Kompas.id Brief
KOMPAS BRIEF

Gagal Sepakat, Apa Saja Perkara Rumit dalam Perundingan AS-Iran?

Perundingan historis AS-Iran gagal mencapai kesepakatan. Setidaknya ada lima perkara rumit yang harus disepakati sebelum sampai ke gencatan senjata permanen.

12 Apr 2026 17:00 WIB · Internasional

AFP/Farooq NAEEM

Oleh Irene Sarwindaningrum

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?

  1. Mengapa AS-Iran gagal bersepakat hentikan perang?
  2. Apa saja perkara rumit yang menjadi ganjalan?
  3. Bagaimana liku-liku pemilihan para perunding?
  4. Negara mana saja yang berperan dalam jalannya perundingan?
  5. Mengapa AS dan Iran sama-sama memilih Pakistan sebagai mediator?

Mengapa AS-Iran gagal bersepakat hentikan perang?

copy title

Perundingan bersejarah antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan, gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang. Delegasi AS, yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance, meninggalkan Pakistan, Minggu (12/4/2026) pagi. Perundingan berlangsung sekitar 21 jam.

Televisi Pemerintah Iran, IRIB, menyebut kebuntuan mencapai kesepakatan dalam perundingan disebabkan ”tuntutan-tuntutan yang tidak masuk akal” oleh AS untuk menggagalkan kesepakatan mengakhiri perang di Timur Tengah.

”Delegasi Iran berunding terus-menerus dan intensif selama 21 jam untuk melindungi kepentingan nasional rakyat Iran; meski sudah ada berbagai inisiatif dari delegasi Iran, tuntutan-tuntutan yang tidak masuk akal dari kubu Amerika (Serikat) menghambat kemajuan perundingan. Perundingan telah berakhir,” sebut IRIB melalui Telegram.

Adapun Vance menyebut hal-hal yang tidak memuaskan dalam perundingan. Ia mengatakan, Iran telah memilih untuk tidak menerima persyaratan-persyaratan yang diminta AS, termasuk persyaratan agar Iran tidak membangun senjata nuklir.

”Fakta sederhananya, kami butuh memperoleh komitmen afirmatif bahwa mereka tidak mengupayakan (pembuatan) senjata nuklir, dan mereka tidak akan membangun peralatan-peralatan yang memungkinan mereka memperoleh senjata nuklir dalam waktu cepat,” kata Vance dalam konferensi pers.

Tuntutan utama Iran adalah penghentian serangan secara permanen, termasuk di Lebanon; pencarian aset Iran yang dibekukan AS; ganti rugi korban perang; serta pengaturan lalu lintas Selat Hormuz di bawah kendali Iran dan Oman.

AS meminta Iran melanjutkan pelucutan total program nuklir, menyerahkan cadangan uranium, dan mengizinkan lagi pemeriksaan oleh IAEA tanpa batas. AS turut menuntut Iran melucuti program rudal balistik yang bisa menjangkau ke luar perbatasan Iran.

Apa saja perkara rumit yang menjadi ganjalan?

copy title

Sejak sebelum perundingan, lima perkara rumit sudah diprediksi menjadi ganjalan dalam perundingan AS-Iran di Islamabad. Kelimanya adalah soal Lebanon, isu sekutu regional Iran, Selat Hormuz, program nuklir, dan pencabutan sanksi Iran.

Terkait isu Lebanon, serangan Israel atas Hizbullah di Lebanon bisa menggagalkan pembicaraan, bahkan sebelum dimulai. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sudah menegaskan tidak ada gencatan senjata terkait Hizbullah. Namun, Trump memastikan Israel akan bersikap sedikit lebih tenang.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian di X menulis, kelanjutan serangan Israel ini akan membuat negosiasi tidak berarti. ”Jari-jari kami tetap berada di pelatuk senjata. Iran tidak akan pernah meninggalkan saudara-saudari di Lebanon,” tulisnya.

Jaringan sekutu Iran, yaitu Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman, Hamas di Gaza, dan sejumlah milisi di Irak, memberi Iran pengaruh di kawasan. Ini memungkinkan Iran untuk tetap kuat melawan AS dan Israel.

This handout photograph taken on April 11, 2026 and released by Pakistan's Prime Minister Office shows Pakistan's Prime Minister Shehbaz Sharif (R) speaking with Iran's parliamentary speaker Mohammad Bagher Ghalibaf during their meeting prior to the US-Iran peace talks in Islamabad. An Iranian government delegation met Pakistan's prime minister on April 11 to discuss the terms of planned "make or break" negotiations to end the Middle East war with a US party led by Vice President JD Vance. (Photo by Pakistan Prime Minister's Office / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / Pakistan's Prime Minister Office " - HANDOUT - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Sejak perang Gaza pada Oktober 2023, jaringan yang disebut Iran sebagai ”Poros Perlawanan” itu terus-menerus diserang Israel. Salah satu anggota poros di Suriah, yakni rezim Bashar al-Asaad sudah tidak ada lagi. Meski demikian, Israel tetap melihatnya sebagai ancaman eksistensial yang perlu diberantas sepenuhnya. Belum ada tanda-tanda Iran mau meninggalkan sekutunya.

Perkara rumit berikutnya adalah Selat Hormuz. Trump menganggap Iran tidak banyak membantu mengizinkan kapal melewati selat. Hanya sedikit kapal yang boleh lewat. Masih ada ratusan kapal yang terjebak di Teluk.

Iran mengumumkan pembuatan rute transit baru. Rute itu untuk menghindari ranjau-ranjau antikapal yang sudah disebar di rute yang biasa dilewati. Ada beberapa laporan yang menyebut sejumlah kapal boleh lewat setelah membayar ”uang tol” sebesar 2 juta dolar AS. Trump memperingatkan Iran agar jangan memungut biaya sepeser pun dari kapal tanker.

Bagaimana liku-liku pemilihan para perunding?

copy title

Sejak sebelum perundingan AS-Iran di Pakistan, Sabtu, Vance menjadi pemain kunci dalam peredaan ketegangan dan serangan AS ke Iran. Vance telah beberapa waktu berkomunikasi dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Panglima Angkatan Bersenjata Jenderal Besar Asim Munir. Vance termasuk yang mendorong agar AS menyepakati gencatan senjata dengan Iran.

Sebaliknya, Utusan Khusus AS untuk Perdamaian Steve Witkoff dilaporkan tak setuju dengan permintaan Iran untuk penghentian perang. Ia menyebut permintaan itu sebagai bencana. 

Bersama menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, ia mewakili AS dalam perudingan nuklir dengan Iran pada Februari 2026. Belakangan, terungkap Witkoff dan Kushner tak paham materi perundingan. Meski demikian, Witkoff dan Kushner tetap dilibatkan dalam perundingan di Islamabad. Vance akan menjadi pejabat tertinggi pertama AS dalam 13 tahun terakhir yang berkomunikasi dengan pejabat Iran.

Pakistan's Prime Minister Shehbaz Sharif (R) greets US President Donald Trump's son-in-law Jared Kushner during their meeting amid the US-Iran peace talks in Islamabad on April 11, 2026. American and Iranian officials were holding face-to-face talks in Pakistan on April 11, the most significant since the 1979 Islamic revolution as the foes try to end a war that plunged the Middle East into violence and rocked the world economy. (Photo by Jacquelyn Martin / POOL / AFP)

Keterlibatan langsung Vance dalam negosiasi dengan Iran menimbulkan pertanyaan. Pengalaman militer dan diplomasi Vance dinila sama minimnya. Ia pernah jadi marinir AS dan bertugas di Irak. Ia juga senator AS dua tahun sebelum akhirnya jadi wapres.

Vance menepis kabar Iran menginginkan dia jadi perunding AS. ”Saya tidak tahu. Saya akan terkejut jika itu benar. Namun, Anda tahu, saya ingin terlibat karena saya pikir saya dapat membuat perbedaan,” katanya.

Di pihak Iran, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi memimpin delegasi. Iran memberikan sinyal keterlibatan delegasinya dalam negosiasi dengan AS bergantung pada penghentian serangan Israel ke Lebanon.

Negara mana saja yang berperan dalam jalannya perundingan?

copy title

Pakistan sukses membuat AS-Iran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan. Seperti Oman dan negara lain yang pernah jadi penengah, tugas Pakistan adalah meneruskan pesan di antara AS dan Iran.

Pakistan menjalin hubungan dekat dengan AS ataupun Iran. Trump mengatakan, Jenderal Munir mengenal Iran lebih baik dari siapa pun. Ia mengaku suka dengan Munir.

PM Sharif mengungkap, Islamabad tak bekerja sendirian. Di media sosial pada Rabu (8/4/2026), ia menyebut kesepakatan AS-Iran juga berkat usaha dari China, Arab Saudi, Turki, Mesir, dan Qatar.

”Kepemimpinan semua negara saudara kita dan Amerika Serikat menunjukkan wawasan strategis, kebijaksanaan, dan kesabaran yang luar biasa dalam memberikan kesempatan kepada perdamaian. Saya juga berterima kasih kepada semua mitra dan teman kami di seluruh dunia yang telah menghubungi dan mengakui upaya tulus Pakistan untuk perdamaian global. Mari kita semua bekerja sama untuk menciptakan perdamaian abadi di kawasan ini dan di luarnya!” tulis Sharif.

US Vice President JD Vance (L) speaks with Pakistani Prime Minister Shehbaz Sharif ahead of their meeting on Iran  amid the US-Iran peace talks in Islamabad on April 11, 2026. Vance arrived in the Pakistani capital to lead the US delegation in high-stakes peace talks with Iran, under the cover of a fragile two-week ceasefire between Washington and Tehran, with Pakistan serving as mediator in the negotiations aimed at ending a six-week conflict. (Photo by Jacquelyn Martin / POOL / AFP)

Seseorang yang mengetahui situasi tersebut mengatakan, China telah membantu meredam situasi dengan mengumumkan rencana lima poin dengan Pakistan yang membantu menekan Iran untuk membuka Selat Hormuz. Ditanya dalam wawancara dengan kantor berita AFP, apakah China mendorong Iran untuk menyetujui gencatan senjata, Trump mengatakan, ”Saya mendengar, ya”.

Namun, AS tidak memberikan informasi apa pun tentang tekanan dari Beijing. Ada sumber yang mengatakan, Iran berharap mendapatkan lebih banyak dukungan dari China, tetapi Beijing juga khawatir dengan ancaman terhadap negara-negara Teluk.

Harian The New York Times, Rabu, menyebutkan, Pakistan dan Iran sama-sama sangat bergantung pada China. Pinjaman dari China penting untuk menjaga perekonomian Pakistan yang terlilit utang tetap berjalan.

Mengapa AS dan Iran sama-sama memilih Pakistan sebagai mediator?

copy title

Selama konflik Iran dengan AS-Israel berlangsung, Pakistan terus membuka komunikasi langsung, baik dengan Iran, AS, maupun Arab Saudi. Kantor Perdana Menteri Pakistan menyatakan, PM Sharif berbicara melalui telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada 28 Maret.

Selama lebih dari satu jam percakapan, Sharif memaparkan langkah diplomatik Pakistan untuk menciptakan ruang perundingan. Pezeshkian menekankan bahwa kepercayaan diperlukan agar negosiasi dan mediasi bisa berjalan.

Sementara jalur Pakistan ke AS berjalan melalui militer. Kantor berita Reuters, mengutip sumber di Pakistan, melaporkan, Jenderal Munir secara rutin berhubungan dengan Wapres Vance.

Sumber yang sama mengatakan, proposal-proposal yang dibahas di Islamabad diteruskan ke Gedung Putih. Bahkan, sebagian di antaranya sudah dibahas dengan AS dan Iran. Salah satunya soal pembukaan Selat Hormuz.

Commuters ride past a digital screen as the US and Iran hold peace talks in Islamabad on April 11, 2026. American and Iranian officials were holding face-to-face talks in Pakistan on April 11, the most significant since the 1979 Islamic revolution as the foes try to end a war that plunged the Middle East into violence and rocked the world economy. (Photo by Farooq NAEEM / AFP)

Media The Financial Times juga melaporkan bahwa Munir telah berbicara dengan Trump pada pertengahan Maret. Dalam pembicaraan itu, Pakistan menawarkan diri menjadi tuan rumah pembicaraan langsung AS-Iran. Trump sempat mengklaim pembicaraan dengan Iran sedang berlangsung, tetapi Teheran membantahnya.

Sejumlah pengamat menilai, Pakistan mempunyai potensi menjadi penghubung komunikasi damai. Sebab, Pakistan mempunyai akses diplomatik dan saluran kerja sama dengan Iran. Akses Islamabad ke AS juga membaik di bawah Munir. Pakistan pun tetap menjaga hubungan erat dengan Arab Saudi serta negara-negara Teluk.

Peneliti Iran dan Syiah, Babak Vahdad, mengatakan, hubungan Pakistan dengan Iran menguat sejak tahun lalu. ”Islamabad penting bagi Teheran karena tiga alasan, yakni stabilitas di perbatasan timur, kerja sama melawan kelompok militan, dan perannya dalam keseimbangan kawasan yang juga mencakup negara-negara Teluk,” katanya, dikutip dari media The New Arab.


Kerabat Kerja

Penulis:

Irene Sarwindaningrum
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji