BOLA VOLI PUTRI

Fokus Pengembangan Karier, Megawati Hangestri Mundur dari Timnas Voli Indonesia

Megawati Hangestri Pertiwi mengundurkan diri dari timnas bola voli putri yang akan mengikuti serangkaian turnamen dari Juni hingga Agustus 2026.

01 Mei 2026 11:11 WIB · Olahraga

KOMPAS/RIAN SEPTIANDI

Oleh Rebiyyah Salasah

JAKARTA, KOMPAS — Pebola voli putri andalan timnas Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, memutuskan mundur dari skuad ”Merah Putih” untuk serangkaian turnamen dari Juni-Agustus 2026. Karier profesional jadi salah satu pertimbangan Megawati mengundurkan diri dari timnas bola voli putri.

Pengunduran diri itu disampaikan melalui surat resmi kepada Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) pada Senin (27/4/2026). Megawati kemudian memberikan pernyataan resminya melalui PP PBVSI pada Kamis (30/4/2026).

Sebelumnya, PBVSI telah menetapkan 17 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas) sebagai persiapan menghadapi sejumlah ajang internasional pada periode Juni-Agustus. Megawati menjadi salah satu pemain yang dipanggil untuk memperkuat timnas.

Megawati mengatakan, keputusan untuk mengundurkan diri dari timnas diambil melalui pertimbangan yang matang. Salah satunya adalah fokus untuk pengembangan karier profesional sebagai pebola voli putri.

Pemain timnas bola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, berusaha mengeblok bola saat menghadapi Thailand di SEA Games Thailand 2025 di Stadion Tertutup Hua Mak, kompleks Stadion Nasional Rajamangala, Bangkok, Thailand, 14 Desember 2025. KOMPAS/REBIYYAH SALASAH

”Keputusan ini saya ambil dengan pertimbangan yang matang, termasuk fokus pada pengembangan karier profesional, kondisi fisik, dan rencana pribadi ke depan,” ujar Megawati yang baru saja mengantarkan Jakarta Pertamina Enduro menjuarai Proliga 2026.

Seperti diketahui, setelah berkarier selama dua musim di Korea Selatan bersama Daejeon JungKwanJang Red Sparks, Megawati belum menjalani karier profesional di luar negeri lagi. Kendati sempat bergabung dengan klub Turki, Manisa Buyuksehir Belediyespor Kulubu, ia batal melakoni kompetisi di Liga Turki 2025-2026.

Megawati kemudian bermain pada babak final four Livoli Divisi Utama 2025, kompetisi kasta kedua bola voli Indonesia, bersama Bank Jatim. Setelah itu, pebola voli yang dijuluki ”Megatron” oleh penggemar ini memperkuat Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026.

Padahal, sebagai salah satu pemain terbaik Indonesia, karier profesional di luar negeri dinilai sebagai jalan untuk mengembangkan kemampuan Megawati. Pemain asal Jember, Jawa Timur, ini sebelumnya telah mengumpulkan pengalaman bermain di beberapa negara, seperti Thailand (Supreme Chonburi-E.Tech) dan Vietnam (Ha Phu Thanh Hoa).

Pebola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, tampil bersama Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparkspada laga kelima babak final Liga Bola Voli Korea Selatan 2024-2025 melawan Heungkuk Life Insurance Pink Spiders di i Gimnasium Samsam World, Incheon, Selasa (8/4/2025). Megawati dan kawan-kawan kalah 2-3 (24-26. 24-26, 26-24. 25-23, 13-15). *** Local Caption *** Pebola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, tampil bersama Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparkspada laga kelima babak final Liga Bola Voli Korea Selatan 2024-2025 melawan Heungkuk Life Insurance Pink Spiders di i Gimnasium Samsam World, Incheon, Selasa (8/4/2025). Megawati dan kawan-kawan kalah 2-3 (24-26. 24-26, 26-24. 25-23, 13-15).

Media Korea Selatan, Sport Seoul, menyebut, Megawati diminati klub lain di negara tersebut, yaitu Suwon Hyundai E&C Hillstate. Pelatih Hillstate Kang Sung-hyung bahkan hadir ketika Megawati tampil di pertandingan final kedua Proliga 2026 melawan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026).

Kendati demikian, Megawati masih bungkam terkait rumor kembali berkarier ke Korsel. Pemain Indonesia pertama yang berkarier di Liga Bola Voli Korea Selatan ini meminta publik menunggu kabar resmi.

Di sisi lain, Megawati sebenarnya didera cedera lutut sejak membawa Red Sparks jadi runner-up Liga Bola Voli Korea Selatan. Cedera tersebut belum sepenuhnya pulih ketika Megawati kembali ke Indonesia. Terlebih, ia belum memiliki waktu cukup untuk memulihkan diri karena agenda bersama klub maupun timnas.

Cedera masih mendera Megawati, bahkan ketika memutuskan bermain di Proliga bersama Jakarta Pertamina Enduro. Bersama Pertamina, Megawati kerap absen latihan dan menjalani perawatan khusus.

”Saya percaya, ini adalah langkah terbaik yang dapat saya ambil saat ini,” ujar Megawati.

Megawati Hangestri Pertiwi (kanan) menjalani penguatan di pinggir lapangan saat rekan setimnya di Jakarta Pertamina Enduro berlatih di GOR Pertamina, Simprug, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Megawati Hangestri Pertiwi menjalani penguatan di pinggir lapangan saat rekan setimnya di Jakarta Pertamina Enduro berlatih di GOR Pertamina, Simprug, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Megawati Hangestri Pertiwi menjalani penguatan di pinggir lapangan saat rekan setimnya di Jakarta Pertamina Enduro berlatih di GOR Pertamina, Simprug, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Megawati Hangestri Pertiwi menjalani penguatan di pinggir lapangan saat rekan setimnya di Jakarta Pertamina Enduro berlatih di GOR Pertamina, Simprug, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Wakil Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBVSI Loudry Maspaitella mengatakan, pelatnas merupakan bagian dari persiapan tiga agenda besar tahun ini. Agenda pertama adalah AVC Nation’s Cup di Filipina pada 6-9 Juni 2026.

Setelah itu, timnas putri akan mengikuti dua seri SEA V League di Vietnam dan Thailand pada akhir Juli hingga awal Agustus. Terakhir, timnas putri bakal ikut serta dalam AVC Continental Cup di Tianjin, China, 21-30 Agustus.

Di jajaran ofisial, Marcos Sugiyama dipercaya sebagai kepala pelatih yang akan memimpin persiapan tim bersama staf pendukung lainnya. Sugiyama sebelumnya ditunjuk sebagai pelatih tim putri U-21 untuk Kejuaraan Dunia U-21 2025 dan timnas putri senior untuk SEA Games Thailand 2025.

Dalam daftar pemain yang dipanggil PBVSI, Megawati tercantum sebagai bagian dari lini serang. Dengan mundurnya Megawati, Sugiyama dan tim kepelatihan harus menyesuaikan komposisi tim menjelang pelatnas.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan