Indonesia menempatkan satu wakil dalam final turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka. Fajar/Fikri akan berebut gelar juara dengan Kim/Seo.
18 Jul 2026 22:58 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
TOKYO, SABTU — Fajar Alfian/Mohammad Shohibul Fikri memenangi perang mental atas Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dalam semifinal turnamen Jepang Terbuka. Dalam final antara dua ganda putra terbaik, mereka akan menantang pasangan nomor satu dunia, Kim Won-ho/Seo Seung-jae.
Hoki/Kobayashi adalah lawan yang tak mudah bagi Fajar/Fikri. Sebagai wakil tuan rumah, mereka mendapat dukungan sebagian besar penonton di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Jepang, Sabtu (18/7/2026). Selain itu, Hoki/Kobayashi punya modal kemenangan atas Fajar/Fikri pada satu pertemuan sebelumnya yang terjadi di final Denmark Terbuka, Oktober 2025.
Sama seperti pertemuan sembilan bulan lalu, persaingan di Tokyo menjadi adu mental bagi kedua pasangan. Setelah berbagi kemenangan dalam dua gim, persaingan lebih sengit terjadi pada gim ketiga. Fajar/Fikri berada dalam posisi unggul pada hampir sepanjang gim penentuan tersebut, tetapi selalu bisa diimbangi lawan. Setelah bertanding selama 1 jam 14 menit, tujuh menit lebih lama dari pertandingan di Denmark Terbuka, Fajar/Fikri menang 21-14, 19-21, 21-17.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/18/d3cb81e8767de6a2ab30ab1d6810f04f-WhatsApp_Image_2026_07_18_at_21.38.33.jpeg)
Selisih skor pada gim ketiga tak pernah lebih dari tiga poin, yaitu saat Fajar/Fikri unggul 5-2 dan 21-18. Perang mental terjadi sejak awal perebutan poin hingga akhir. Setelah Fajar/Fikri unggul 14-12 misalnya, mereka berbalik tertinggal 14-15, lalu unggul kembali 17-15.
Menjelang akhir pertandingan, keunggulan Fajar/Fikri 18-16 diimbangi lagi lawan pada posisi 18-18 sebelum akhirnya mereka merebut tiga poin beruntun. Fikri mengatakan, kunci saat meraih tiga poin terakhir adalah pada pukulan-pukulan awal, yaitu saat servis hingga dua pukulan berikutnya. Dengan kualitas pukulan-pukulan awal yang baik, Fajar/Fikri bisa menekan lawan dengan lebih cepat.
Sementara, Fajar mengatakan, Hoki/Kobayashi memiliki keunggulan bisa mengubah-ubah pola permainan pada setiap gim. ”Cara itu sangat menyulitkan dan melelahkan bagi kami,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/18/364d41fb260ec75eaaf134a58b4c195e-WhatsApp_Image_2026_07_18_at_21.38.25.jpeg)
Besok sudah ditunggu Kim/Seo, sudah lama kami tidak berjumpa mereka. Kami ingin mengukur bagaimana latihan kami selama ini untuk menghadapi pasangan nomor satu dunia.
Lepas dari Hoki/Kobayashi, tantangan lebih berat akan dihadapi di final. Ganda putra Indonesia peringkat kedua dunia itu akan menjalani big match melawan pasangan peringkat teratas asal Korea Selatan, Kim/Seo.
Mereka menciptakan persaingan menarik pada 2025. Fajar/Fikri, yang menjalani debut sebagai pasangan di Jepang Terbuka 2025, menjadi pesaing tangguh Kim/Seo pada enam bulan terakhir tahun tersebut. Fajar/Fikri membuat kejutan dengan mengalahkan Kim/Seo pada pertemuan pertama, di perempat final China Terbuka, tetapi setelah itu kalah pada tiga pertemuan berikutnya. Final Jepang Terbuka menjadi pertemuan pertama kedua pasangan pada tahun ini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/18/2d408dce33d37776dad43db5874cf60e-WhatsApp_Image_2026_07_18_at_21.38.31.jpeg)
Laga puncak Jepang Terbuka menjadi final kedua Fajar/Fikri pada 2026 setelah Singapura Terbuka saat mereka kalah dari Chirag Shetty/Satwiksairaj Rankireddy. Adapun Kim/Seo akan menjalani final keempat setelah menjuarai Malaysia Terbuka, All England, dan Kejuaraan Asia.
”Besok sudah ditunggu Kim/Seo, sudah lama kami tidak berjumpa mereka. Kami ingin mengukur bagaimana latihan kami selama ini untuk menghadapi pasangan nomor satu dunia,” kata Fajar yang akan memanfaatkan jeda kurang dari 24 jam untuk memulihkan fisik.
Indonesia sebenarnya memiliki wakil lain di semifinal, yaitu Putri Kusuma Wardani di tunggal putri, tetapi, Putri kalah dari pemain tuan rumah, Akane Yamaguchi, 21-9, 16-21, 14-21. Putri menjalani pertandingan tersebut setelah mengalahkan Wang Zhi Yi di perempat final. Dia mengalahkan atlet China ranking kedua dunia tersebut setelah selalu kalah pada tujuh pertemuan sebelumnya.
Putri juga tertinggal dari Yamaguchi, bagian dari atlet peringkat lima besar dunia yang belum pernah dikalahkannya. Pemain lain yang selalu mengalahkan Putri adalah An Se-young, Han Yue, dan Chen Yu Fei. Atlet Indonesia berusia 23 tahun itu tertinggal 0-7 dari Yamaguchi sebelum mereka bertemu di semifinal Jepang Terbuka.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/18/79782031615d772a479eb088e671aa11-WhatsApp_Image_2026_07_18_at_13.09.18.jpeg)
Putri memiliki peluang mengakhiri kekalahannya dari tiga kali juara dunia itu ketika memenangi gim pertama, lalu terjadi skor imbang 16-16 di gim kedua. Namun, setelah itu, dia gagal mempertahankan penampilan seperti di gim pertama.
”Hari ini cukup melelahkan. Pertandingan yang menguras semua tenaga, fisik, dan mental. Saya merasa punya peluang menang, tapi sayang, saya tidak bisa memepet dia menjelang akhir. Setelah poin 16-16, Akane membuat banyak sekali spekulasi pukulan di depan dan memperlambat tempo, itu membuat saya beberapa kali kaget. Adapun pada gim ketiga, saya melakukan kesalahan beruntun,” tutur Putri.
Meski baru bisa mencuri satu gim dari Yamaguchi untuk ketiga kali, Putri senang dengan pencapaiannya di Jepang Terbuka. Dia pernah menembus semifinal dalam Kejuaraan Dunia 2025, tetapi ini menjadi semifinal pertamanya dalam turnamen BWF World Tour pada level di atas Super 500. BWF World Tour terdiri atas turnamen Super 300, 500, 750, dan 1000.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/18/9138561a32346a28360a73e6c9da4139-WhatsApp_Image_2026_07_18_at_13.09.12.jpeg)
”Saya senang karena bisa menang dari Wang Zhi Yi dan tampil lumayan baik melawan Akane. Saya belajar banyak dari hasil Indonesia Terbuka dan setelah itu sangat fokus latihan untuk persiapan ke Jepang. Saya menunjukkan konsistensi permainan dan daya juang yang lebih baik,” kata Putri.
Putri pun bertekad akan tampil lebih baik, salah satunya meningkatkan daya tahan, untuk turnamen lebih tinggi, China Terbuka. Turnamen Super 1000 ini akan berlangsung di Changzhou, 21-26 Juli.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji Dewabrata