Dibutuhkan komposisi majelis syura yang berwibawa dan mampu menggerakkan mesin partai untuk mendapatkan dukungan yang berlipat di Pemilu 2029.
30 Mei 2025 19:32 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Sekitar 75.000 kader Partai Keadilan Sejahtera akan mengikuti pemilihan raya atau pemira untuk memilih calon anggota majelis syura, Sabtu (31/5/2025). Pemira secara elektronik untuk memilih 66 anggota majelis syura periode 2025-2030 tersebut, menjadi ajang regenerasi kepengurusan PKS.
Ketua Bidang Hubungan Masyarakat Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Mabruri mengatakan, persiapan untuk menggelar pemira sudah tuntas. Aplikasi untuk pemilihan secara elektronik (e-voting) bahkan sudah diuji dua kali dan dapat digunakan dengan baik.
Tercatat ada sekitar 75.000 anggota pelopor PKS yang akan mengikuti pemira. Mereka akan memilih 66 orang dari sekitar 200 orang yang lolos seleksi calon anggota majelis syura.
”PKS ingin menjaga nilai-nilai pengelolaan partai berbasis sistem yang memastikan seluruh anggota PKS se-Indonesia untuk terlibat aktif sejak awal,” ucap Mabruri saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (30/5/2025).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/06/21/bb8e6cef-3b63-4cfb-8283-0ab92999c4b8_jpg.jpg)
Ia melanjutkan, para pemilih yang terdaftar telah diberikan akses untuk menggunakan aplikasi e-voting. Mereka yang berhak memilih merupakan anggota pelopor, yakni anggota madya dan dewasa PKS di seluruh Indonesia.
”Sudah sejak sepekan lalu, QR code (kode batang) untuk pemilih telah didistribusikan agar anggota pelopor terdaftar sebagai pemilih dan bisa menggunakan aplikasi e-voting,” ujarnya.
Mabruri melanjutkan, ada beberapa tokoh muda yang masuk dalam daftar calon anggota majelis syura. Beberapa di antaranya punya popularitas cukup tinggi karena berhasil memenangi kontestasi pemilihan anggota legislatif ataupun pemilihan kepala daerah.
Nama-nama baru itu antara lain anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PKS, yakni Mardani Ali Sera, Anis Byarwati, dan Achmad Ru’yat. Tokoh lainnya adalah Wakil Bupati Serang Najib Hamas serta mantan calon wakil Gubernur DKI Jakarta Suswono.
Menurut Mabruri, pemira calon anggota majelis syura akan menjadi ajang regenerasi bagi PKS. Kehadiran sejumah nama baru itu bahkan akan memberikan alternatif pilihan bagi para pemilik suara. ”Anak muda mulai tampil,” kata Mabruri.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2021/08/17/59BD7DC6-D25E-439F-9243-9F430A282E7C_1629188907.jpeg)
Ia melanjutkan, pemira sudah menjadi agenda lima tahunan dalam proses suksesi kepemimpinan di tingkat nasional. Para pemilih juga sudah familiar dengan sistem e-voting karena sistem ini juga sudah digunakan lima tahun silam. Sistem e-voting dilakukan dengan mempertimbangkan efektivitas dan efisiensi. Pemilih dapat menggunakan hak suaranya di seluruh wilayah dan hanya butuh waktu sekitar 1 menit untuk menentukan pilihan.
Melalui e-voting, penghitungan suara dilakukan dengan langsung dan cepat sehingga nama-nama anggota majelis syura terpilih dapat segera diumumkan. ”Hasilnya akan segera diumumkan secepatnya setelah pemira usai,” kata Mabruri.
Hasilnya akan segera diumumkan secepatnya setelah pemira usai.
Mabruri mengatakan, muara dari proses pemira adalah terpilihnya Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS periode 2025-2030. Termasuk di dalamnya terpilihnya pengurus DPP PKS, seperti presiden partai yang akan ditentukan oleh ketua majelis syura. Untuk ini, nantinya, majelis syura terpilih akan menggelar musyawarah. Setelah komposisi DPTP PKS ditentukan, dilanjutkan pemilihan pengurus di seluruh tingkatan.
”Kami percaya sistem partai politik yang sehat akan melahirkan sistem politik nasional yang sehat dengan berpegang teguh pada mekanisme aturan, bukan pada kepentingan. Mohon doanya agar PKS bisa semakin besar kontribusinya untuk melayani masyarakat,” ujarnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/01/1cca8734-fe82-4e65-9d50-ed621b44be55_jpg.jpg)
Salah satu calon anggota majelis syura, Mardani Ali Sera, mengatakan, pemira yang akan berlangsung besok merupakan praktik demokrasi internal di PKS. Para calon anggota majelis syuro yang akan dipilih juga merupakan hasil usulan kader di akar rumput.
Ia berharap anggota majelis syura yang terpilih mampu menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan PKS yang moderat, toleran, dan maju. ”Harapannya brand partai Islam yang berbasis nilai dan punya karakter amar ma’ruf dan nahi munkar (mengajak pada kebaikan dan melawan kejahatan) dapat kian kokoh tertanam di masyarakat,” kata Mardani.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan, anggota majelis syura terpilih memiliki tantangan untuk tetap menjadikan PKS sebagai partai Islam yang kritis transpormatif. Mereka harus mampu untuk terus memperjuangkan agenda-agenda politik Islam yang inklusif.
”Karena apa pun, PKS adalah salah satu partai Islam besar, yang punya basis kuat terutama Muslim perkotaan,” ujarnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2019/10/17/88484f98-d37a-43b4-8259-3571ef8a05f8_jpg.jpg)
Selain itu, lanjutnya, komposisi anggota majelis syura dihadapkan pada tantangan untuk membawa PKS masuk dalam empat besar partai di Pemilu 2029. Melalui perolehan kursi yang besar dan berada di jajaran partai atas, PKS akan lebih mudah memperjuangkan agenda-agenda dari para pemilih. Bahkan, sebisa mungkin, majelis syura yang baru nantinya bisa munculkan capres atau cawapres dari internal PKS mengingat PKS merupakan partai kader.
”Dibutuhkan komposisi majelis syura yang berwibawa dan mampu menggerakkan mesin partai untuk mendapatkan dukungan yang berlipat,” kata Adi.
Penulis:
Iqbal BasyariEditor:
A. Ponco AnggoroPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto