Jokowi dan Prabowo memiliki pengaruh yang turut mendongkrak dukungan dan insentif elektoral bagi pasangan Luthfi-Taj Yasin di Pilkada Jawa Tengah.
28 Nov 2024 03:00 WIB · Politik & Hukum
Dukungan Jokowi dan Prabowo menjadi faktor kunci keunggulan Luthfi-Yasin. Pengaruh kuat ini didukung dengan soliditas partai politik sebagai mesin politik.
Hasil hitung cepat Litbang Kompas untuk Pilkada Jateng 2024 menunjukkan keunggulan pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin dengan perolehan suara 59,30 persen.
Sementara itu, pasangan Andika Perkasa-Hendar Prihadi memperoleh 40,70 persen suara. Angka ini diperoleh dengan jumlah sampel masuk sebesar 100 persen.
Hasil hitung cepat ini menunjukkan ada perubahan signifikan dalam hari-hari terakhir menjelang pilkada. Berkaca pada hasil survei pra-Pilkada Jateng yang diselenggarakan pada Oktober 2024, kedua kandidat ini masih bersaing ketat.
Dengan demikian, hasil hitung cepat ini pun menunjukkan ke mana arah pilihan para pemilih bimbang (43,1 persen) berlabuh.
Faktor-faktor yang menjadi kunci kemenangan Luthfi-Yasin tampak dalam analisis hasil survei pascapencoblosan (exit poll) yang dilakukan Litbang Kompas setelah pemilih keluar dari bilik suara.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/27/64ebd509-99b1-49c2-8d97-6ff3b2da2f61_png.png)
Faktor penentu pertama ialah keberhasilan Luthfi-Yasin mendapatkan dukungan dari kelompok responden kelas sosial bawah.
Tak kurang dari 51,4 persen responden kelas bawah mengalirkan dukungannya untuk pasangan Luthfi-Yasin.
Sejalan dengan kecenderungan ini, tak kurang dari 51,7 persen responden kelas menengah bawah mendukung pula pasangan nomor urut 2 ini sekaligus menjadi kelompok yang memberikan proporsi dukungan tertinggi.
Di kelompok responden akar rumput ini, pasangan Andika-Hendrar tertinggal dengan mendapat 36,8 persen suara. Persaingan paling ketat hanya terjadi di kelompok responden kelas menengah atas.
Pada kelompok ini, Andika-Hendrar mendapatkan perolehan 42,6 persen, sementara 44,1 persen lainnya mengalirkan suara bagi Luthfi-Yasin.
Data ini menjadi faktor pertama kemenangan Luthfi-Yasin mengingat sebagian besar populasi pemilih Jateng berada pada kelompok kelas sosial menengah bawah dan bawah. Dengan begitu, menguasai suara kelompok sosial bawah di provinsi ini akan menjadi kunci keunggulan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/27/c771931c-7eda-46e7-ab8e-01d114e7d6c8_jpg.jpg)
Fenomena ini tidak dapat dilepaskan dari fakta manuver-manuver politik yang dilakukan oleh Joko Widodo dan Presiden Prabowo dalam masa-masa mendekati hari pencoblosan.
Jika kembali bersandar pada hasil-hasil survei sebelum pilkada, kedua sosok ini masih menjadi tokoh yang paling dipertimbangkan dukungannya terhadap kandidat gubernur dengan proporsi sekurangnya 40 persen.
Khusus untuk Jokowi, pengaruh kuatnya di Jawa Tengah tecermin pula dari tingkat kepuasan masyarakat Jateng atas kinerjanya sebagai presiden sebesar 79,1 persen dalam survei menjelang pilkada. Faktor ini pula yang berkontribusi terhadap kecenderungan masyarakat kelas bawah mengalirkan dukungannya kepada Luthfi-Yasin.
Gestur politik Jokowi ataupun Presiden Prabowo yang mendukung Luthfi-Yasin tampak terbaca dari hasil survei pascapencoblosan.
Apabila dilihat aliran suaranya dari hasil exit poll, sebanyak 56,3 persen responden yang pilihannya dipengaruhi Jokowi memberikan dukungan bagi Luthfi-Yasin. Adapun pemilih yang dipengaruhi dukungan Prabowo mengalirkan dukungannya ke paslon ini sebesar 56,3 persen.
Faktor kunci dukungan politik yang dialirkan oleh Jokowi pun mampu memengaruhi bagaimana citra Luthfi sebagai pemimpin merakyat.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/10/e452b734-128a-4fd5-9e4b-c75d6367496f_jpeg.jpg)
Sebanyak 59,4 persen menilai Lutfhi lebih merakyat dibandingkan Andika (33,4 persen). Kata merakyat selama ini telah lekat dan dekat dengan sosok Jokowi yang menampilkan citra politik sederhana.
Di tengah persepsi ini, pengaruh kunci yang makin melengkapi keunggulan Luthfi-Yasin adalah soliditas partai politik pengusung.
Meskipun dalam survei terakhir tampak masih ada keterbelahan, pemilih partai koalisi pendukung paslon Luthfi-Yasin tampak sejalan pilihannya, terutama PKB, Gerindra, dan Golkar.
Proporsi pemilih PKB dan Gerindra yang memilih Luthfi-Yasin mencapai 63,7 persen dan 64,1 persen. Posisi ini diikuti pemilih Golkar dengan total 57,6 persen pemilihnya mendukung paslon nomor urut 2 ini.
Di kubu sebaliknya, meskipun tetap dominan mendukung paslon Andika-Hendrar (52,6 persen), ada sekitar 36,9 responden pemilih PDI-P yang justru memberikan dukungan terhadap Luthfi-Yasin. Proporsi ini ditengarai pemilih PDI-P yang loyal terhadap sosok Jokowi.
Peta konstelasi politik yang melengkapi dalam pilkada dapat dianalisis berdasarkan sejumlah latar belakang responden lainnya secara demografis. Dilihat berdasarkan jenis kelamin, baik pemilih laki-laki maupun perempuan lebih mengarahkan dukungan kepada pasangan Luthfi-Yasin.
Tak kurang dari 48,3 persen responden laki-laki memberikan dukungannya kepada pasangan Luthfi-Yasin. Adapun 39,6 persen lainnya mengalirkan suara bagi pasangan Andika-Hendrar.
Di sisi lainnya, ada 53 persen responden perempuan memberikan suara bagi Luthfi-Yasin. Sebaliknya, terdapat 35,5 persen responden yang mengarahkan dukungan untuk Andika-Hendrar.
Berikutnya berdasarkan generasi, hampir semua kelompok usia responden menunjukkan kecenderungan mengalirkan dukungan bagi Lutfi-Yasin. Selisih paling jauh terjadi di kelompok responden generasi milenial muda (28-35 tahun).
Pada kelompok generasi ini, 55,7 persen dukungan mengalir untuk Luthfi-Yasin. Sementara itu, 32,9 persen kelompok responden ini memberikan dukungan bagi Andika-Hendrar.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/20/40c22361-b3a5-4c07-b8bd-ea7b2985b172_jpg.jpg)
Di sisi yang lain, persaingan paling ketat terlihat terjadi pada Gen Z. Dalam kelompok pemilih paling muda ini, sekitar 46 persen responden mengaku mendukung pasangan Luthfi-Yasin. Berselisih tidak terpaut jauh, 42,1 persen responden Gen Z mengalirkan dukungannya bagi pasangan Andika-Hendrar.
Dari analisis silang antara generasi dan pilihan pasangan kandidat, tampak bahwa Andika-Hendrar hanya mampu bersaing untuk mendapatkan simpati di generasi pemilih paling muda. Akan tetapi, pada generasi-generasi di atasnya, suara cenderung kuat mengalir pada pasangan Luthfi-Yasin.
Temuan-temuan survei ini menunjukkan, faktor dukungan Jokowi dan Prabowo, solidnya mesin partai politik, ditambah dengan potret keunggulan Luthfi-Yasin di setiap latar belakang demografi pemilih menjelma menjadi kesatuan kekuatan yang sulit ditandingi.
Pasangan Andika-Hendrar yang dalam waktu-waktu menjelang pilkada sebenarnya menunjukkan tren peningkatan positif belum memiliki infrastruktur politik selengkap pasangan Luthfi-Yasin.
Hal ini membuat Jawa Tengah dalam Pilkada 2024, yang kerap diasosiasikan sebagai kandang banteng, bergeser arah politiknya. (LITBANG KOMPAS)
Penulis:
Vincentius GitiyarkoEditor:
Yohan WahyuPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra