Selepas kemenangan tipis 1-0 atas Bahrain, tim nasional Indonesia memimpin persaingan menuju putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026.
27 Mar 2025 02:00 WIB · Opini
Kemenangan melalui gol yang dicetak Ole Romeny itu mengokohkan Indonesia di posisi keempat klasemen sementara Grup C. Indonesia dengan sembilan poin tertinggal satu poin dari Arab Saudi di peringkat ketiga. Sementara posisi dua besar ditempati Jepang (20 poin) dan Australia (13). Indonesia unggul tiga poin atas Bahrain dan China yang menempati peringkat kelima dan keenam.
Merujuk klasemen itu dan dengan hanya dua pertandingan tersisa, kans paling realistis untuk mewujudkan mimpi Indonesia ke Piala Dunia adalah melalui putaran keempat. Hanya dua peringkat teratas grup yang berhak lolos langsung ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Sementara peringkat ketiga dan keempat berhak melaju ke putaran keempat untuk memperebutkan dua tiket langsung tersisa.
Sebenarnya peluang Jay Idzes dan kawan-kawan untuk merebut posisi kedua dan mendampingi Jepang ke Piala Dunia 2026 belum sepenuhnya tertutup. Hanya, Indonesia butuh keajaiban. Tidak cukup hanya menyapu bersih gim melawan China dan Jepang, Indonesia juga harus berharap Australia dan Arab Saudi tak bisa meraih hasil positif pada dua laga terakhir mereka.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/26/0789ba3f-4192-4fd0-bfd9-276bcb1cefba_jpg.jpg)
Tim asuhan Patrick Kluivert akan menghadapi China di Jakarta pada 5 Juni 2025, sebelum bertandang ke markas Jepang lima hari kemudian. Jika mampu menang atas China, Indonesia minimal mengunci peringkat keempat.
Seandainya mampu melaju ke putaran keempat, lawan-lawan asal Timur Tengah sudah menanti. Uni Emirat Arab (13 poin) sudah dipastikan mengunci tiket putaran keempat Grup A sementara Qatar (10) unggul empat poin dari Kyrgyzstan di peringkat kelima. Posisi dua besar ditempati Iran (20) dan Uzbekistan (17).
Adapun posisi ketiga dan keempat Grup B sementara ditempati Irak (12) dan Oman (10), tetapi persaingan memperebutkan dua besar masih sangat ketat. Irak, misalnya, hanya terpaut satu poin dari peringkat kedua, Jordania dan empat poin dari peringkat pertama Korea Selatan. Dengan skuad melimpah hasil naturalisasi, ditambah persaingan dengan lawan-lawan yang terbilang sepadan, ini menjadi peluang terbaik bagi Indonesia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/26/3c792316-e667-413e-9b40-a145c2e95720_jpg.jpg)
Demi mengunci empat besar, jeda waktu sekitar dua setengah bulan dan selesainya kompetisi liga harus bisa dimanfaatkan oleh PSSI dan Kluivert untuk mempersiapkan pemain dengan lebih baik. Ini berbeda dengan laga debut Kluivert sebagai pelatih ”Garuda”, ketika ia baru bisa mengumpulkan pemainnya secara lengkap dan berlatih perdana di lapangan sehari sebelum laga lawan Australia.
Pelatih asal Belanda ini diharapkan bisa mengimplementasikan skema permainannya dengan lebih matang. Sementara pemain mampu mengadopsi strategi dan mengeksekusinya secara sempurna di lapangan. PSSI juga wajib membuat rencana persiapan timnas lebih baik, seperti mencari lawan uji tanding yang tepat untuk Garuda.
Penulis:
RedaksiEditor:
KompasPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti