Kejuaraan ASEAN 2024 menjadi kesempatan tim-tim Asia Tenggara menguji peran pemain naturalisasi. Hanya tersisa dua negara yang mengandalkan pemain didikan murni.
02 Des 2024 20:04 WIB · Olahraga
Hanya dalam hitungan hari, Kejuaraan ASEAN 2024 bakal dimulai dengan laga Kamboja versus Malaysia, Sabtu (8/12/2024), di Stadion Olimpiade Phnom Penh. Dua tim itu menjadi salah satu kandidat pendamping Thailand untuk lolos ke fase gugur dari Grup A.
Terdapat benang merah dari Kamboja dan Malaysia. Mereka menjadikan pemain naturalisasi sebagai tulang punggung kekuatan di turnamen sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggara itu.
Kamboja mencetak rekor mengandalkan naturalisasi terbanyak dalam sejarah keikutsertaan di turnamen internasional. Sebanyak tujuh pemain naturalisasi dipanggil Pelatih Felix Gonzalez yang berasal dari Argentina.
Ketujuh pemain naturalisasi itu awalnya merupakan pemain asing di Liga Kamboja. Dalam perkembangannya, tujuh pemain itu menerima tawaran Federasi Sepak Bola Kamboja (FFC) yang menggiatkan tawaran naturalisasi sejak awal 2024 ini.
Tiga pemain berasal dari Phnom Penh Crown, yaitu Takaki Ose, Yudai Ogawa, dan Andres Nieto. Dua pemain berkarier di Kamboja bersama Svay Rieng, yaitu Hikaru Mizuno dan Nick Taylor.
Masing-masing satu pemain, yakni Faeez Khan tampil di Visakha dan Abdel Kader Coulibaly bermain untuk ISI Dangkor Sanchey. Laga pembuka Kejuaraan ASEAN 2024 berpeluang menjadi cap debut bersama Kamboja bagi Ose, Nieto, dan Coulibaly.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/09/ee98a4c0-a40f-4013-ad3c-268b8d3571ec_jpeg.jpg)
Susunan pemain ini bertujuan mempertebal kekuatan skuad Malaysia menjelang laga-laga internasional lain, seperti kualifikasi Piala Asia 2027.
Selain memperkuat tim dengan tujuh pemain naturalisasi, ”Pasukan Angkor” juga menjalani pemusatan latihan di Qatar, pertengahan November lalu, untuk menghadapi Kejuaraan ASEAN 2024.
”Kami berharap semua pemain bisa saling bahu-membahu agar kami bisa bersaing dengan tim-tim terbaik di turnamen (Kejuaraan ASEAN) nanti,” kata Gonzalez dalam video di kanal Youtube FFC.
Sementara itu, Malaysia yang memadukan pemain-pemain reguler dan baru di timnas juga tak ketinggalan membawa tujuh pemain naturalisasi. Pelatih Malaysia Pau Martin juga mengandalkan pemain naturalisasi yang berkarier di Malaysia, seperti Declan Lambert (Kuala Lumpur FC), Stuart Wilkin (Sabah), Paulo Josue (Kuala Lumpur), Endrick (Ho Chi Minch City FC/Vietnam), serta Sergio Aguero (Sri Pahang).
Dua pemain naturalisasi Malaysia bermain di luar negeri, seperti Endrick di Ho Chi Minh City FC (Liga Vietnam) serta Fergus Tierney di Choburi (Liga Thailand). Namun, sebelum hijrah ke Vietnam, Endrick yang awalnya berpaspor Brasil pernah membela empat klub Malaysia, seperti Felcra, Selangor, Penang, dan Johor Darul Ta’zim (JDT). Adapun Tierney berstatus pemain diaspora yang sempat membela JDT II.
”Susunan pemain ini bertujuan mempertebal kekuatan skuad Malaysia menjelang laga-laga internasional lain, seperti kualifikasi Piala Asia 2027,” tulis pernyataan resmi Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/06/02/9e29d561-bf13-4ae1-ab8e-5eff15eec60f_jpg.jpg)
Kejuaraan ASEAN 2024 menjadi ”perayaan” dua dekade bagi keberhasilan skuad Singapura meraih gelar turnamen antarnegara ASEAN itu pada 2004. Singapura meraih gelar juara ASEAN kedua dengan mengandalkan pemain-pemain naturalisasi, di antaranya Agu Casmir, Itimi Dickson, dan Daniel Bennett.
Tak ayal, tiga pemain itu merupakan andalan utama Singapura mengalahkan Indonesia dengan skor agregat 5-2 di babak final. Merujuk keberhasilan program naturalisasi Singapura, ”merekrut” pemain asing bukan lagi menjadi hal tabu di Asia Tenggara.
Indonesia, Thailand, dan Malaysia silih berganti untuk membentuk tim dari pemain naturalisasi, baik yang tanpa garis keturunan maupun karena pengabdian mereka di kompetisi domestik.
Pelatih Singapura asal Jepang, Tsutomo Ogura, hanya memanggil satu pemain naturalisasi untuk Kejuaraan ASEAN 2024. Ia adalah Kyoga Nakamura yang baru mencatatkan dua penampilan berseragam Singapura. Nakamura sejak 2019 bermain di Singapura bersama Albirex Niigata, lalu membela Tampines Rovers pada 2020 hingga kini.
Sementara itu, Filipina menjadi tim dengan skuad naturalisasi terbanyak. Pelatih Filipina asal Spanyol, Albert Capellas, hanya menyertakan enam pemain yang murni Filipina.
Kategori ”murni” itu untuk pemain yang lahir dan memulai pembinaan sepak bola di Filipina. Mereka yaitu Audie Menzi, Uriel Dalapo, Javier Gayoso, Jax Pena, Amani Aguinaldo, dan Patrick Dayto. Sebanyak 15 pemain Filipina lainnya memulai karier sepak bolanya di luar negeri, terutama Spanyol dan Jerman.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/20/189af5b5-849a-4d95-a855-7153f20d6fc8_jpg.jpg)
Juara Kejuaraan ASEAN dalam dua edisi terakhir, Thailand, juga tidak anti terhadap pemain dari luar negeri. Namun, Thailand—serupa dengan Indonesia di era Ketua Umum PSSI Erick Thohir—hanya fokus mendatangkan pemain diaspora atau memiliki darah keturunan.
Sebanyak empat pemain diaspora akan menjadi andalan juru taktik Thailand yang berpaspor Jepang, yakni Masatada Ishii. Mereka tumbuh dewasa dan mengenyam pembinaan sepak bola dasar di negara-negara Skandinavia.
Nicholas Mickelson, salah satu bintang baru Thailand di posisi bek sayap kanan, telah membela tim Norwegia yunior dari skuad U-16 sampai U-21 hingga memilih skuad ”Gajah Perang” di level senior.
Kemudian, Willian Weidersjo dan Patrik Gustavsson tumbuh dalam iklim sepak bola Swedia. Jonathan Khemdee, yang sudah rutin membela Thailand sejak level U-21 dan U-23, memulai karier sepak bola di Denmark.
Vietnam pun menyertakan pemain diaspora, yaitu kiper Filip Nguyen. Pemain diaspora yang lahir dan mempelajari sepak bola di Ceko itu sudah rutin menghuni skuad Vietnam sejak Piala Asia 2023, Januari 2024 lalu.
Begitu pun Timor Leste, negara tetangga Indonesia, juga memiliki satu pemain diaspora. Ia adalah Claudio Osorio yang lahir dan besar di Inggris. Pemain berposisi gelandang itu bahkan tercatat pernah membela tim U-15 Inggris pada laga uji coba kontra Turki U-15, 17 Desember 2016, di Birmingham.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/04/29/845af26c-fac8-4544-821d-2931768e2166_jpg.jpg)
Kala itu, Osorio masuk dalam susunan pemain utama. Osorio bermain sejak sepak mula bersama Cole Palmer yang kini membela Chelsea. Ia bermain selama 1 jam sebelum digantikan oleh Jude Bellingham, bintang Real Madrid. Dalam satu tahun terakhir, Osorio sempat terdaftar sebagai pemain tim Divisi Satu Liga Irlandia, Cobh Ramblers.
Sementara itu, keinginan Pelatih Indonesia Shin Tae-yong memanggil pemain yang lebih dahulu menjalani proses naturalisasi, seperti Ivar Jenner, Justin Hubner, dan Rafael Struick, kemungkinan bertepuk sebelah tangan.
Klub pemilik tiga pemain itu keberatan melepas para pemainnya tampil di Kejuaraan ASEAN 2024. Struick pun paling mungkin tampil jika skuad ”Garuda” lolos ke babak semifinal dan final.
Dengan kondisi itu, Indonesia akan kembali tampil dengan skuad asli pembinaan lokal. Shin pun untuk kali pertama hanya mengandalkan pemain kelahiran dan lulusan pembinaan dalam negeri di Kejuaraan ASEAN.
Pasalnya, sejak menangani Indonesia di edisi 2020, Shin selalu membawa pemain yang besar di luar Indonesia. Pada 2020, skuad Indonesia diperkuat Elkan Baggott yang tumbuh dan berkarier di Inggris, kemudian Victor Igbonefo dan Ezra Walian. Lalu, Shin mengandalkan Jordi Amat, Marc Klok, dan Ilija Spasojevic pada edisi 2022.
Alhasil, dalam Kejuaraan ASEAN 2024 hanya Myanmar dan Laos yang tidak mengandalkan pemain diaspora dan naturalisasi.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/04/27/5888d6b0-9976-4661-a223-58e466b057b9_jpg.jpg)
Jika salah satu dari negara-negara yang mengandalkan pemain naturalisasi dan diaspora itu menjadi juara edisi 2024, fenomena mengandalkan pemain-pemain hasil didikan akademi luar negeri, terutama Eropa, berpeluang semakin pesat terjadi di kawasan ASEAN.
Tujuannya, demi meningkatkan level timnas secara singkat di tengah kualitas pembinaan yang belum sepenuhnya membaik.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji Dewabrata