TENIS

Fonseca Membuat Perancis Terbuka Punya Juara Baru

Berbagai kejutan mewarnai pekan pertama persaingan tunggal putra turnamen tenis Perancis Terbuka. Juara baru pun akan lahir sebelum babak tiga berakhir.

30 Mei 2026 12:01 WIB · Olahraga

AP Photo/Christophe Ena

Oleh Yulia Sapthiani

Dominasi Rafael Nadal dan tingkat kesulitan tinggi dalam menaklukkan lapangan tanah liat Roland Garros, Paris, Perancis, membuat tak banyak nama yang masuk dalam daftar juara tunggal putra. Setelah hanya ada lima juara sejak 2005, juara baru akan lahir pada 2026.

Pertandingan epik di Lapangan Philippe Chatrier, lapangan utama di Roland Garros, Jumat (29/5/2026), menjadi penentu, yaitu ketika Novak Djokovic dikalahkan Joao Fonseca. Atlet Brasil berusia 19 tahun itu menang dengan skor 4-6, 4-6, 6-3, 7-5, 7-5 dan akan berhadapan dengan Casper Ruud pada babak keempat.

Fonseca bertemu Djokovic untuk pertama kalinya dan kesempatan ini terjadi di panggung besar. Bertanding pada hari kelima turnamen, Djokovic berstatus juara Perancis Terbuka yang tersisa. Sebelumnya, ada Stan Wawrinka (juara 2015) yang tampil untuk pertama kalinya di Roland Garros dan kalah pada babak pertama.

French Open Tennis

Djokovic (juara 2016, 2021, 2023) dan Wawrinka adalah dua dari hanya empat juara tunggal putra selain Nadal dalam rentang 21 tahun pada 2005-2025. Dua petenis lainnya adalah Roger Federer (juara 2009) dan Carlos Alcaraz (juara 2024 dan 2025). Pada sebagian besar penyelenggaraan dalam rentang tersebut, yaitu 14 kali, trofi The Musketeers didapat Nadal.

Nama-nama itu adalah petenis yang bisa menaklukkan persaingan dua pekan dalam format best of five sets di lapangan dengan tingkat kesulitan tinggi. Lapangan tanah liat menuntut petenis bisa membangun pola permainan dengan baik dan sabar.

Di Roland Garros, petenis tak bisa mengandalkan pukulan keras karena lapangan memantulkan bola dengan lambat dan tinggi. Perebutan setiap poin cenderung berlangsung dalam reli sehingga diperlukan juga daya tahan fisik yang prima. Kemampuan khusus lain yang diperlukan adalah bergerak dengan cara meluncur di atas licinnya lapangan tanah liat.

Fonseca punya potensi menguasai kemampuan itu karena akrab dengan lapangan tanah liat. Pada ajang berlevel ATP Masters 1000, hasil terbaiknya didapat di turnamen tanah liat Monte Carlo Masters 2026, yaitu ketika mencapai perempat final. Fonseca memiliki dua gelar ATP Tour, salah satunya dari turnamen tanah liat ATP 250 Buenos Aires pada 2025.

French Open Tennis

Perjalanan terjauhnya di panggung Grand Slam, sebelum Perancis Terbuka 2026, adalah saat mencapai babak ketiga di Roland Garros pada 2025, juga di Wimbledon pada tahun yang sama. Maka, saat harus berhadapan dengan Djokovic, si pemilik 24 gelar Grand Slam, Fonseca hanya tinggal menikmatinya.

Dia tetap membawa pola pikir itu meski kehilangan dua set awal dalam waktu kurang dari dua jam. Juara AS Terbuka Yunior 2023 dan Final ATP Next Gen 2024 ini akhirnya membuat pertandingan berjalan lima set dan memenanginya setelah bertanding selama 4 jam 53 menit. Ini menjadi pertandingan terlama yang dijalani Fonseca.

Quote

Tentu saja ini situasi yang sulit bagi saya, kalah setelah memenangi dua set awal. Namun, tak diragukan, Fonseca bermain lebih baik pada momen penting di set keempat dan kelima.

Kemenangan itu adalah persaingan Perancis Terbuka yang tak diikuti juara Grand Slam sejak babak keempat untuk pertama kalinya sejak 1968. Fonseca menjadi remaja pertama yang mengalahkan mantan juara setelah tertinggal dua set di Roland Garros sejak Perancis Terbuka 1989. Saat itu, Michael Chang menjadi juara, salah satunya, setelah mengalahkan Ivan Lendl pada babak keempat dengan skor 4-6, 4-6, 6-3, 6-3, 6-3.

French Open Tennis

”Tentu saja ini situasi yang sulit bagi saya, kalah setelah memenangi dua set awal. Namun, tak diragukan, Fonseca bermain lebih baik pada momen penting di set keempat dan kelima. Dia bisa memukul dan mengarahkan pukulan luar biasa. Level permainannya sangat baik,” tutur Djokovic saat konferensi pers.

Pengakuan atas penampilan Fonseca juga disampaikan Djokovic secara langsung seusai pertandingan saat mereka bersalaman di net. ”Saya mengucapkan selamat dan mengatakan bahwa dia layak untuk menang. Dia juga harus bangga karena bermain sangat baik,” kata Djokovic dalam laman resmi turnamen.

Djokovic bercerita bahwa dirinya kehabisan energi pada akhir set ketiga dan keempat. Hanya dukungan penonton yang membuatnya bertahan.

Joao Fonseca (kanan) mendapat ucapan selamat dari Novak Djokovic seusai mereka berhadapan pada babak ketiga tunggal putra Perancis Terbuka. Di Roland Garros, Paris, Jumat (29/5/2026), Fonseca menang lima set.

”Saya hampir kesulitan berdiri, tetapi saat melihat ke arah penonton dan melihat dukungan mereka, semangat saya tumbuh lagi. Jadi, di balik rasa kecewa ini, ada kebanggaan yang saya rasakan,” ujar petenis berusia 39 tahun tersebut.

Di tengah kesulitan melawan Djokovic dan dengan cuaca panas bersuhu 33 derajat celsius, Fonseca berusaha tetap fokus pada setiap poin.

”Saya tidak fokus bahwa saya harus memenangi tiga set. Saya hanya berpikir untuk tetap bermain karena Novak menghancurkan saya pada dua set. Setelah memenangi set keempat, saya sangat kelelahan. Saya pun berusaha bertahan pada set kelima dengan segenap hati. Maka, sulit rasaya untuk percaya bahwa saya bisa menang,” tutur Fonseca, yang untuk pertama kalinya akan tampil pada babak keempat Grand Slam. (AFP/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul