Pemikiran dari generasi muda PKS dapat memberikan alternatif kepada Majelis Syura dalam membuat keputusan strategis.
05 Jun 2025 20:49 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Jajaran pengurus Partai Keadilan Sejahtera periode 2025-2030 dituntut menciptakan terobosan agar dapat meningkatkan perolehan suara dan kursi di Pemilu 2029. Hadirnya generasi muda dan jabatan baru memberikan peluang untuk menggaet pemilih muda yang mendominasi di pemilu mendatang.
Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai, jajaran pengurus PKS periode 2025-2030 cukup memberikan angin segar bagi regenerasi partai. Komposisi pengurus merupakan kombinasi dari tokoh-tokoh senior dipadu dengan generasi muda PKS yang cukup dikenal publik.
Penunjukan Muhammad Kholid sebagai sekretaris jenderal, misalnya, dapat merepresentasikan kehadiran generasi muda di jajaran pengurus teras PKS. Kholid yang juga pernah menjadi juru bicara partai dikenal mempunyai kemampuan personal yang mumpuni.
Begitu pula penambahan posisi Kepala Kantor Staf Presiden yang diisi Pipin Sofyan pun cukup membuat kepengurusan periode ini berbeda dibandingkan sebelumnya. Posisi baru itu harus dioptimalkan untuk memberikan warna baru bagi PKS.
Tanpa ada terobosan, PKS akan terus menjadi partai menengah, meskipun ada generasi muda di jajaran pengurus baru.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/05/335b47e8884dbb3ec66969d0332c42db-20250605ron12.jpg)
Meskipun demikian, kepengurusan baru itu tidak menjamin elektabilitas PKS akan meningkat di Pemilu 2029. Kerja-kerja nyata untuk memperluas basis pemilih mutlak dibutuhkan agar perolehan suara dapat meningkat. Apalagi, persaingan di pileg dan pilpres sangat ketat karena setiap parpol menghadirkan tokoh-tokoh muda dan populer untuk menjadi vote getter.
”Masalahnya, pengurus teras di partai lain juga diisi oleh orang-orang populer dan kompeten sehingga pertarungan untuk menarik simpati dari pengurus partai sangat ketat,” ujar Agung, Kamis (5/6/2025).
Oleh karena itu, menurut Agung, jajaran pengurus baru harus mampu menciptakan terobosan agar dapat menarik simpati pemilih. Kehadiran generasi muda dalam pengambilan keputusan menjadi kekuatan baru karena dapat memberi sudut pandang alternatif kepada Majelis Syura dalam mengambil keputusan strategis partai.
”Tanpa ada terobosan, PKS akan terus menjadi partai menengah meskipun ada generasi muda di jajaran pengurus baru,” tutur Agung.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/05/080b65b244df3f57789ecb1eee2cae36-20250605ron04.jpg)
Sebelumnya, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf secara resmi mengumumkan hasil keputusan Musyawarah Ke-1 Majelis Syura PKS dalam konferensi pers yang digelar di Kantor DPP PKS, Kamis (5/6/2025).
Sesuai mandat yang diberikan oleh Musyawarah Majelis Syura PKS, Almuzzammil telah memilih dan menetapkan Muhammad Kholid sebagai Sekretaris Jenderal PKS. Sementara itu, Noerhadi ditunjuk sebagai Bendahara Umum PKS.
”Dalam rangka memperkuat kinerja Presiden Partai, kami membentuk Kantor Staf Presiden PKS dan telah menetapkan Pipin Sopian sebagai Kepala KSP PKS,” kata Almuzzammil.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/07/07/5aab95d9-5be7-483c-874e-a13ecc06d81d_jpg.jpg)
Almuzzammil juga menyampaikan arah dan komitmen kepemimpinan PKS untuk periode 2025–2030 dengan memberi ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi. Ia akan memberi ruang signifikan kepada anak-anak muda PKS di kepengurusan DPP, DPW, dan DPD sebagai wujud nyata keberpihakan pada kaderisasi dan regenerasi.
”Kami juga berkomitmen menguatkan nilai-nilai bersih, peduli, dan profesional, serta membangun tata kelola partai yang baik dengan menegakkan transparansi, akuntabilitas, dan sistem meritokrasi,” tuturnya.
Lebih lanjut, Almuzzammil menegaskan posisi PKS dalam pemerintahan saat ini dengan berkomitmen menjadi mitra koalisi pemerintah yang konstruktif dan solutif. Sebab, bagi PKS, keberhasilan program-program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto adalah kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Penulis:
Iqbal BasyariEditor:
Cyprianus Anto SaptowalyonoPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul