Fluminense Melaju ke Semifinal Piala Dunia Antarklub, Akhir Bahagia Si Itik Buruk Rupa

Kesuksesan Fluminense menjegal Al Hilal lagi-lagi mengajarkan sepak bola bukanlah soal kemewahan tim. Kolektivitas dan kegigihan mengambil peran besar di lapangan.

05 Jul 2025 10:32 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

FLORIDA, SABTU — Fluminense benar-benar bernasib seperti si itik buruk rupa dalam dongeng karangan sastrawan Denmark, Hans Christian Andersen. Tidak lebih diunggulkan dibandingkan Al Hilal, Fluminense justru mengukir akhir bahagia dengan menang 2-1 pada laga perempat final Piala Dunia Antarklub di Stadion Camping World, Orlando, Florida, Amerika Serikat, Sabtu (5/7/2025) dini hari WIB.

Pelatih Fluminense Renato Gaucho dengan senang hati menerima status underdog timnya sebelum laga. Ia setuju, bahkan menyebut Fluminense sebagai si titik buruk rupa di hadapan Al Hilal yang agung. Fluminense tidak lebih difavoritkan lantaran tidak memiliki kemewahan skuad sebagaimana Al Hilal. Nilai pasar skuad Fluminense dan Al Hilal bak bumi dan langit.

Al Hilal dengan sokongan Dana Investasi Publik (Public Investment Fund/PIF) mampu menghadirkan pemain-pemain mahal dengan pengalaman bermain di Eropa seperti Renan Lodi, Joao Cancelo, Ruben Neves, dan Sergej Milinkovic-Savic. Total nilai pasar skuad Al Hilal mencapai 161,58 juta euro. Ini jauh lebih tinggi dari Fluminense yang hanya 86,15 juta euro.

”Melihat semua tim ini (di perempat final), Fluminense adalah itik buruk rupa, setidaknya dalam hal finansial. Ini adalah kompetisi besar, menghadapi lawan yang besar. Mereka (Al Hilal) memiliki kekuatan finansial,” kata Gaucho sebelum laga.

Dalam dongeng itik buruk rupa, sang itik pada akhirnya berubah menjadi angsa yang cantik setelah melewati banyak pengucilan dan penderitaan. Alur cerita dongeng itu kemudian sesuai dengan yang dialami Fluminense. Berkat kolektivitas tim dan bermain lepas tanpa status unggulan, Fluminense merebut tiket semifinal lewat sumbangan gol dari Matheus Martinelli dan Hercules. Adapun gol balasan Al Hilal dilesakkan Marcos Leonardo.

Pemain Fluminense Matheus Martinelli merayakan golnya ke gawang Al Hilal pada laga perempat final Piala Dunia Antarklub 2025 di Stadion Camping World, Orlando, Florida, Amerika Serikat, Sabtu (5/7/2025) dini hari WIB. Fluminense menang dengan skor 2-1.

Kedua tim mengambil pendekatan yang serupa di awal laga. Al Hilal dan Fluminense sama-sama bermain aman dengan menempatkan lima bek saat tidak menguasai bola. Al Hilal menumpuk pemain di lini tengah dalam formasi 5-3-2 sehingga menyulitkan para pemain Fluminense melepaskan umpan-umpan progresif.

Al Hilal dan Fluminense juga mencoba saling memancing agar pemain masing-masing keluar dari posisinya. Namun, para pemain kedua tim bermain sangat disiplin sehingga hanya ada dua tembakan tepat sasaran pada babak pertama. Gol Martinelli tercipta lima menit jelang waktu normal babak pertama usai. Gol itu berawal dari kesalahan Cancelo dalam membuang bola sehingga bisa kembali direbut dengan cepat oleh Gabriel Fuentes.

”Tidak mudah untuk memainkan pertandingan ini setelah apa yang terjadi (pada Diogo Jota). Kami harus berterima kasih kepada Ruben dan Cancelo (rekan setim Jota di timnas Portugal). Kami semua terkekang dan sedih. Namun, meskipun demikian, mereka berusaha bermain sebaik mungkin,” kata Pelatih Al Hilal Simone Inzaghi.

Cancelo dan Neves memang tampil di bawah performa pada laga ini. Mereka kerap salah posisi dan tidak berkontribusi besar sebagaimana saat Al Hilal mengalahkan Manchester City di laga sebelumnya.

Eksekusi bola mati

Saat tertinggal, Inzaghi menerapkan kembali keahliannya dalam memoles tim dalam mengoptimalkan eksekusi bola mati. Al Hilal bisa menyamakan kedudukan lewat skenario ini pada menit ke-51.

Pemain Fluminense Hercules (kanan) merayakan golnya ke gawang Al Hilal setelah menaklukkan kiper Yassine bounou pada laga perempat final Piala Dunia Antarklub 2025 di Stadion Camping World, Orlando, Florida, Amerika Serikat, Sabtu (5/7/2025) dini hari WIB. Fluminense menang dengan skor 2-1.

Kalidou Koulibaly jadi target eksekusi bola mati berkat kekuatan fisik dan ketangguhannya dalam duel udara. Bola berhasil ditanduk Koulibaly tetapi mengenai kaki Leonardo. Dari jarak dekat, Leonardo tanpa kesulitan berarti bisa menjebol gawang Fluminense.

Gol Leonardo menodai catatan mengesankan Fluminense yang belum pernah kebobolan di babak kedua sepanjang Piala Dunia Antarklub.

Butuh waktu 20 menit bagi Fluminense untuk kembali unggul. Hercules yang masuk sebagai pemain pengganti membuktikan julukan supersub kepada dirinya tidak keliru. Dia memanfaatkan kelengahan lini belakang Al Hilal jelang laga usai lewat sepakan keras jarak dekat yang berbuah gol.

”Saya sangat gembira dengan gol itu, tetapi saya juga sangat berterima kasih kepada rekan-rekan setim saya. Mereka sangat membantu saya,” kata Hercules kepada DAZN.

Hingga laga usai, Al Hilal gagal mencetak gol tambahan. Hasil tersebut semakin mendekatkan skenario semifinal sesama tim Brasil. Laga ideal itu akan terwujud bila Palmeiras mampu mengalahkan Chelsea pada laga perempat final lainnya. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan