Apa Saja Eksekusi Program ”Quick Win” Menjelang 100 Hari Pertama Prabowo-Gibran?

Eksekusi program ”quick win” perlu untuk meraih kepercayaan publik guna meningkatkan legitimasi sekaligus ”approval rating” terhadap  pemerintahan Prabowo-Gibran.

19 Jan 2025 12:28 WIB · Politik & Hukum

Oleh Iqbal Basyari

Belum genap 100 hari setelah dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI, pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mengeksekusi berbagai program hasil terbaik cepat (quick win). Beberapa program bahkan sudah dirasakan langsung oleh masyarakat selama 90 hari pertama pemerintahan.

Sebut saja program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan janji politik Prabowo-Gibran saat Pemilihan Presiden 2024. Program ini telah dimulai pada 6 Januari 2025 dan menjangkau 650.000 penerima manfaat yang tersebar di 31 provinsi. Bahkan, pada akhir pekan lalu, Presiden Prabowo meminta percepatan pelaksanaan MBG agar program tersebut dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.

”Presiden sedang memikirkan untuk mempercepat proses ini sehingga pada akhir 2025 (sebanyak) 82,9 juta (pelajar) bisa segera mendapatkan manfaat. Itu artinya, pasti beliau sedang memikirkan tambahan anggaran,” ujar Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana seusai mengikuti rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (17/1/2025).

Quote

Semua warga Indonesia berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan amanat konstitusi.

Anak-anak mendapatkan makan bergizi gratis (MBG) di SDN 07 Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Senin (6/1/2025). Program makan bergizi gratis (MBG) ini dulu bernama makan siang gratis (MSG) yang dikenalkan ketika masa kampanye pilpres pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rangkabuming Raka. Selain gratis, menu yang disajikan juga bergizi seimbang sesuai dengan angka kecukupan gizi (AKG) di setiap klasifikasi umur penerima. Program ini bertujuan meningkatkan akses makanan bergizi dan pola makan sehat penduduk. MBG juga diharapkan meningkatkan prestasi, partisipasi, dan kehadiran siswa sekolah. Program ini juga ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan UMKM serta menciptakan lapangan kerja baru. Target penerima MBG tahun 2025 ialah 19,47 juta jiwa dengan alokasi anggaran Rp 71 triliun. Akhir tahun lalu pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) mematok harga per porsi MBG sebesar Rp 10.000. KOMPAS/AGUS SUSANTO 6-1-2025

Program hasil terbaik cepat lain yang telah dimulai adalah pembangunan rumah sakit lengkap berkualitas di daerah. Program quick win di bidang kesehatan tersebut adalah pengembangan rumah sakit tipe D menjadi tipe C.

Pengembangan rumah sakit akan dilakukan di 66 kabupaten/kota yang sebagian besar merupakan daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan. Kementerian Kesehatan pun menargetkan pengembangan 32 rumah sakit pada 2025. Sisanya, sebanyak 34 rumah sakit, akan dibangun pada 2026.

Sebagai langkah awal, eksekusi dari program itu ditandai dengan peletakan batu pertama untuk peningkatan kapasitas dan kualitas infrastruktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Reda Bolo di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Jumat (17/1/2025). Peletakan batu pertama untuk rumah sakit yang menjadi sasaran program ini akan dijadwalkan mulai Januari hingga Maret 2025.

Melalui program ini, kualitas dan kapasitas rumah sakit di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan akan meningkat. Rumah sakit tersebut bakal memiliki sejumlah dokter spesialis, seperti spesialis penyakit dalam, bedah, kebidanan, dan anak. Pembangunan RS Reda Bolo ditargetkan selesai Desember sehingga rumah sakit ini akan memiliki kapasitas 100 tempat tidur.

Seremoni peletakan batu pertama untuk peningkatan kapasitas dan kualitas infrastruktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Reda Bolo di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Jumat (17/1/2025).

Selain itu, rumah sakit tipe C seperti yang akan dibangun di NTT tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas, seperti ruang operasi, ruang perawatan pasien kritis atau ICU, ruang perawatan intensif untuk bayi atau NICU, laboratorium, serta peralatan radiologi. Berbagai fasilitas itu membuat pasien dari daerah tak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit di provinsi atau bahkan sampai ke Jakarta.

”Pasien tidak perlu dikirim ke Kupang. Rumah sakit ini bisa melayani masyarakat dengan lebih baik dan sembuh,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan Chacha Annissa mengatakan, program peningkatan kualitas dan kapasitas rumah sakit ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan. Masyarakat yang berada di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan akan mendapatkan fasilitas kesehatan yang sama dengan daerah lain.

”Semua warga Indonesia berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan amanat konstitusi,” ujar Chacha.

Ia melanjutkan, peningkatan kualitas dan kapasitas rumah sakit pada 2025 ini juga akan dilakukan di Bengkulu Tengah, Pesisir Barat, Tana Tidung, Kepulauan Anambas, Halmahera Timur, Pulau Taliabu, Toraja Utara, dan Manggarai Timur. Sementara pada tahun depan, pembangunan rumah sakit akan dilakukan di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Kader Posyandu melayani warga dalam kegiatan rutin pemeriksaan kesehatan balita di Posyandu Indah, Dusun Serayu, Desa Bantul, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (13/12/2024). Selain ditimbang berat badannya, perkembangan tubuh balita juga dipantau, antara lain, melalui pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan. Kegiatan rutin setiap sebulan sekali tersebut menjadi salah satu upaya penting dalam mendeteksi secara dini potensi stunting pada balita.

Sementara itu, program quick win lain yang akan dimulai adalah pemeriksaan kesehatan gratis. Program ini akan berlaku pada 1 Februari 2025 dengan total anggaran Rp 4,7 triliun.

Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Dedek Prayudi menuturkan, masyarakat mendapatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis saat berulang tahun. Untuk menikmati program ini, masyarakat perlu datang ke puskesmas dan menunjukkan kartu identitas.

Menurut Dedek, program ini merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi, mendeteksi, dan mencegah berbagai penyakit. Melalui berbagai langkah preventif, diharapkan gejala penyakit dapat dideteksi lebih awal sehingga bisa segera diobati.

”Program akan dilaksanakan secara bertahap mulai Februari 2025 dengan menargetkan 60 juta orang. Diharapkan ada 200 juta warga yang terlayani selama lima tahun mendatang,” tuturnya.

Pendukung capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memeriahkan kampanye rapat terbuka "Pesta Rakyat Untuk Indonesia Maju" di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (10/2/2024). Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk menjalankan program makan siang gratis bagi anak-anak Indonesia jika terpilih menjadi Presiden ke-8 RI. Prabowo juga mengingatkan bahwa bangsa yang besar ialah bangsa yang menghormati para pahlawan serta menghormati para pemimpinnya. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 10-2-2024

Peneliti di Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional, Wasisto Raharjo Jati, mengatakan, ada sejumlah program quick win yang mesti segera dieksekusi pada 100 hari pertama pemerintahan. Selain ketiga program di atas, program kartu kesejahteraan dan beasiswa bagi 20.000 pelajar mesti segera dilaksanakan. Kedua program ini mestinya segera dilakukan karena masuk janji kampanye Prabowo di sektor publik.

Menurut Wasisto, eksekusi berbagai progam quick win dibutuhkan untuk mendapatkan kepercayaan publik dalam waktu cepat. Hal ini untuk meningkatkan legitimasi sekaligus approval rating dari pemerintahan Prabowo-Gibran menjelang 100 hari setelah dilantik pada 20 Oktober lalu.

Lebih jauh, kata Wasisto, masa awal pemerintahan baru tentu masih dibayang-bayangi oleh capaian pemerintahan sebelumnya yang punya tingkat approval rating tinggi. Oleh karena itu, realisasi janji kampanye, terutama yang berdampak langsung ke publik, menjadi kunci utama agar optimisme publik terus terjaga.

”Apabila pemerintahan baru bisa dengan cepat mendapatkan kepercayaan publik, Prabowo bisa segera menjalankan agenda berikutnya tanpa terbebani oleh persepsi publik yang mungkin akan membanding-bandingkan pemerintahan yang lama dan pemerintahan baru,” ujarnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Iqbal Basyari
 | 

Editor:

Cyprianus Anto Saptowalyono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji