Gabung Persita Tangerang, Kesempatan Hokky Caraka Capai Potensi Terbaik

Penyerang berstatus timnas akhirnya kembali dimiliki Persita Tangerang. Nama harum Ilham Jayakesuma patut jadi motivasi Hokky Caraka.

02 Agt 2025 11:50 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

TANGERANG, KOMPAS — Perjalanan karier profesional Hokky Caraka, yang baru seumur jagung, membuktikan publik sepak bola Indonesia tidak ramah dengan talenta lokal. Ekspektasi terlampau besar hingga cacian daring menutupi kenyataan Hokky baru akan berulang tahun ke-21, 21 Agustus mendatang.

PSS Sleman, tim yang telah dibela Hokky sejak Liga 1 Indonesia edisi 2021-2022, mengumumkan kepergian striker muda itu, Jumat (1/8/2025). Hokky tidak mengikuti jejak ”Super Elja” yang turun kasta. Ia masih akan bermain di kompetisi kasta tertinggi Indonesia, BRI Liga Super 2025-2026.

Hokky sudah sepakat untuk hijrah ke Persita Tangerang. Pemain berposisi murni penyerang tengah itu merampungkan segala keperluan bersama klub barunya itu, Sabtu (2/8/2025). ”Pendekar Cisadane” direncanakan akan memperkenalkan Hokky sebagai rekrutan anyar, awal pekan depan.

Koleksi 68 penampilan di Liga 1 dengan catatan tujuh gol dan empat asis adalah modal Hokky untuk bangkit pada paruh kedua 2025. Sejak memasuki 2025, nasib kurang baik seakan menggelayuti Hokky. Hoki alias keberuntungan menjauh darinya.

Hokky Caraka pemain Indonesia di Piala Asia 2023, Qatar KOMPAS/IWAN SETIYAWAN (SET) 15-01-2024

Dimulai dari performa tidak memuaskan bersama tim nasional Indonesia di Kejuaraan ASEAN 2024. ”Garuda” gugur di fase grup. Setelah itu, seiring berakhirnya rezim Shin Tae-yong, Hokky juga terlempar dari timnas Indonesia. Pelatih Patrick Kluivert tidak memanggil Hokky pada kalender pertandingan Maret dan Juni lalu.

Jalan tertutup di timnas sejalan dengan anjloknya prestasi PSS. Hokky gagal menyelamatkan Super Elja dari ancaman degradasi. Akhirnya, PSS kembali ke kompetisi kasta kedua yang mereka tinggalkan pada 2018.

Nasib tidak hoki kembali dirasakan Hokky pada Kejuaraan ASEAN U-23 2025 yang baru rampung, Selasa (29/7/2025). Tampil dengan hanya durasi 69 menit dalam empat pertandingan, Hokky gagal menghasilkan satu gol. Namanya masuk papan skor berkat mengeksekusi dengan baik amanah menjadi salah satu eksekutor pada adu penalti kontra Thailand.

Penampilan di Kejuaraan ASEAN U-23 itu lebih mendapat perhatian ketika Hokky melaporkan sejumlah akun media sosial yang menghinanya secara daring. Hal itu menegaskan Hokky tidak pernah mendapatkan perlakuan adil sejak namanya naik ke permukaan bersama tim U-20 Indonesia jelang Piala Dunia U-20 2023.

”Saya senang dengan Hokky,” ujar Pelatih Tim U-23 Indonesia Gerald Vanenburg tentang kualitas Hokky di sela Kejuaraan ASEAN U-23 lalu.

Dalam sejumlah kesempatan, Shin juga mengakui kualitas Hokky yang telah dikenalnya sejak remaja. ”Ia memiliki kemampuan untuk bersaing,” sebut Shin.

Pemain tim sepak bola Indonesia U-23, Hokky Caraka, berebut bola dengan pemain Filipina U-23 dalam kualifikasi ASEAN Mandiri U-23 Championship Mandiri Cup 2025 Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (18/7/2025).
Pemain Timnas U-20 Indonesia, Hokky Caraka (kiri) berebut bola dengan pemainTimnas U-20 Guatemala, Jeshua Jesafeth, pada laga uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (21/2/2023). Guatemala yang turun dengan 10 pemain sejak menit ke-59 permalukan Indonesia 0-1.
Pemain Indonesia Hokky Caraka Brilliant seusai menciptakan gol kedua ke gawang Timor Leste Willian Quintas Vong dalam babak kualifikasi Piala Asia U-20 di Stadion Gelora Bung Tomo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu (14/9/2022). Indonesia menang 4-0. Tiga dari empat gol Indonesia diciptakan oleh Hokky Caraka Brilliant.
Pemain Tim Nasional Indonesia U-19 Hokky Caraka (kiri) berebut umpan lambung dengan pemain Tim Nasional Brunei Darussalam Mohammad Hirman dalam laga penyisihan Grup A Piala AFF U19 2022 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/7/2022). Skuad asuhan Shin Tae-yong itu berhasil mencetak tujuh gol tanpa balas. Hasil tersebut menempatkan Indonesia melesat ke posisi 2 Grup A.

Jejak legenda

Membela jersei ungu khas Persita seharusnya menjadi kesempatan yang tidak boleh disia-siakan Hokky. Reputasi Hokky sebagai salah satu penyerang muda penuh potensi wajib dipenuhi bersama Pendekar Cisadane.

Di sisi lain, Persita juga berharap bisa menemukan penyerang tajam yang bisa mengembalikan status sebagai tim pesaing papan atas seperti dekade awal 2000-an. Dua dekade silam Persita memiliki Ilham Jayakesuma dan Zaenal Arief sebagai andalan lini depan.

Ilham, terutama, adalah legenda Persita di era modern. Gelar pencetak gol terbanyak Liga Indonesia pada 2002 dan 2004 adalah bukti Ilham memiliki jejak abadi di Persita.

Setelah era Ilham, Pendekar Cisadane tidak benar-benar memiiliki penyerang yang bisa menjami banyak gol. Puluhan ujung tombak lokal dan asing telah dicoba, termasuk dalam empat edisi Liga 1 terakhir.

Pemain Persita, Ilham Jayakesuma, terpaksa "terbang" untuk menghindari tubrukan kiper Seman Padang, Wawan, Selasa (9/5). Persita menang atas Semen Padang, 3-0.

Pada musim 2024-2025, Persita sempat berpeluang menciptakan capaian terbaik sejak promosi pada 2019. Mereka menduduki peringkat keenam pada paruh pertama musim. Namun, pada pengujung musim, Persita hanya bisa menutup musim di posisi ke-11.

Biang kerok dari penurunan performa setelah pertengahan musim adalah menurunnya produktivitas lini serang. Pada pekan pertama hingga ke-18, Persita menghasilkan 18 gol. Kuantitas gol itu menurun hanya mencetak 14 gol dari pekan ke-19 sampai dengan pekan penutup pada laga ke-34.

Seandainya bisa meningkatkan ketajaman pemain depan, Pendekar Cisadane tentu bisa menutup musim lebih baik. Pasalnya, jaminan tim-tim untuk bisa menembus zona 10 besar adalah mencetak lebih dari 50 gol. Bahkan, Arema yang duduk di posisi ke-10 mengemas 53 gol atau unggul produktivitas dari Pendekar Cisadane sampai 21 gol.

Dibandingkan trio tim degradasi musim lalu, Persita kalah produktif dari PSS (43 gol) dan Barito Putera (42 gol). Hanya PSIS Semarang (29 gol), tim juru kunci, yang catatkan gol lebih buruk dari Persita selama musim 2024-2025.

Situasi itu membuat Hokky memiliki tanggung jawab besar di Persita. Pelatih Persita Carlos Pena punya Matheus Alves dan Ahmad Nur Hardianto di posisi nomor sembilan. Namun, dua penyerang itu sudah menyentuh usia kepala tiga.

Artinya, kekuatan fisik, ambisi untuk meningkatkan performa, hingga potensi untuk berkembang keduanya tidak sebesar Hokky. Tak heran, jika Pena bakal mempersiapkan Hokky sebagai penyerang utama baru Persita.

Manajer PSS Leonard Tupamahu percaya Hokky memiliki potensi besar untuk meningkatkan performanya di Persita. ”Kami percaya ini adalah langkah tepat bagi Hokky untuk terus berkembang,” ujar Leonard tentang keputusan PSS melepas Hokky ke Persita.

Hokky Caraka ketika masih membela PSS Sleman melepaskan tembakan di hadapan pemain Persis Solo pada Liga 1 2024-2025, 3 November 2024, di Stadion Manahan, Surakarta, Jawa Tengah. Hokky meninggalkan PSS menuju Persita Tangerang.

Namun, guna menyaksikan Hokky bisa mencapai potensi terbaiknya, Pena dan staf pelatih Persita harus membantu Hokky keluar dari distraksi psikologis. Mental dan semangat juang Hokky harus dikembalikan ke kondisi terbaik agar performanya di lapangan hijau membaik. Apalagi, Hokky sudah alami paceklik golnya di liga sejak 20 Oktober 2024.

Situasi ruang ganti Persita yang kondusif dan ramah terhadap pemain-pemain muda adalah modal penting untuk kebangkitan Hokky.

Harapan besar menyelimuti penyerang asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu menuju Stadion Indomilk Arena. Sudah terlalu lama pendukung Persita tidak menyanyikan yel-yel khusus untuk penyerang mereka.

”Ilham Jayakesuma bikin hattrick di hari ini”.

Gema nyanyian pendukung Persita yang terdengar pada setiap laga kandang Persita di Stadion Benteng, Tangerang, awal dekade 2000-an. Yel-yel itu sudah jauh terbawa angin seiring ketiadaan bomber tajam berseragam Pendekar Cisadane.

Apakah Hokky bisa mendapat kehormatan itu? Semoga hoki memayungi Hokky di Persita….


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan