Final WTA untuk Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi

Indonesia memiliki dua petenis putri yang lolos ke final turnamen WTA Tour.  Janice Tjen bermain di WTA Sao Paulo, sementara Aldila Sutjiadi di WTA Guadalajara.

14 Sep 2025 06:57 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

SAO PAULO, SABTU — Setelah tampil dalam turnamen Grand Slam untuk pertama kalinya berkat rangkaian juara di turnamen ITF, Janice Tjen memasuki persaingan WTA Tour. Dalam debutnya pada level tersebut, Janice menembus final, mengikuti seniornya, Aldila Sutjiadi.

Kedua petenis putri Indonesia tersebut bersaing dalam turnamen dan nomor berbeda di Amerika pada pekan ini. Janice tampil di tunggal putri dalam turnamen WTA 250 Sao Paulo, Brasil, sementara Aldila bertanding pada level yang lebih tinggi, WTA 500 Guadalajara, Meksiko. Aldila, yang fokus bermain ganda putri sejak 2023, berduet bersama pemain Meksiko, Giuliana Olmos.

Janice mendapat tiket final setelah mengalahkan unggulan keenam asal Inggris, Francesca Jones, dalam semifinal yang berlangsung Sabtu (13/9/2025) siang waktu setempat atau Minggu (14/9/2025) dini hari waktu Indonesia. Janice menang dengan skor 7-6 (0), 6-3.

Quote

Ini sangat spesial. Saya tampil untuk pertama kalinya dalam turnamen WTA dan bisa lolos ke final adalah bonus.

Jones, ranking ke-85 dunia, menjadi petenis ketiga dari empat lawan yang dikalahkan Tjen dengan peringkat lebih baik. Petenis Indonesia ranking ke-130 dunia itu mengalahkan Leolia Jeanjean (ranking ke-95) pada babak pertama, Alexandra Eala (61) di perempat final, lalu Jones dalam semifinal. Jeanjean dan Eala juga berstatus unggulan, yaitu unggulan ketujuh dan ketiga.

Janice Tjen, of Indonesia, reacts after scoring a point against Veronika Kudermetova, of Russia, during the first round of the US Open tennis championships, Sunday, Aug. 24, 2025, in New York. (AP Photo/Frank Franklin II)

”Ini sangat spesial. Saya tampil untuk pertama kalinya dalam turnamen WTA dan bisa lolos ke final adalah bonus. Namun, final hanyalah pertandingan lain dari turnamen ini, kita lihat apa yang bisa saya lakukan,” kata Janice dalam laman resmi WTA.

Petenis berusia 23 tahun itu akan melawan sesama petenis non-unggulan asal Perancis, Tiantsoa Rakotomanga Rajaonah, di final, Minggu siang waktu setempat. Dia adalah petenis berusia 19 tahun yang menempati peringkat ke-214 dunia.

Meskipun memiliki ranking lebih rendah dari Janice, Rajaonah punya pengalaman yang sedikit lebih banyak dalam menjalani turnamen WTA Tour. Selain AS Terbuka (tersingkir pada babak kualifikasi), Rajaonah tampil pada babak pertama Perancis Terbuka di arena Grand Slam. Dia juga pernah tampil dalam turnamen WTA 250 lainnya di Rouen, Perancis, pada April, dan mencapai perempat final.

Namun, performa yang lebih stabil dalam 15 bulan terakhir membuat Janice memiliki peluang untuk mengalahkan Rajaonah di final. Sebelum mendapat kesempatan tampil di panggung Grand Slam, yaitu AS Terbuka sejak babak kualifikasi hingga babak kedua, Janice tampil konsisten dalam turnamen ITF.

Janice Tjen, of Indonesia, returns a shot to Emma Raducanu, of Great Britain, during the second round of the U.S. Open tennis championships, Wednesday, Aug. 27, 2025, in New York. (AP Photo/Andres Kudacki)

Dia aktif kembali di persaingan tenis profesional sejak Juni 2024 usai menyelesaikan kuliah di Universitas Pepperdine, AS. Janice menjuarai 13 turnamen dari 22 final.

Di AS Terbuka, Janice mengalahkan petenis unggulan, Veronika Kudermetova, pada babak pertama, lalu kalah dari Emma Raducanu di babak kedua. Berkat hasil itu, rankingnya naik dari posisi ke-371 menjadi 149 hingga dia bisa memasuki turnamen WTA Tour dalam perjalanan berikutnya.

Janice memulai dari level terendah, yaitu WTA 250, dan membuat kejutan. Dia mengikuti langkah Angelique Widjaja dan Yayuk Basuki sebagai petenis Indonesia yang bisa mencapai final WTA pada nomor tunggal. Ketika mencapai semifinal, Janice bahkan menjadi petenis tunggal Indonesia pertama yang melakukannya setelah Angelique pada 2002.

Di nomor ganda, ada Aldila yang fokus bertanding pada nomor tersebut sejak 2023. Final WTA Guadalajara, melawan Nicole Melichar-Martinez/Irina Khromacheva, menjadi yang kedua pada level WTA 500 setelah WTA Starsbourg, Perancis, pada 2024. Saat itu, Aldila berpasangan dengan Asia Muhammad dan kalah dari Cristina Busca/Monica Niculescu.

Petenis Jawa Timur, Aldila Sutjiadi (kanan) dan Janice Tjen, meninggalkan arena pertandingan setelah mengalahkan sesama wakil Jawa Timur, Jessy Rompies dan Beatrice Gumulya, pada final tenis nomor ganda putri PON Aceh-Sumut 2024 di Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Aceh, Kamis (19/9/2024). Aldila dan Janice mengalahkan Jessy dan Beatrice dengan poin 7-6, 6-4. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 19-09-2024

Pada level lebih tinggi, Aldila mencapai babak ketiga ganda putri Grand Slam sebagai hasil terbaik dan tiga kali menjadi semifnalis ganda campuran. Pemilik lima gelar juara WTA 250 ini juga menjadi finalis WTA Elite Trophy 2023 bersama Miyu Kato dan dua kali lolos ke semifinal WTA 1000.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan