SINGAPURA TERBUKA

Fajar/Fikri ke Final, Alwi Antiklimaks

Indonesia mendapat satu tiket final turnamen Singapura Terbuka. Fajar/Fikri melangkah ke final setelah perjalanan Alwi terhenti di semifinal.

30 Mei 2026 21:31 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

SINGAPURA, SABTU — Setelah dua kali terhenti di semifinal, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri mendapat peluang meraih gelar pertama pada 2026 dengan tampil di final. Mereka mendapat kesempatan itu pada turnamen Singapura Terbuka.

Tiket final didapat ganda putra nomor satu Indonesia itu dalam performa solid ketika berhadapan dengan peraih medali perak Olimpiade Paris 2024, Liang Wei Keng/Wang Chang. Di Singapore Indoor Stadium, Fajar/Fikri mengalahkan pasangan China tersebut dengan skor 23-21, 21-4.

Berkebalikan dengan Fajar/Fikri, Alwi Farhan mengalami antiklimaks setelah mengalahkan tunggal putra nomor satu dunia, Shi Yu Qi, pada babak kedua dan Kodai Naraoka di perempat final. Dalam pertandingan melawan rival seangkatannya, Alex Lanier (Perancis), Alwi kesulitan keluar dari tekanan lawan hingga kalah 14-21, 11-21.

Alwi Farhan setelah kehilangan poin pada semifinal tunggal putra turnamen Singapura Terbuka di Singapore Indoor Stadium, Sabtu (30/5/2026). Alwi kalah dari Alex Lanier (Perancis).

Fajar/Fikri memenangi semifinal dalam permainan adu cepat dengan lawan, terutama antara Wang dengan Fajar atau Fikri yang bergantian mengontrol pola permainan. Setelah memenangi gim pertama dengan dramatis dalam game point ketiga, Fajar/Fikri mendominasi permainan pada gim kedua.

”Gim pertama tidak mudah, banyak terjadi momen kejar-mengejar poin. Mengadu di depan net menjadi kuncinya,” kata Fajar yang menyebut kemenangan gim pertama sangat krusial.

Ganda putra ranking ketiga dunia itu langsung unggul 12-0 melalui servis Fikri dalam waktu delapan menit. Itu artinya, tak satu kesalahan pun dibuat Fajar/Fikri hingga Liang/Wang mendapat poin pertama yang membuat skor menjadi 12-1. Setelah itu, Liang/Wang hanya bisa menambah tiga poin.

Kemenangan ini tak hanya membuat Fajar/Fikri bisa membalas kekalahan pada pertemuan terakhir, yaitu dalam turnamen Final BWF, Desember 2025, tetapi juga mengantarkan mereka ke final pertama pada 2026. Dalam empat kejuaraan sebelum Singapura Terbuka, Fajar/Fikri lolos ke semifinal Malaysia Terbuka dan Kejuaraan Asia di Ningbo, China, tetapi gagal melangkah ke laga puncak.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri memenangi semifinal ganda putra turnamen Singapura Terbuka di Singapore Indoor Stadium, Sabtu (30/5/2026). Fajar/Fikri mengalahkan Liang Wei Keng/Wang Chang (China).

Kesempatan pertama meraih gelar ini akan dijalani saat melawan Chirag Shetty/Satwiksairaj Rankireddy (India) yang mengalahkan pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, 21-19, 21-18. Mereka akan bertemu untuk keempat kalinya dengan keunggulan 2-1 untuk Fajar/Fikri. Pertemuan terakhir terjadi pada perempat final Malaysia Terbuka, Januari, yang dimenangi Fajar/Fikri dalam dua gim.

”Di final tidak akan mudah lawan Satwik/Chirag. Tadi, kami datang lebih cepat ke arena untuk melihat permainan mereka melawan Kim/Seo dan sangat luar biasa. Tapi, itu tidak membuat kami gentar, kami akan coba yang terbaik, semoga hasilnya maksimal,” ujar Fikri.

Sementara itu, Alwi tak dapat melanjutkan penampilan baiknya di babak kedua dan perempat final ketika melawan Lanier. Tunggal putra nomor dua Indonesia ini tak bisa mengatasi tekanan Lanier yang bermain cepat dan tangguh dalam bertahan. Ketika serangan melalui smes selalu bisa dikembalikan, Alwi tak dapat menemukan cara lain untuk mendapat poin.

Kekalahan tersebut mengulang hasil pada pertemuan terakhir yang terjadi pada penyisihan grup kejuaraan beregu Piala Thomas di Denmark. Kekalahan Alwi dan tiga wakil lain dalam lima partai membuat Indonesia kalah 1-4. Indonesia pun tersingkir pada penyisihan grup untuk pertama kalinya.

Alwi Farhan tampil pada semifinal tunggal putra turnamen Singapura Terbuka di Singapore Indoor Stadium, Sabtu (30/5/2026). Alwi kalah dari Alex Lanier (Perancis).

”Saya tetap bersyukur bisa melangkah sejauh ini, tetapi sangat disayangkan hari ini saya terus tertekan. Power Alex tidak dapat saya antisipasi. Saya harus belajar dan evaluasi lebih mendalam. Saya akan kembali lebih kuat secepatnya dan mencoba fokus persiapan untuk Indonesia Terbuka,” kata Alwi.

Pada nomor lain di Singapura Terbuka, gelar juara ganda putri akan diperebutkan sesama pemain China, antara Liu Sheng Shu/Tan Ning dan Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian. Sementara itu, dua rival lama, An Se-young (Korea Selatan) dan Akane Yamaguchi (Jepang) akan memperebutkan gelar juara tunggal putri.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul