menang dalam Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Jawa Tengah 2024. Dukungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto di menit-menit akhir berpengaruh signifikan terhadap perolehan suara Luthfi-Taj Yasin.
Berdasarkan hasil quick count Litbang Kompas Pilkada Jateng, pasangan Luthfi-Taj Yasin meraih suara 59,30 persen. Sementara rivalnya, Andika Perkasa-Hendrar Prihadi, 40,70 persen. Hasil itu dari jumlah sampel masuk 99 persen hingga pukul 18.04 WIB, Rabu (27/11/2024).
Padahal, jika dibandingkan dengan hasil survei terakhir yang digelar Litbang Kompas pada Oktober 2024, elektabilitas Luthfi-Taj Yasin dan Andika-Hendrar masih bersaing ketat. Andika-Hendrar (28,8 persen) dan Luthfi-Taj Yasin (28,1 persen). Selisih di antara keduanya tidak sampai 1 persen. Namun, jumlah responden yang belum menentukan pilihan masih cukup besar, sekitar 40 persen.
Peneliti Litbang Kompas, Vincentius Gitiyarko, saat ditemui di Menara Kompas, Jakarta, Rabu (27/11/2024), mengatakan, survei Litbang Kompas itu selesai digelar pada 19 Oktober sehingga belum memotret manuver Presiden Jokowi yang belakangan intens ikut berkampanye bersama Luthfi-Yasin. Begitu pula dengan dukungan Presiden Prabowo Subianto kepada Luthfi-Yasin di menit-menit akhir.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/27/cc1487624b02c4922a2bbe365454b59d-exit_poll_pilkada_jateng.png)
”Artinya, dari waktu hasil survei terakhir kami, selama tiga minggu itu, manuver itu berjalan dengan sangat kencang. Dan terkonfirmasi dari hasil exit poll memang pengaruh dua tokoh, Prabowo plus Jokowi itu memang menjadi alasan kenapa orang geser pilihannya cenderung ke Luthfi,” kata Gitiyarko.
Hasil exit poll Litbang Kompas menunjukkan pengaruh Jokowi dan Prabowo masih sangat kuat di Jateng. Menurut Gitiyarko, khusus Jokowi, pengaruhnya masih kuat karena tingkat kepuasan masyarakat terhadap Jokowi selama 10 tahun menjabat sebagai presiden sangat tinggi. Karena itu, siapa pun kandidat yang didukung oleh Jokowi, seakan mendapatkan durian runtuh.
”Jadi dari hasil exit poll itu, suara yang mempertimbangkan dukungan Jokowi dan juga mempertimbangkan Prabowo itu sekitar 6 dari 10 orang, geser ke Luthfi,” tutur Gitiyarko.
Hal ini sejalan dengan hasil survei Litbang Kompas pada Oktober 2024. Keberadaan faktor Jokowi tampak signifikan turut memengaruhi pilihan para pemilih Jateng. Tidak kurang dari 43,9 persen pemilih menyatakan mempertimbangkan pilihan calon gubernur yang didukung oleh Jokowi. Setelah Jokowi, faktor Presiden Prabowo juga tidak kalah signifikan, yakni 41,2 persen. Diikuti, Ganjar Pranowo (34,7 persen) dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri (26,5 persen).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/16/ed0ea666bff8ecdc5e1ca184c353259e-IMG_20241116_WA0038.jpg)
Di sisi lain, hasil exit poll juga menunjukkan sejumlah pertimbangan dalam memilih kandidat di Pilkada Jateng. Andika dipilih karena dipandang memiliki karakter berani dan tegas. Kemudian, Luthfi dipilih karena dilihat lebih merakyat.
Menurut Gitiyarko, karakter yang melekat di Luthfi ini tak terlepas dari pengaruh manuver Jokowi. ”Bisa, karena, kan, tadi ketokohannya Jokowi, mungkin brand-brand-nya Jokowi itu dipandang ada dalam sosok yang didukung oleh Jokowi,” katanya.
Kemudian, jika didalami lebih lanjut, kemenangan Luthfi-Taj Yasin ditopang oleh solidnya partai pengusung dan pendukung. Bahkan, ada sekitar sepertiga pemilih PDI-P yang mengalirkan pilihannya ke Luthfi-Taj Yasin. “Berarti itu adalah orang-orang PDI-P yang loyalitasnya ke Jokowi,” tuturnya.
Pada Pilkada Jateng 2024 ini, pasangan Luthfi-Taj Yasin diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus, yakni terdiri dari 9 partai politik, seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Adapun lawannya, pasangan Andika-Hendi diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).
Penulis:
Nikolaus HarbowoEditor:
A. Ponco AnggoroPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase