TIMUR TENGAH

Gencatan Senjata 10 Hari Israel-Lebanon, Warga Kembali dari Pengungsian

Gencatan senjata ini langkah kunci dalam upaya AS untuk mencapai kesepakatan dengan Iran guna mengakhiri perang.

17 Apr 2026 17:30 WIB · Internasional

AP/Bilal Hussein

Oleh Fransisca Romana Ninik W

BEIRUT, JUMAT — Kesepakatan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel selama 10 hari mulai berlaku pada Jumat (17/4/2026). Warga yang mengungsi dari wilayah selatan Lebanon mulai kembali ke rumah mereka.

Militer Lebanon memperingatkan penduduk agar tidak buru-buru kembali karena terjadi sejumlah pelanggaran gencatan senjata oleh Israel. Laporan kantor berita AFP menyebutkan, tembakan terdengar sepanjang malam di pinggiran selatan ibu kota Beirut saat gencatan senjata mulai berlaku. Wilayah itu dikuasai Hizbullah.

Meski demikian, mobil-mobil yang penuh muatan dan penumpang telah berbaris sepanjang jalan tol di pesisir sebelum subuh. Kemacetan lalu lintas terjadi beberapa kilometer menjelang satu-satunya jembatan yang menghubungkan wilayah pesisir selatan Sungai Litani dengan wilayah lainnya.

People holding Hezbollah flags celebrate as displaced residents return to their villages following a ceasefire between Israel and Hezbollah, in Zefta, southern Lebanon, Friday, April 17, 2026. (AP Photo/Hassan Ammar)

Warga mengantre berjam-jam menunggu kesempatan untuk pulang. Mereka melintas di atas jembatan darurat karena jembatan penghubung itu hancur akibat pengeboman Israel.

”Orang-orang mencintai tanah dan rumah mereka. Keterikatan mendorong mereka untuk tetap kembali meskipun ada ancaman,” tutur Alaa Damash, salah satu pengungsi yang kembali ke selatan.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata Lebanon-Israel pada Kamis waktu setempat. Ia mengatakan telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun menjelang gencatan senjata. Menurut Trump, keduanya akan berupaya menyepakati gencatan senjata jangka panjang. Trump juga mengungkap, Netanyahu dan Aoun akan berada di Gedung Putih dalam empat atau lima hari ke depan.

Langkah kunci

Gencatan senjata Lebanon-Israel merupakan langkah kunci dalam upaya Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan dengan Iran guna mengakhiri perang. Teheran berkeras gencatan senjata di Lebanon menjadi bagian dari perjanjian Iran-AS.

Tercapainya gencatan senjata Lebanon-Israel berpotensi meningkatkan upaya untuk memperpanjang gencatan senjata antara AS-Israel dan Iran. Belum jelas apakah akan tercapai gencatan senjata permanen sebelum tenggat berakhir pada pekan depan. Akan tetapi, gencatan senjata Israel-Hizbullah menjadi indikasi adanya beberapa kemajuan dalam proses perundingan.

Residents walk amid destruction in the southern Lebanese border village of Debbine that was previously targeted in Israeli strikes as a ceasefire with Israel took effect on April 17, 2026. A 10-day ceasefire deal struck between Lebanon and Israel took effect, sending displaced residents streaming south towards their homes, even as the Lebanese army warned of "a number of violations" in the area. (Photo by AFP)

Pemerintah Israel awalnya menyatakan akan tetap menggempur Lebanon. Namun, tekanan dari Washington membuat mereka akhirnya menyepakati gencatan senjata.

Perang pecah di Lebanon setelah Hizbullah yang berbasis di negara itu menyerang wilayah Iran pada 2 Maret 2026. Serangan itu bentuk dukungan Hizbullah bagi Iran yang digempur AS-Israel. Perang menewaskan lebih dari 2.000 orang di Lebanon dan memaksa 1 juta orang mengungsi.

Pertemuan tingkat tinggi antara pemimpin Lebanon dan Israel akan menjadi momen penting bagi kawasan. Akan tetapi, masih harus dilihat apakah pertemuan itu benar-benar akan terjadi.

Netanyahu menyatakan tidak setuju tuntutan Hizbullah agar Israel menarik pasukan yang menginvasi Lebanon selatan. Israel akan mempertahankan ”zona keamanan” yang luas hingga perbatasan dengan Suriah. Ia menambahkan, Israel tetap menuntut agar Hizbullah dilucuti dan dibubarkan.

Hizbullah mengatakan, gencatan senjata apa pun tidak boleh memberikan kebebasan bergerak kepada Israel di Lebanon. Pernyataan Hizbullah menyebutkan, kehadiran pasukan Israel di wilayah Lebanon memberi Lebanon dan rakyatnya hak untuk melawan.

Trump mengungkapkan, Hizbullah termasuk dalam gencatan senjata. Namun, menurut Departemen Luar Negeri AS, gencatan senjata mewajibkan Lebanon sendiri membubarkan Hizbullah yang didukung Iran.

PM Lebanon Nawaf Salam menyambut baik pengumuman Trump tentang gencatan senjata. Ia mengatakan, gencatan senjata adalah tuntutan utama Lebanon yang diperjuangkan sejak hari pertama perang antara Hizbullah dan Israel.

A displaced resident packs his belongings as he prepares to travel back to his village home, in the southern Lebanese city of Sidon on April 17, 2026. A 10-day ceasefire deal struck between Lebanon and Israel took effect on April 17, sending displaced residents streaming south towards their homes, even as the Lebanese army warned of "a number of violations" in the area. (Photo by MAHMOUD ZAYYAT / AFP)

Lelah dengan perang

Warga juga turut gembira dengan berlakunya gencatan senjata. ”Kami sangat senang tercapai gencatan senjata di Lebanon karena kami lelah dengan perang. Kami ingin keamanan dan perdamaian,” ujar Jamal Shehab, warga Beirut.

”Saya memeriksa rumah saya dan syukurlah bangunannya masih utuh,” ujar Ali Hamza, yang baru saja tiba di rumahnya di Dahiyeh, pinggiran selatan Lebanon.

Namun, ia mengatakan, orang-orang tetap dihantui ketakutan untuk kembali dan tinggal di wilayah itu. Menurut dia, mustahil tinggal di lingkungan yang hancur akibat perang. ”Sulit untuk kembali secara penuh meskipun di pengungsian juga berat,” katanya.

Di Kota Nabatieh yang sebagian besar hancur, sebagian penduduk yang kembali menuturkan, mereka tetap akan tinggal apa pun kondisinya. Sebagian lainnya mengatakan tidak ada lagi yang bisa mereka temukan.

”Semuanya hancur, tempat ini tidak layak huni. Kami akan mengambil barang-barang dan pergi lagi. Semoga Tuhan memberi kami pertolongan dan mengakhiri semua ini secara permanen, bukan sementara, sehingga kami dapat kembali ke rumah dan tanah kami,” kata Fadel Bafreddine, yang kembali ke rumah bersama istri dan anaknya.

Menjelang gencatan senjata, Kamis, kekerasan mematikan terus terjadi. Kementerian Kesehatan Lebanon menyebutkan, setidaknya tujuh orang tewas dan lebih dari 30 orang terluka dalam serangan Israel di Kota Ghazieh. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra