Trump tiba-tiba mengumumkan akan mengaktifkan kembali penjara Alcatraz. Diduga gagasan tersebut muncul setelah menonton film Clint Eastwood di malam Minggu.
06 Mei 2025 12:01 WIB · Internasional
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana mengaktifkan kembali penjara Alcatraz yang sudah ditutup 60 tahun. Masyarakat menduga, rencana itu terinspirasi dari tayangan televisi.
Kantor berita AFP, Selasa (6/5/2025), melaporkan, ide itu diduga datang kala Trump sedang berada di resor Mar-a-Lago miliknya di Florida. Dia tengah menonton tayangan film di televisi, Escape from Alcatraz (1979) yang dibintangi aktor Clint Eastwood pada Sabtu (3/5/2025) malam.
Film legendaris tersebut menceritakan pelarian sekelompok narapidana dari Alcatraz yang terjadi pada 1962. Tiba-tiba pada Minggu, Trump mengumumkan melalui akun Truth Social bahwa ia memerintahkan Biro Penjara (BOP), Departemen Kehakiman, Biro Investigasi Federal (FBI), dan Departemen Keamanan Nasional untuk membuka kembali Alcatraz.
Tujuannya untuk menampung penjahat kelas berat. Warganet pun ramai berkomentar.
”Apakah ini gara-gara Trump menonton film itu dan terbawa perasaan? Akhirnya dia muncul dengan ide cemerlang membangunkan kembali Alcatraz,” tulis akun @HansonRitta di X.
”Apakah kita mendapat kebijakan AS terinspirasi dari tayangan televisi?” ”Ini sungguh lucu”, tulis akun @MatthewSpira.
”Kita akan mengeluarkan dana setengah miliar dollar AS untuk memperbaiki Alcatraz yang tidak akan berfungsi maksimal gara-gara seorang lansia sedang bosan dan tiba-tiba mendapat gagasan dari saluran televisi yang dia tonton”, lanjut @MatthewSpira.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/06/877959bdf432f74cb0836352529f0223-Trump_Alcatraz_1_.jpg)
Trump, ketika ditanya tentang asal-usul gagasannya pada Senin, mengakui ada pengaruh dari film yang dia tonton. ”Saya rasa saya seharusnya menjadi produsen film,” kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval, Gedung Putih.
Yang jelas, Trump ingin memastikan hukum dan ketertiban di Amerika Serikat dijalankan. Menurut dia, memenjarakan orang di Alcatraz akan menjadi simbol keseriusan menegakkan hukum.
Trump mengklaim tidak ada orang yang bisa lolos dari Alcatraz. Namun, laman CNN menulis, tiga narapidana lolos dari Alcatraz pada 1962 dan tidak pernah ditemukan kembali.
Trump mengaitkan penggunaan Alcatraz dengan keberadaan ”para hakim radikal” yang menentang pemulangan para imigran. Alcatraz bisa menjadi tempat penantian para imigran yang diproses pengadilan.
Direktur Biro Penjara AS Willim Marshall, Senin, mengatakan, dia siap menjalankan perintah Trump dan menunggu petunjuk untuk langkah berikutnya.
Sebelum ditutup pada 1963, Alcatraz menampung sekitar 300 napi. Kini setiap tahun, sebanyak 1,2 juta wisatawan mengunjungi Alcatraz yang dikelola Badan Taman Nasional AS.
”Sungguh membuang uang rakyat,” kata wisatawan Ben Stripe dari Santa Ana, California. Menurut Stripe, setelah berkeliling Alcatraz, sangat mahal untuk merenovasi kompleks penjara itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/06/444e128e2a601de60c5b52d8b0fbd812-APTOPIX_Trump_Alcatraz.jpg)
”Sungguh tidak layak buat manusia tinggal di sini,” kata Cindy Lacomb, wisatawan dari Phoenix, Arizona.
Menurut dia, semua besi dan jeruji sel sudah berkarat. Tembok-tembok beton sudah retak serta mengalami pelapukan. Cat di tembok penjara sudah mengelupas. Kunci-kunci sel serta antarblok penjara sudah berkarat parah.
Di berbagai lokasi di Alcatraz terpasang papan pengumuman ”Ditutup untuk Keamanan Anda”. Sebuah toilet dengan bahan kimia penghancur limbah manusia ditempatkan di dekat kamar mandi penjara yang sudah tidak bisa digunakan.
Laman BBC menyebutkan, biaya operasional Alcatraz akan sangat mahal dan tidak sejalan dengan rencana penghematan Trump. John Martini, sejarawan yang pernah tinggal di Alcatraz saat bertugas sebagai ranger Taman Nasional AS, mengatakan, biaya menempatkan napi di Alcatraz sangat mahal.
”Bahkan, struktur betonnya sudah bermasalah. Tiap tahun, Badan Taman Nasional mengeluarkan jutaan dollar untuk menyeimbangkan struktur beton. Selain itu, diperlukan perbaikan sistem air bersih, listrik, pemanas ruangan, dan sanitasi. Tidak ada fasilitas tersebut yang berfungsi,” kata Martini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/06/bf596277a8f518a4fbc44faa9ce2ef3d-Trump_Alcatraz_3_.jpg)
Mantan Direktur Biro Penjara AS (2018-2019) Hugh Hurwitz mengatakan, semula dia mengira Trump sedang bergurau ketika menyampaikan gagasan menghidupkan kembali Alcatraz. ”Sangat tidak realistis jika Anda kira bisa memperbaiki Alcatraz. Tempat ini harus dihancurkan dan dibangun ulang untuk bisa dipergunakan,” kata Hurwitz.
Menurut dia, ukuran sel yang ada tidak dapat menampung tahanan dengan tinggi 1,85 sentimeter karena terlalu rendah. Selain itu, tidak ada kamera pengawas dan pagar. Praktis pemenjaraan tidak bisa dilakukan di Alcatraz saat ini.
Adapun sejarawan Jolene Babyak yang pernah tinggal di Alcatraz saat kanak-kanak bersama ayahnya yang menjadi pengawas penjara, menuturkan, masalah utama baginya adalah air dan limbah.
”Di masa puncak, jumlah napi mencapai 500 orang, limbah kamar mandi langsung dibuang ke Teluk San Fransisco. Kalau sekarang Alcatraz difungsikan kembali, limbah para napi harus dibawa kapal ke daratan untuk dibuang di fasilitas penampungan. Sangat mahal dan sulit,” tutur Babyak.
Alcatraz semula adalah tangsi militer yang dialihfungsikan menjadi penjara pada 1934. Sejumlah narapidana terkenal ditahan di sana, seperti gangster Al Capone, George Kelly, dan Mickey Cohen.
Ketika Alcatraz ditutup tahun 1963, Biro Penjara AS mengatakan, biaya operasional Alcatraz tiga kali dari penjara lain di daratan AS. Waktu itu biaya tahunan mencapai 5 juta dollar AS. Lebih murah jika membangun dan mengoperasikan penjara baru di daratan AS.
Menjelang ditutup, biaya mengurus napi di Alcatraz berkisar 10-13 dollar AS per napi. Di penjara lain di AS, biayanya hanya 3-5 dollar AS per orang. Tingginya biaya mengurus napi di Alcatraz disebabkan makanan, minuman, dan berbagai kebutuhan harus diangkut kapal ke penjara itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2021/03/16/22c5052f-a841-4566-8801-cb73f01c6b22.jpeg)
Saat ini, biaya untuk napi di Penjara Federal AS berkisar 120-164 dollar AS per orang. Itu berarti biaya napi di Alcatraz akan mencapai 500 dollar AS per orang.
AS memiliki penjara berkeamanan maksimum di Florence, Colorado. Penjara itu dijuluki Alcatraz di Pegunungan Rocky. Belum ada napi yang berhasil lolos dari penjara tersebut.
Kongres AS pada tahun anggaran 2024 memotong anggaran infrastruktur Biro Penjara AS hingga 38 persen. Para pejabat penjara melaporkan, mereka harus bergiliran menunggu dana perbaikan penjara sebesar 3 miliar dollar AS. Biro Penjara AS juga mengumumkan akan menutup penjara-penjara tua demi penghematan anggaran.
Tidak terbayangkan bagaimana beban lembaga itu bila Alcatraz kembali diaktifkan…(Reuters/AFP)
Penulis:
Iwan SantosaEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .