Pemain Indonesia kelahiran Belanda sudah tidak asing bertanding dengan skuad Jepang. Ada lima pemain ”Samurai Biru” yang pernah dan tengah tampil di Liga Belanda.
12 Nov 2024 16:34 WIB · Olahraga
Oleh Muhammad Ikhsan Mahar - [email protected]
Duel kontra Jepang pada laga kelima Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026, Jumat (15/11/2024) pukul 19.00 WIB, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, merupakan adu gengsi pemain-pemain lulusan Liga Belanda. Delapan anggota skuad ”Garuda” sudah mengenal setidaknya lima pemain Jepang.
Sebanyak delapan pemain Indonesia yang pernah berlaga di Eredivisie, kompetisi kasta tertinggi sepak bola Belanda, adalah Maarten Paes, Shayne Pattynama, Jay Idzes, Calvin Verdonk, Kevin Diks, Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Ragnar Oratmangoen. Dari sejumlah nama itu menyisakan Calvin, Thom, dan Eliano yang masih bertahan di Belanda.
Kemudian, lima pemain Jepang yang memulai karier di Eropa melalui Eredivisie ialah Keito Nakamura, Ritsu Doan, Yukinari Sugawara, Ko Itokura, dan Koki Ogawa.
Dari sejumlah nama itu, hanya Ogawa yang masih berkarier di Belanda, tepatnya NEC Nijmegen. Ogawa sudah membela Nijmegen sejak musim 2023-2024. Ia merupakan rekan setim Calvin.
Penyerang sayap Doan yang kini berkarier di klub Jerman, SC Freiburg, hijrah ke Eropa kali pertama dengan membela Groningen. Dalam periode 2017 hingga 2019 di Groningen, ia tampil dalam 35 laga dan mencetak lima gol. Lalu, Doan membela PSV Eindhoven pada 2019-2022 dengan catatan 13 gol dari 64 laga.
Itokura, bek tengah, juga telah berkarier di Jerman bersama Borussia Moenchengladbach. Ia sempat melanjutkan estafet pemain Jepang di Groningen dari Doan. Itokura bermain 59 kali untuk Groningen sejak 2019 hingga 2021.
Nakamura, gelandang sayap yang kini membela tim Perancis, Reims, bermain untuk Twente dan satu tim dengan bek Indonesia, Mees Hilgers, pada musim 2019-2020. Bek sayap Sugawara pun memulai karier profesional di Jong AZ Alkmaar pada 2019 hingga menembus tim utama AZ pada 2020 sampai 2024.
Sejatinya masih ada penyerang tengah utama Jepang, Ayase Ueda, yang membela klub Belanda, Feyenoord. Tetapi, Ueda urung dibawa Pelatih Jepang Hajime Moriyasu ke Jakarta akibat menderita cedera hamstring.
Ueda adalah momok bagi skuad Garuda ketika jumpa di babak penyisihan Piala Asia 2023 di Qatar, 24 Januari 2024. Kala itu, ia mencetak brace atau dua gol yang membantu Jepang unggul 3-1.
Meskipun tanpa Ueda, Jepang tetap tim yang berbahaya. Moriyasu membawa empat penyerang tengah yang terdiri dari duo Glasgow Celtic, Kyogo Furuhashi dan Daizen Maeda, Yuki Ohashi yang membela Blackburn Rovers, serta Ogawa.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/11/80aa8413-066c-4e61-bced-f52ea8d9ea90_jpg.jpg)
Kami bersahabat dan sering bercanda satu sama lain. Ia mengisahkan saya tentang pemain Jepang, saya juga memberi tahu dia tentang pemain Indonesia.
Calvin mengakui Ogawa adalah penyerang yang berbahaya. Ogawa, yang memulai karier profesional bersama Jubilo Iwata, adalah pemain depan Jepang tersubur yang dibawa ke Jakarta. Ia sudah mencetak tujuh gol dari tujuh laga.
”Mungkin dia (Ogawa) akan bermain sejak menit awal karena penyerang pertama, Ueda, tengah cedera. Kehadiran dia akan membuat kami tidak boleh lengah,” ujar Calvin dalam agenda media day di Jakarta, Selasa (12/11/2024).
Sebelum bergabung dengan timnas masing-masing, kata Calvin, dirinya berbincang dengan Ogawa untuk ”saling mengancam”. Calvin menuturkan Ogawa sudah mengetahui kekuatan tim Indonesia yang dihuni sejumlah pemain kelahiran dan memulai karier di Belanda.
”Kami bersahabat dan sering bercanda satu sama lain. Ia mengisahkan saya tentang pemain Jepang, saya juga memberi tahu dia tentang pemain Indonesia. Ogawa tahu Indonesia memiliki tim yang bagus,” ucap Calvin yang telah mencatatkan lima cap untuk Indonesia.
Eliano, bek yang juga gelandang sayap, mengakui kualitas sejumlah pemain Jepang yang berkarier di Liga Belanda. Tak ketinggalan, Eliano juga mengingatkan kualitas Ogawa yang berstatus pencetak gol terbanyak bagi Nijmegen. Dari 12 laga tampil di seluruh ajang musim ini, Ogawa sudah mencetak tujuh gol, juga menyumbang sebuah asis.
”Ogawa adalah representasi kualitas pemain Jepang yang selalu bagus di Eredivisie. Pemain Jepang memiliki teknik yang bagus. Mereka bisa bermain sangat baik dengan Ogawa sebagai penyerang,” ucap Eliano yang menjalani debut membela Indonesia di pertandingan kontra Bahrain, bulan lalu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/11/a0885416-e300-4a22-89ed-e6c12d2f7f11_jpg.jpg)
Bekal pengalaman dan pemahaman pemain-pemain Indonesia terhadap pemain Jepang di Liga Belanda menjadi modal untuk mempersiapkan diri lebih baik. Calvin dan beberapa pemain diaspora Indonesia kelahiran Belanda akan berbagi informasi untuk menghadapi pemain-pemain Jepang yang mereka ketahui.
Witan Sulaeman, penyerang sayap Indonesia, mengatakan informasi itu bakal berguna untuk lebih mengenal kekuatan dan kualitas individu pemain Samurai Biru. Ia pun yakin anggota skuad Garuda yang bermain di Belanda akan meningkatkan permainan Indonesia dibandingkan pertemuan terakhir di Piala Asia 2023 lalu.
”Kemarin (Senin) kami belum berbicara tentang (pemain Jepang) itu. Mungkin hari (Selasa) ini dan (Rabu) besok, kami akan memiliki sesi khusus untuk mempelajari pemain Jepang,” kata Witan yang bermain sejak menit ke-54 pada laga kontra Jepang di Piala Asia Qatar.
Tentu peningkatan kuantitas pemain diaspora dari delapan di Piala Asia 2023 menjadi 15 pada laga di SUGBK nanti amat diharapkan meningkatkan performa tim. Hal itu amat bisa terwujud karena mereka sudah berpengalaman menghadapi pemain Jepang di kompetisi level elite Eropa.
Apabila transfer pengetahuan berjalan lancar serta seluruh pemain Indonesia menyajikan performa terbaik, Garuda berpeluang mengejutkan Samurai Biru. Setidaknya anak asuhan Shin Tae-yong bisa mengulang duel terakhir melawan Jepang di SUGBK pada kualifikasi Piala Dunia 1990, 28 Mei 1989, yang berakhir imbang tanpa gol.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji Dewabrata