Trofi Piala Super Spanyol sangat mungkin jadi titik balik Alonso yang sedang mendapat tekanan hebat di Real Madrid. Bisakah ia mengatasi performa menanjak Barcelona?
10 Jan 2026 13:04 WIB · Olahraga
AP
JEDDAH, SABTU — Saat terdesak, seseorang cenderung mampu melampaui batas-batas kemampuan dirinya. Hal itulah yang menarik disimak dari Xabi Alonso pada final Piala Super Spanyol di Stadion Kota Olahraga Raja Abdullah, Jeddah, Arab Saudi, Senin (12/1/2026) pukul 02.00 WIB. Alonso yang sedang terpojok wajib membawa Real juara. Akan tetapi, misi itu tidak mudah mengingat Barcelona yang sedang dalam performa terbaik.
Trofi Piala Super Spanyol bisa dikatakan sebagai formula pereda tekanan Alonso. Kinerja pelatih asal Negara Bagian Basque itu tengah disorot menyusul hasil kurang meyakinkan Real di Liga Spanyol. Real yang awalnya tancap gas sejak awal musim, mengungguli Barca dengan tujuh poin, kini justru tertinggal empat poin.
Secara keseluruhan, Alonso belum memuaskan dari segi cara bermain tim dan hasil. Oleh sebab itulah, dia amat membutuhkan trofi pertama sejak menangani tim musim ini sebagai penawar derita. Trofi Piala Super Spanyol setidaknya akan sedikit menggeser keraguan publik Real terhadap Alonso.
Sejauh ini, Alonso belum teruji menghadapi lawan yang punya kualitas pemain mumpuni. Jika mampu menang atas Barca, kepercayaan terhadap Alonso dipastikan naik. Sebaliknya, kekalahan dari Barca sudah dipastikan makin membuat posisi Alonso di ujung tanduk. Apalagi, pada pertemuan pertama di liga Alonso sukses mengalahkan Barca, 2-1. Apabila kalah dari Barca di final, itu artinya Alonso memang inkonsisten.
”Kami tahu itu (final) akan sulit dan kemarin kami berbicara tentang tidak melupakan pertandingan liga. Kami membutuhkan energi dalam duel, pertarungan, dan hal-hal yang kami tahu bisa kami lakukan,” ujar Alonso seusai laga semifinal kontra Atletico Madrid.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/10/4045a5b4a5562da407f9a793b5c8ce1a-FBL_KSA_ESP_SUPERCUP_ATLETICO_MADRID_REAL_MADRID_135149607.jpg)
Hanya saja kemenangan Alonso di liga tidak bisa menjadi acuan performa Barca sekarang. Saat itu, Barca tampil tanpa kehadiran Pelatih Hansi Flick yang terkena hukuman kartu. Pertandingan pun berlangsung di markas Real. Situasinya jadi berbeda kali ini di mana laga dihelat di tempat netral. Flick pun sudah bisa mendampingi timnya.
Kami harus menang. Tahun lalu kami kalah di dua final melawan mereka dan kami sangat ingin menang, begitu juga mereka, yang kalah di ’el clasico’ liga dan pasti ingin balas dendam.
Performa Barca yang sukses meraih sembilan kemenangan beruntun dengan lima laga tanpa kebobolan bisa mematahkan semangat juang Real. Pada perjalanan menuju final, Barca membekap Athletic Bilbao lima gol tanpa balas. Ini berkebalikan dengan Real yang harus susah payah mengatasi Atletico Madrid. Meski menang, Real belum memainkan cara bermain seperti diinginkan Alonso. Kemenangan Real cenderung diraih berkat kecemerlangan individu dari pemainnya.
Peluang Alonso untuk menang pun terganjal persoalan cedera, terutama di lini belakang. Bek tengah tangguh Antonio Ruediger diragukan tampil setelah ditarik keluar karena cedera pada laga sebelumnya. Dean Huijsen berpotensi menggantikan Ruediger, tetapi mantan pemain Bournemouth itu perlu mengembalikan sentuhannya setelah lama absen.
Kabar baiknya, penyerang andalan, Real Kylian Mbappe, telah mendarat di Arab Saudi dan diproyeksikan tampil. Mbappe adalah salah satu pemain yang menyumbang gol kemenangan Real saat mengalahkan Barca pada pertemuan di liga pada Oktober lalu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/10/e6621473489c0fae79e445af909348d5-FILES_FBL_ESP_LIGA_REAL_MADRID_135026397.jpg)
Di sisi lain, para pemain Barca belum bisa melupakan kekalahan dari Real. Mereka menyaksikan laga Real melawan Atletico melalui televisi di kamar hotel. Para pemain Barca senang karena Real melaju ke final yang artinya kesempatan mereka membalas dendam terbuka.
”Kami harus menang. Tahun lalu kami kalah di dua final melawan mereka dan kami sangat ingin menang, begitu juga mereka, yang kalah di el clasico liga dan pasti ingin balas dendam. Ini akan menjadi pertandingan besar antara dua tim yang sama-sama ingin menang,” kata kiper Real, Thibaut Courtois.
Barca lebih difavoritkan di final karena sedang dalam tren positif. Kiper Joan Garcia tengah menikmati penampilan terbaiknya dengan mencatatkan nirbobol dalam tiga laga terakhir secara beruntun.
Di lini depan, seluruh pemain Barca siap tampil, termasuk Marcus Rashford, Robert Lewandowski, dan Ferran Torres. Meski tidak cedera, Lamine Yamal diragukan bisa menjadi pembeda lantaran sedang kesulitan menampilkan performa terbaiknya di laga-laga krusial belakangan ini.
Saking banyaknya pilihan pemain, Flick bahkan kesulitan menentukan siapa yang pantas menempati pos gelandang serang. Di pos tersebut ada Fermin Lopez dan Dani Olmo yang juga sama-sama sedang tampil bagus.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/10/43d5a5e5dcbb338844832fdb0aa2200f-FBL_KSA_ESP_SUPERCUP_BARCELONA_ATHLETIC_BILBAO_PRESSER_135101741.jpg)
”Saya sangat menghargai apa yang telah saya lihat hari ini. Kami telah berada di level yang sangat tinggi, baik dalam bertahan maupun menyerang,” kata Flick.
Sangat manusiawi jika Flick merasa amat yakin jelang final. Apalagi, rekor pertemuan memihak Flick yang mencetak empat kemenangan dan hanya sekali kalah dalam lima el clasico sebelumnya.
Namun, Flick hendaknya menyisakan ruang untuk waspada. Terutama melawan orang-orang yang sedang terdesak. Alonso yang berada di bawah bayang-bayang pemecatan sangat mungkin membalikkan prediksi, mengubah mimpi indah Barca menjadi kenyataan pahit. (AFP)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra