Bahkan Rashford Bukan Pengecualian Tangan Besi Flick di Barcelona

Akibat terlambat saat latihan, Rashford dikeluarkan dari susunan pemain mula Barcelona kontra Getafe. Kebijakan tangan besi Hansi Flick tidak pandang bulu.

22 Sep 2025 10:56 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

Tampil sebagai pahlawan kemenangan Barcelona atas Newcastle United tidak lantas membuat posisi Marcus Rashford aman. Pencetak dua gol kemenangan Barca itu secara mengejutkan tidak masuk susunan pemain mula saat Barca mengalahkan Getafe, 3-0, pada laga Liga Spanyol di Stadion Johan Cruyff, Senin (22/9/2025) dini hari WIB. Hansi Flick menghukum Rashford yang terlambat mengikuti sesi latihan pagi hari sebelum pertandingan.

Rashford hanya bermain pada babak kedua setelah menggantikan Raphinha di sayap kanan. Keputusan Flick membangkucadangkan Rashford selama separuh pertandingan memantik diskursus mengingat kontribusinya saat Barca mengalahkan Newcastle di Liga Champions Eropa.

Menggunakan formasi 4-2-3-1, kuartet lini depan Barca diisi Robert Lewandowski sebagai ujung tombak. Penyerang Polandia itu ditopang Ferran Torres di sayap kiri, Daniel Olmo sebagai gelandang serang, dan Raphinha di sayap kanan.

Tidak adanya Rashford dalam susunan pemain mula Barca merupakan buah dari hukuman Flick. Rashford dikabarkan datang terlambat saat sesi latihan tim pada pagi hari sebelum pertandingan.

Selama menjabat pelatih Barca, Flick memang menerapkan kebijakan tegas dengan tidak memainkan pemain yang terlambat sejak awal laga. Nasib serupa pernah dialami Jules Kounde, Inaki Pena, dan Raphinha. Kasus Raphinha merupakan yang terbaru.

Penyerang Barcelona, Marcus Rashford (kanan), berupaya menghindari tekel bek Getafe, Francisco Femenia, pada laga Liga Spanyol di Stadion Johan Cruyff, Barcelona, Spanyol, Senin (22/9/2025) dini hari WIB. Barca menang, 3-0.

Pemain Brasil itu terlambat mengikuti latihan sehingga dibangkucadangkan ketika menghadapi Valencia. Seperti Rashford, Raphinha kemudian dimainkan pada babak kedua dan mampu mencetak dua gol.

Tangan besi Flick tidak mengenal pengecualian terhadap pemain bintang atau mereka yang sedang dalam performa baik. Sepanjang mereka tidak mengikuti peraturan tim, sanksi tidak mendapatkan menit bermain akan menanti.

Flick berkali-kali menegaskan para pemainnya harus tampil sebagai tim. Ia tidak menoleransi keterlambatan karena dianggap sebagai sebuah bentuk tindakan tidak menghargai rekan satu tim.

”(Rotasi pemain) Itu normal karena setiap tiga atau empat hari kami bertanding. Kami butuh pemain yang segar di lapangan,” ujar Flick ketika dikonfirmasi terkait keputusannya tidak memasukkan Rashford sebagai pemain mula, dikutip dari BBC Sport.

Hukuman Flick adalah hal umum yang bisa dilakukan pelatih mana pun. Setiap pemain tetap manusia biasa yang bisa saja melakukan kesalahan. Hanya saja, hukuman kepada Rashford cukup unik mengingat ia merupakan pemain yang disukai Flick.

Pemain Getafe, Abdel Abqar (kanan), menghalau bola dari penyerang Barcelona, Marcus Rashford, pada laga Liga Spanyol di Stadion Johan Cruyff, Barcelona, Spanyol, Senin (22/9/2025) dini hari WIB. Barca menang, 3-0.

Di saat tim lain enggan menggunakan jasa Rashford terkait kasus indisipliner, Flick menjadi pihak yang tetap percaya akan potensi pemain berusia 27 tahun tersebut. Dialah sosok yang mendorong Direktur Olahraga Barca Deco untuk merekrut Rashford.

Pendekatan Barca berbuah hasil dengan kesepakatan peminjaman Rashford dari Manchester United selama semusim. Jika tampil bagus, Rashford berpotensi diikat secara permanen oleh Barca.

Bermasalah

Flick seakan tidak melihat masa lalu Rashford yang penuh catatan tindakan indisipliner. Rashford diketahui pernah berpesta hingga larut di sebuah klub malam di Belfast, Irlandia Utara, saat MU menghadapi Newport pada Piala FA.

Akibatnya, Rashford tidak dimainkan oleh manajer MU saat itu, Erik ten Hag. Rashford juga tidak dimainkan saat menang melawan Wolves pada 2022 karena datang terlambat sehingga melewatkan rapat tim.

Di Barca, Flick agaknya berniat membantu Rashford menemukan kembali bentuk permainan terbaiknya. Dengan begitu, hukuman tidak masuk susunan pemain mula diharapkan bisa menjadi pengingat bagi Rashford mengenai tujuannya ke Barca untuk mendapatkan kembali performa terbaik.

Gelandang serang Barcelona, Daniel Olmo, merayakan gol ke gawang Getafe pada laga Liga Spanyol di Stadion Johan Cruyff, Barcelona, Spanyol, Senin (22/9/2025) dini hari WIB. Barca menang, 3-0.

Apalagi, setelah tampil gemilang kontra Newcastle, Flick secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Rashford. Sudah sepantasnya Rashford menjawab kepercayaan itu tidak hanya dengan tampil baik di atas lapangan, tetapi juga mematuhi kedisiplinan sebagai bentuk sikap saling menghargai.

Walaupun tidak diperkuat Rashford sejak awal, Barca tetap mampu tampil dominan. Barca unggul penguasaan bola mencapai 71 persen dan melepaskan tujuh tembakan tepat sasaran. ”Blaugrana” sudah unggul dua gol di babak pertama melalui Ferran. Di babak kedua, Olmo mempertebal keunggulan Barca menjadi 3-0.

Getafe yang berniat menyudahi tren positif Barca nyatanya tidak bisa berbuat banyak. Tim dari selatan kota Madrid, Spanyol, itu didikte habis-habisan Barca dengan garis pertahanan tinggi. Mendapatkan banyak tekanan, para pemain Getafe mau tidak mau berfokus memperkuat pertahanan.

”Barcelona adalah tim yang bisa bermain sesuka hatinya. Mereka memiliki pemain-pemain hebat di setiap posisi, mampu menggabungkan penguasaan bola, bermain di ruang kosong, dan melakukan serangan balik. Kami, musim ini, sangat terbatas dan hanya bisa melakukan yang terbaik yang kami bisa,” kata Pelatih Getafe Jose Bordalas.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan