Persita Tangerang memupuk mimpi kembali ke papan atas serupa di awal dekade 2000-an. Para pemain muda kelahiran milenium baru jadi andalan Pelatih Carlos Pena.
28 Jul 2025 15:50 WIB · Olahraga
TANGERANG, KOMPAS — Persita Tangerang menyambut BRI Super League 2025-2026 dengan penuh optimisme. Bersama juru taktik anyar, Carlos Pena, ”Pendekar Cisadane” berambisi keluar dari status tim semenjana alias penghuni papan tengah demi merangkak naik untuk bersaing di posisi atas.
Sejak promosi dari Liga 2 Indonesia edisi 2019, Persita hanya satu musim bisa menutup musim dengan duduk di zona bergengsi 10 besar. Momen itu tercipta pada musim kedua berlaga di kasta tertinggi kompetisi nasional edisi 2022-2023. Kala itu, Persita finis di posisi kesembilan dengan 47 poin.
Empat musim bertarung di Liga 1, capaian di musim 2022-2023 tetap menjadi catatan terbaik tim yang identik dengan kostum berwarna ungu itu. Pada tiga musim lainnya, Persita masing-masing duduk di peringkat ke-12 pada 2021-2022, lalu ke-14 pada 2023-2024, serta pada musim 2024-2025 berada di posisi ke-11.
Persita mengontrak Pena yang musim lalu menangani Persija Jakarta hingga pekan ke-30 demi meraih capaian lebih baik di BRI Super League musim ini. Pengalaman juru taktik asal Spanyol itu membawa timnya bersaing di papan atas menjadi modal.
Persija bersama Pena sempat bersaing memperebutkan posisi di zona empat besar. Sebelumnya, Pena membawa Ratchaburi FC bercokol di posisi keenam Liga Thailand edisi 2023-2024.
Presiden Persita Ahmed Zaki Iskandar menuturkan, penunjukan Pena untuk melanjutkan estafet di kursi pelatih kepala didasari pengalaman panjangnya. Selain itu, kata Zaki, Pena juga sudah mengenal klub dan para pemain yang berlaga di Liga Indonesia.
”Kami berharap, bersama Carlos Pena, Persita bisa tampil lebih baik di musim mendatang dengan memiliki peluang finis di tiga besar, bahkan juara,” tutur Zaki dalam peluncuran skuad Persita 2025-2026 di Kompleks Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Minggu (27/7/2025).
Persita berbeda dengan mayoritas tim-tim Super League yang merombak mayoritas susunan pemain asing. Pendekar Cisadane tetap mempertahankan lima pilar impor yang tak tergantikan pada musim lalu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/04/015ddaa7-4dd4-49c0-8879-8abf1733e15a_jpg.jpg)
Kiper Terbaik Liga 1 Indonesia 2024-2025, Igor Rodrigues, mampu dipertahankan ketika sejumlah klub Indonesia sempat merayunya untuk meninggalkan Tangerang. Duo bek tengah, yakni Javlon Guseynov dan Tamirlan Kozubaev, tetap menjadi andalan di jantung pertahanan.
Bae Sin-yeong akan menjalani musim kelima berseragam Pendekar Cisadane. Tak ayal, gelandang energik asal Korea Selatan itu menjadi pemain asing paling setia dengan satu klub di Super League musim 2025-2026.
Di lini serang, Pena memusatkan permainan lewat kemampuan apik penyerang sayap, Eber Bessa. Bergabung pada paruh kedua musim lalu, Bessa memberikan kontribusi delapan gol untuk Persita.
Lima pemain asing itu diperkuat dengan tiga andalan impor baru. Mereka adalah Pablo Ganet (gelandang/Guinea Ekuatorial), Rayco Rodriguez (penyerang sayap/Spanyol), dan Matheus Alves (penyerang tengah/Brasil).
Terlepas dari kehadiran pemain asing, Persita tetap menjaga tradisi untuk mengandalkan pemain-pemain muda yang dibesarkan oleh klub melalui kompetisi Elite Pro Academy (EPA). Sebanyak 15 pemain lokal kelahiran setelah 1 Januari 2000 masuk ke dalam tim.
Pemain yang lahir pada milenium baru terbukti sudah menjadi tulang punggung Pendekar Cisadane pada musim lalu. Mario Jardel, Jack Brown, Yardan Yafi, dan Esal Sahrul adalah pemain kelahiran dekade 2000-an yang sudah identik dengan Persita.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/27/786382e1168d94c0068b7b2a3ad46e66-antarafoto_psim_yogyakarta_melawan_bhayangkara_fc_1740632158.jpg)
Kehadiran sejumlah pemain muda itu memang membuat Persita tidak memiliki skuad mewah. Merujuk Transfermarkt, Persita memiliki nilai pasar akumulatif skuad sebesar Rp 1,98 miliar. Nominal itu menjadikan skuad Pendekar Cisadane berada di peringkat ke-13 dalam daftar nilai skuad jelang BRI Super League 2025-2026.
Dua tim promosi memiliki nilai skuad lebih mahal dari Persita. Mereka adalah PSIM Yogyakarta dengan Rp 2,54 miliar, lalu Bhayangkara Presisi Lampung yang bermodal skuad senilai Rp 2,14 miliar.
Pena menegaskan, semangat juang dan kerja keras bakal menjadi bekal anak asuhannya untuk menaikkan status Persita pada musim ini. Ia yakin para pemain Pendekar Cisadane memiliki potensi untuk menyajikan kebanggaan kepada seluruh suporter.
”Kami ingin menjadi tim yang memberikan penampilan terbaik hingga titik akhir. Kami akan bermain sebagai tim yang enggan menyerah di setiap pertandingan,” ucap Pena.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/28/dac93c2035ff064136b4a5e97370548b-Persita_2526.jpeg)
Pada laga pembuka Super League 2025-2026, Persita akan menjalani laga tandang ke markas Persija, Stadion Internasional Jakarta (JIS), Minggu (10/8/2025).
Gim itu sekaligus menjadi ajang reuni bagi Pena yang menutup pengabdian kepada Persija dengan kekalahan 0-2 dari Semen Padang di JIS, 27 April lalu.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra