Melihat jumlah gol dan asis, performa Marcus Rashford di Barcelona tidak begitu istimewa. Namun, ada faktor lain yang membuat Rashford terasa penting bagi Barca.
11 Jan 2026 11:24 WIB · Olahraga
AP
Akhir musim masih panjang, tetapi masa depan Marcus Rashford di Barcelona mulai menemui titik terang. Barca disebut-sebut berniat mengaktifkan klausul pembelian Rashford setelah bermain selama separuh musim. Bukan gol serta jumlah asis yang membuatnya jadi pemain idaman Barca, Rashford punya kelebihan ”tersembunyi” yang tidak banyak dimiliki pesepak bola bintang.
Rashford diboyong dari Manchester United dengan status pinjaman hingga akhir musim 2025-2026. Dalam klausul peminjamannya, MU menyertakan opsi pembelian permanen senilai 30 juta euro (Rp 588 miliar). Klausul mempermanenkan Rashford itu yang saat ini hendak diaktifkan Barca.
Secara umum, performa Rashford di Barca tidak bisa dikatakan istimewa. Ia hanya menghasilkan tujuh gol dan 11 asis di seluruh kompetisi sejauh ini.
Jumlah gol serta asis itu tidak cukup banyak untuk seorang pemain depan. Namun, Pelatih Barca Hansi Flick puas dengan pencapaian Rashford, bahkan hendak membelinya secara permanen. Di pos sayap kiri, posisi favorit Rashford, Barca juga sudah memiliki Raphinha yang jauh lebih prolifik. Lantas, apa sebenarnya yang membuat Flick tetap tertarik memasukkan Rashford dalam rencananya?
Flick belum mengeluarkan pernyataan mengenai isu pembelian Rashford. Untuk memahami mengapa Rashford masih memiliki nilai tawar di Barca, kita bisa menelusurinya dari kata-kata Flick pada pertengahan Desember lalu. Menurut Flick, Rashford membuatnya kagum dengan etos kerjanya.
”Dia profesional sejati. Sikap dan mentalitasnya luar biasa. Di awal dia butuh waktu untuk beradaptasi, tetapi sekarang dia berada di level terbaiknya. Ketika dia duduk di bangku cadangan, itu menunjukkan kualitas tim kami. Dia tidak komplain, hanya bekerja keras dan selalu siap membantu,” kata Flick.
Dari apa yang disampaikan Flick itu, tergambar daya tarik Rashford. Sebagai pemain berlabel bintang, dia menerima perannya sebagai pelapis Raphinha.
Sikap lapang dada menepi demi kebaikan dan keutuhan tim itu tidak dimiliki banyak pemain bintang. Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika Barca tergerak menebus Rashford secara permanen.
Kesediaanya menanti menit bermain dari bangku cadangan menguntungkan Flick yang punya kepentingan membentuk kedalaman tim. Dengan adanya Rashford, kualitas pemain di bangku cadangan Barca menjadi setara dengan mereka yang bermain di lapangan. Kedalaman tim sangat diperlukan Barca yang masih berjuang di tiga kompetisi besar, Liga Spanyol, Liga Champions Eropa, dan Piala Raja Spanyol.
”Itu mentalitas yang sempurna. Saya sangat senang memilikinya. Saat berada di bangku cadangan, dia menunjukkan bahwa kami memiliki skuad yang bagus dan dalam,” ucap Flick dikutip dari Mundo Deportivo.
Hanya dengan bersedia menjadi pelapis Raphinha, bukan berarti Flick tidak menghargai kualitas Rashford. Secara performa, Rashford memang minim kontribusi dalam urusan mencetak gol. Akan tetapi, Rashford kini punya peran lain di Barca. Saat masih berseragam MU, Rashford dikenal dengan kemampuannya menggiring bola lalu mencetak gol. Sekarang keadaannya berbalik. Ia justru menjelma menjadi penyedia asis ulung bagi rekan-rekannya.
Torehan 11 asis Rashford terbilang cukup krusial mengangkat performa Barca sejauh ini. Apalagi, asis-asis Rashford beberapa kali tercipta pada pertandingan besar, salah satunya saat menghadapi Paris Saint-Germain. Kala itu, Rashford menyumbang asis yang membuka keunggulan Barca.
Selain urusan asis, Rashford tercatat piawai mengkreasikan peluang. Statistik menyebutkan Rashford merupakan pemain ketiga di Barca dengan jumlah penciptaan peluang terbanyak, yakni 29 kali. Ia hanya tertinggal dari Pedri di urutan pertama dengan 35 upaya penciptaan peluang dan Lamine Yamal di posisi kedua sebanyak 34 kali.
Dalam wawancara bersama BBC, Rashford mengutarakan, bermain di Spanyol menumbuhkan kedewasaan dirinya. Jika dulu dirinya bermain untuk mencetak gol yang bermuara pada pencapaian individu, sekarang dia berusaha tampil sebaik mungkin demi kemenangan tim.
Mencerna kata-kata Rashford, bisa dipahami mengapa dia kini tidak lagi memaksakan menusuk atau menembak dan justru memilih mengirimkan bola kepada rekan yang punya peluang mencetak gol lebih besar.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/25/68a0cb22ca2087948bc08647ce7083f8-Spain_Soccer_La_Liga_133418424.jpg)
”Bermain untuk klub terbesar di Spanyol adalah suatu kehormatan besar. Saya berharap dapat memainkan lebih banyak pertandingan di sini, melakukan yang terbaik, dan mencoba membantu tim untuk menang. Ini adalah klub yang menuntut hal itu. Lingkungan di sini selalu mendorong kami untuk menjadi pemain terbaik yang kami bisa,” ujar Rashford.
Pola pikir seperti itu, yang mengutamakan keharmonisan serta kejayaan bersama sebagai tim, tidak banyak dimiliki bintang besar berego tinggi. Bagi kebanyakan megabintang, dirinya serta pencapaian pribadi adalah yang utama. Rashford tidak demikian.
Dengan kesadaran penuh, ia menerima kenyataan menjadi pelapis Raphinha. Sebuah sikap lapang dada yang jarang ada dalam diri pemain bernama besar.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra