BULU TANGKIS

Formula Fajar/Fikri Taklukkan Kim/Seo

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjuarai Jepang Terbuka. Mereka mengalahkan ganda putra nomor satu dunia di final.

19 Jul 2026 19:46 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

TOKYO, MINGGU — Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kembali menemukan formula untuk mengalahkan ganda putra nomor satu dunia, Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan). Kemenangan itu mengantarkan mereka ke podium juara turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka.

Fajar/Fikri menang atas Kim/Seo dengan skor 21-19, 21-17 dalam laga final di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Jepang, Minggu (19/7/2026). Gelar juara ini menjadi yang pertama pada 2026 setelah mereka kalah di final Singapura Terbuka, akhir Mei.

Jepang Terbuka cukup spesial bagi Fajar/Fikri. Ajang dengan level BWF World Tour Super 750 ini menjadi turnamen pertama mereka setelah berpasangan sejak Juli 2025.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri saat tampil dalam final ganda putra turnamen Jepang Terbuka di Tokyo, Jepang, Minggu (19/7/2026). Fajar/Fikri menjadi juara setelah mengalahkan Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan).

Saat itu, partner Fikri, yaitu Daniel Marthin, mengalami cedera. Adapun Muhammad Rian Ardianto, pasangan Fajar, beristirahat dari turnamen karena urusan keluarga. Oleh karena menjadi salah satu turnamen yang wajib diikuti Fajar sebagai pemain ranking sepuluh besar dunia, dia pun dipasangkan dengan Fikri.

Fajar/Fikri tersingkir di perempat final, lalu membuat kejutan dengan menjadi juara China Terbuka Super 1000, sepekan kemudian. Namun, mereka harus menanti hingga setahun untuk meraih gelar kedua, yaitu di Jepang Terbuka.

Quote

Alhamdulillah, bersyukur, diberikan kelancaran dan bisa menyabet gelar di Jepang Terbuka. Penantian hampir satu tahun setelah juara di China Terbuka 2025.

Permainan cepat di depan lapangan, karena Fajar dan Fikri sejatinya berstatus pengatur serangan bersama pasangan sebelumnya, tak dapat dibendung ganda putra top dunia pada awal mereka berpasangan. Salah satu yang mereka kalahkan di China Terbuka 2025 adalah Kim/Seo di perempat final, lalu Liang Wei Keng/Wang Chang (semifinal) dan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (final). Kemenangan dalam lima babak selalu didapat melalui straight games.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berdiri di podium juara setelah tampil dalam final ganda putra turnamen Jepang Terbuka di Tokyo, Minggu (19/7/2026). Fajar/Fikri mengalahkan Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan).

Namun, seiring banyaknya turnamen yang diikuti, lawan semakin mengenal karakter permainan Fajar/Fikri. Kim/Seo selalu menang dalam tiga pertemuan berikutnya pada 2025 hingga mereka bertemu untuk pertama kalinya pada tahun ini di Jepang Terbuka. Lalu, dari enam final sebelum Jepang Terbuka, Fajar/Fikri lima kali kalah.

 ”Alhamdulillah, bersyukur, diberikan kelancaran dan bisa menyabet gelar di Jepang Terbuka. Penantian hampir satu tahun setelah juara di China Terbuka 2025. Semoga ini jadi awal dari kebangkitan kami untuk bisa meraih gelar-gelar berikutnya,” komentar Fajar.

Meski menang dalam dua gim, pertandingan selama 45 menit di Tokyo Metropolitan Gymnasium tak mudah bagi Fajar/Fikri. Berbeda dengan ganda putra top dunia lainnya, Kim/Seo dikenal sebagai pasangan yang selalu tampil tenang dalam tekanan. Faktor tersebut mengantarkan mereka meraih 11 gelar juara pada 2025 dan tiga gelar pada tahun ini.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri membentangkan bendera Merah Putih seusai menjuarai ganda putra turnamen Jepang Terbuka di Tokyo, Jepang, Minggu (19/7/2026). Fajar/Fikri meraih gelar pertama pada tahun ini.

Setiap kali tertinggal pada gim kedua, Kim/Seo selalu bisa menyeimbangkan lagi posisi, seperti setelah tertinggal 8-11 dan 14-17. Antonius Budi Ariantho, pelatih ganda putra pelatnas bulu tangkis, pun selalu mengingatkan Fajar/Fikri untuk tidak banyak membuat kesalahan.

Setelah skor 17-17, barulah pasangan ranking kedua dunia itu bisa melepaskan diri dengan cara menguasai permainan di lapangan depan. Ketika berdiri di depan rekannya, Fajar atau Fikri berusaha memotong pukulan lawan dari depan atau tengah lapangan. Dengan cara ini, mereka bisa menekan lawan lebih cepat.

Poin terakhir, misalnya, didapat berkat kesigapan Fajar. Setelah servis, dia tetap siap di dekat net dan memotong pukulan Kim di tengah lapangan pada pukulan kelima. Setelah raut wajahnya terlihat tegang sepanjang pertandingan, Fajar akhirnya bisa melepas senyum. Dia telentang di lapangan, sementara Fikri bersujud saat mendapat poin terakhir.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berdiri di podium bersama Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan) setelah final ganda putra turnamen Jepang Terbuka di Tokyo, Jepang, Minggu (19/7/2026). Fajar/Fikri menjadi juara melalui kemenangan dua gim.

”Kim/Seo bukan lawan yang mudah, mereka bermain sangat baik. Kami berusaha lebih solid, bisa lebih bisa dominan melakukan strategi dengan tepat. Komunikasi dengan partner dan pelatih pun berjalan baik. Jadi, semua yang disiapkan berjalan dengan baik dari awal sampai akhir,” kata Fikri.

Setelah meraih gelar juara di Jepang, Fajar/Fikri akan menjalani tugas berat di China Terbuka, 21-26 Juli. Mereka harus mempertahankan gelar juara jika tak ingin kehilangan poin maksimal yang didapat setahun lalu.

Memasuki tahun kedua berpasangan, tantangan bagi mereka semakin berat. Kali ini, Fajar/Fikri memiliki tanggung jawab untuk (minimal) mempertahankan poin ranking yang didapat dari setiap turnamen pada 2025 jika tak ingin ranking mereka turun.

Juara beda negara

Gelar yang didapat Fajar/Fikri menandai atlet dari negara berbeda yang menjuarai Jepang Terbuka. China mendapat gelar dari ganda campuran setelah unggulan teratas, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, mengalahkan wakil Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet, 21-14, 14-21, 21-15.

China sebenarnya mendapat peluang mendapat dua gelar ketika ganda putri, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, mendapat lima match point saat berhadapan dengan Kim Hye-jeong/Kong Hee-yong. Namun, melalui pertandingan dramatis, Kim/Kong menang, 14-21, 21-15, 30-29, pada match point kelima.

Ganda putri Korea Selatan, Kim Hye-jeong (kiri) dan Kong Hee-yong, merayakan kemenangan atas Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian (China) dalam final Jepang Terbuka di Tokyo, Jepang, Minggu (19/7/2026).

Dalam pertandingan selama 1 jam 39 menit itu, kedua pasangan saling menggagalkan match point lawan. Momen match point bagi mereka pun tak terhindarkan ketika papan skor menunjukkan angka 29-29 karena poin maksimal yang bisa diperoleh adalah 30.

Drama sepanjang gim ketiga ditutup dengan momen yang juga dramatis, yang ditentukan melalui video tayangan ulang. Pasangan China mengajukan challenge setelah smes silang Zhang ke pinggir lapangan dinyatakan keluar oleh hakim garis. Sang juara ditentukan melalui tayangan ulang yang memperlihatkan kok jatuh di luar lapangan. Kim pun menangis, melepas emosi seusai memenangi final yang menguras tenaga dan mental itu.

”Kami melupakan kesalahan secepat mungkin. Kami membuat banyak kesalahan, tetapi berusaha untuk tidak mengulanginya,” komentar Kim, dalam laman resmi BWF, tentang kunci kemenangan pada gim ketiga.

Christo Popov (Perancis) mengembalikan pukulan dari Koki Watanabe (Jepang) pada final tunggal putra turnamen Jepang Terbuka di Tokyo, Jepang, Minggu (19/7/2026). Popov meraih gelar juara melalui kemenangan dua gim.

Sementara tuan rumah gagal mendapat gelar juara ketika dua wakil pada nomor tunggal kalah. Di tunggal putri, Akane Yamaguchi kalah dari Pusarla V Sindhu (India), 17-21, 17-21. Ini menjadi gelar pertama Sindhu dari turnamen BWF World Tour dalam rentang dua tahun. Gelar sebelumnya didapat dari turnamen di negaranya sendiri, Syed Modi International Super 300, pada 2024.

Adapun pada tunggal putra, Christo Popov (Perancis) menang atas Koki Watanabe, 21-11, 21-19. Popov menjadi tunggal putra kedua Perancis yang menjadi juara di Jepang Terbuka dalam tiga tahun terakhir setelah Alex Lanier pada 2024.  


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti