Unjuk rasa mahasiswa dan warga di Kota Makassar bertahan hingga malam. Sejumlah kendaraan terbakar, sebagian jalan di Makassar pun lumpuh.
29 Agt 2025 21:49 WIB · Politik & Hukum
MAKASSAR, KOMPAS — Unjuk rasa di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (29/8/2025), berujung ricuh. Gedung DPRD Kota Makassar terbakar, begitu pula sejumlah kendaraan di halaman. Aksi yang digelar sejak sore ini masih berlangsung hingga malam.
Dalam aksi di depan Gedung DPRD Kota Makassar, massa awalnya hanya merusak sejumlah baliho dan videotron. Sejumlah baliho dibakar di jalan depan gedung.
Namun, api tiba-tiba muncul di halaman gedung di mana sejumlah kendaraan terparkir. Api dengan cepat membesar dan membakar kendaraan yang berjejer di halaman itu.
Tak hanya kendaraan, api juga menyebar hingga ke gedung utama di lantai 1. Hingga pukul 22.30 Wita, api sudah menjalar ke lantai 2.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/29/7cf8e1b29aceb40ffd0b9825659aab8f-IMG_5875.jpeg)
Kebakaran ini disambut sorak-sorai pengunjuk rasa dan warga yang berkerumun di sekitar lokasi. Lagu ”Indonesia Raya” dan lagu-lagu perjuangan lain dinyanyikan serentak oleh warga.
Sebelumnya, pengunjuk rasa dan warga juga membakar pos polisi tak jauh dari Kampus Universitas Negeri Makassar. Hanya, api tak sampai membakar habis pos polisi lalu lintas ini.
”Saya sedang memantau aksi di sekitar sini, lalu tiba-tiba ada api membakar di depan pos. Tak lama kemudian, api langsung membesar,” kata Lanny Baka, Ketua RW 003 Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate.
Unjuk rasa di Makassar berlangsung sejak sore hari. Aksi, di antaranya, digelar di depan Kampus Universitas Negeri Makassar, Universitas Muslim Indonesia, dan Universitas Hasanuddin.
Tak hanya mahasiswa, pengemudi ojek online dan warga juga ikut bergabung. Aksi terkait protes atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek daring di Jakarta, akibat dilindas kendaraan aparat.
Sejumlah ruas jalan ditutup terkait aksi ini. Hal ini menyebabkan ruas jalan di Makassar lumpuh total. Kendaran-kendaraan terparkir di sisi jalan akibat terjebak kemacetan.
Tak seperti biasanya, dalam aksi sepanjang Jumat sore hingga malam, tak banyak polisi terlihat. Massa menguasai sejumlah ruas jalan dan bertahan hingga malam.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/29/52a6ae34ceceefb4f6f490b53c5128c9-IMG_5850.jpeg)
Penulis:
Reny Sri AyuEditor:
Siwi Yunita CahyaningrumPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti