Indonesia belum pernah membawa pulang poin dari Australia. Nasib buruk itu ingin diakhiri tim "Merah Putih" bersama Patrick Kluivert.
18 Mar 2025 19:03 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Tim nasional Indonesia berusaha memanfaatkan masa persiapan penuh selama dua hari untuk meruntuhkan kutukan di Australia. Skuad asuhan Patrick Kluivert berambisi membawa pulang poin dari markas ”Socceroos” demi membuka asa lolos langsung ke Piala Dunia 2026.
Laga Indonesia menghadapi Australia akan berlangsung pada Kamis (20/3/2025) pukul 16.10 WIB di Stadion Sepak Bola Sydney. Pada duel pertama di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 10 September 2024, kedua tim bermain imbang tanpa gol alias 0-0.
Thom Haye dan kawan-kawan datang secara terpisah dari negara mereka berkarier. Rombongan dari Eropa, Amerika Serikat, dan sejumlah negara Asia datang mulai Minggu (16/3/2025) hingga Selasa (18/3/2025). Dua pemain yang berkarier di Liga Belgia, yaitu Kevin Diks (Copenhagen) dan Ragnar Oratmangoen (Dender), menjadi pemain yang paling akhir bergabung di Sydney.
Adapun delapan pemain asal Liga 1 Indonesia bersama staf pelatih yang dipimpin Kluivert dan penasihat teknis PSSI, Jordi Cruyff, telah tiba pada Senin (17/3/2025) pagi waktu setempat. Skuad ”Garuda” fokus menjalani pemulihan fisik pada Senin kemarin.
Latihan intensif di lapangan hijau baru dilaksanakan pada Selasa. Indonesia berlatih di Stadion Netstrata Jubilee, Sydney. Jarak lokasi latihan Jay Idzes dan kawan-kawan dari Hotel InterContinental Sydney Double Bay, tempat tim menginap, sekitar 20 kilometer atau ditempuh sekitar 25 menit dengan berkendara.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/18/e92a9d353ccd9b5421eef4f23557cac0-antarafoto_ketum_pssi_melepas_pemain_timnas_ke_australia_1742298575.jpg)
Dari 29 pemain yang dibawa ke Sydney, 27 pemain mengikuti latihan perdana di lapangan. Kevin dan Ragnar yang baru tiba diberikan kesempatan hanya menjalani latihan ringan di pusat kebugaran hotel tim.
Manajer Timnas Indonesia Sumardji mengungkapkan, seluruh pemain telah menjalani menu latihan yang direncanakan Kluivert dengan baik. Ia pun optimistis pemain yang dibawa ke Sydney dalam kondisi siap bermain.
”Alhamdulillah semua pemain dalam kondisi yang bagus. Semua pemain bergabung dengan kondisi fisik yang bugar dan tidak ada cedera,” ujar Sumardji yang dihubungi dari Sydney, Selasa.
Jika Indonesia baru memulai latihan di lapangan, Selasa, tim tuan rumah, Australia, telah berlatih secara langsung di lapangan sejak Senin. Di bawah kendali Pelatih Tony Popovic, skuad Socceroos melakukan persiapan intensif di Stadion Leichhardt Oval, New South Wales.
Pertandingan putaran ketiga Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 adalah lawatan kelima timnas Indonesia ke Australia. Dalam lima laga tandang sebelumnya, Indonesia selalu menelan kekalahan.
Tim Garuda menjalani pertandingan pertama di Sydney, Australia, pada laga kedua kualifikasi Piala Dunia 1974, 13 Maret 1973. Kala itu, Indonesia tumbang 1-2. Sebuah gol Indonesia dicetak oleh gelandang Iswadi Idris.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/18/5cc1ca51-7f59-4104-b63a-8a7706396f77_png.png)
Kami tidak datang ke Australia untuk sekadar seri. Kami bermain guna memburu kemenangan.
Hingga empat laga selanjutnya di Australia, Iswadi masih menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang bisa membobol gawang Socceroos pada duel di ”Negeri Kanguru”.
Pada tiga pertandingan berikutnya, Indonesia dilibas 0-6 pada duel kedua pada kualifikasi Piala Dunia 1974. Laga itu sempat diwarnai cedera kepala yang dialami kiper Indonesia, Ronny Paslah.
Lebih dari satu dekade berlalu, Indonesia kembali datang ke Australia untuk jalani laga kualifikasi Piala Dunia 1982. Laga berlangsung di Melbourne, 20 Mei 1981, juga dimenangi Australia dengan skor 2-0.
Memasuki milenium baru, Indonesia sudah dua kali menantang Australia di kandang mereka. Lagi-lagi, skuad Garuda pulang dengan tertunduk. Indonesia tumbang 0-5 pada laga uji coba di Perth, Maret 2005, kemudian kalah 0-1 di Brisbane pada kualifikasi Piala Asia 2011, Maret 2010.
Dengan catatan negatif pada lima lawatan sebelumnya di Australia, hal itu tidak menggetarkan skuad Garuda. Thom, gelandang Indonesia, tidak ingin hanya berpikir untuk membawa pulang satu poin atau hasil imbang dari Australia.
”Kami tidak datang ke Australia untuk sekadar seri. Kami bermain guna memburu kemenangan,” ujar Thom dilansir laman PSSI.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/10/5f44f8f0-f430-4424-b34e-cf3cfe595299_jpg.jpg)
Sementara itu, Australia bertekad tidak ingin kehilangan poin lagi di kandang pada putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. Pada tiga pertandingan kandang sebelumnya, Socceroos baru satu kali mengemas kemenangan. Hal itu tercipta ketika menaklukkan China, 3-1.
Pada dua pertandingan kandang lainnya menghadapi duta Timur Tengah, yaitu Bahrain dan Arab Saudi, berakhir nirmenang dan nirgol. Australia takluk 0-1 dari Bahrain lalu ditahan seri 0-0 oleh Saudi.
Adam Taggart, penyerang Australia, memahami mengalahkan Indonesia bukan perkara yang mudah. Menurut pemain Perth Glory itu, Indonesia adalah salah satu tim di Asia yang menjalani perkembangan paling pesat dalam satu tahun terakhir.
”Sebagai sebuah bangsa, mereka (Indonesia) terus berkembang. Saya sangat terkesan dengan mereka ketika kami jumpa terakhir di kandang mereka. Jadi, Indonesia tentu adalah sebuah tim yang kian mendekati (kualitas) kami,” kata Taggart dilansir laman Socceroos.
Ia menambahkan, ”Kami akan menghadapi pertandingan yang masif, tetapi ini adalah hal yang kami inginkan ketika bermain sepak bola. Kami tidak sabar menghadapi momen pertandingan nanti.”
Australia kehilangan bek tengah andalan, Harry Souttar; gelandang Massimo Luongo; bek sayap Alessandro Circati; serta penyerang senior, Mitch Duke. Namun, Popovic masih bisa mengandalkan sejumlah pemain berpengalaman, seperti Matthew Ryan, Jackson Irvine, Aziz Behich, dan Martin Boyle.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji Dewabrata