Gerald Vanenburg Melawan Kutukan Laga Debut

Sepanjang karier sebagai pelatih, Vanenburg selalu kesulitan menang di laga debutnya. Berpotensi meruntuhkan kutukan saat memimpin Indonesia U-23 melawan Brunei.

14 Jul 2025 18:21 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

JAKARTA, KOMPAS — Laga Indonesia kontra Brunei Darussalam pada babak penyisihan Grup A Kejuaraan ASEAN U-23 akan membuka selubung enigma Gerald Vanenburg. Publik sepak bola Indonesia berkesempatan menyaksikan bagaimana pelatih asal Belanda itu mempertontonkan kebolehannya dalam meramu sebuah tim. Satu hal yang perlu diperhatikan, Vanenburg selalu kesulitan meraih kemenangan di setiap laga debutnya sebagai pelatih.

Menghadapi Brunei membuka kesempatan bagi Vanenburg untuk meruntuhkan kutukan tersebut. Laga Indonesia melawan Brunei dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (15/7/2025) pukul 20.00 WIB. Sehari menjelang laga, Vanenburg telah menentukan susunan pemain definitif setelah menggelar pemusatan latihan selama sekitar tiga pekan di Jakarta.

Dari daftar susunan pemain yang dirilis PSSI, tidak ada nama Marselino Ferdinan dan Rafael Struick. Dua pemain tersebut sebelumnya digadang-gadang akan memperkuat Indonesia di Kejuaraan ASEAN U-23. Vanenburg mengatakan, Struick dan Marcelino tidak bergabung dengan tim Indonesia U-23 lantaran tenaganya lebih dibutuhkan untuk tim senior yang berjuang di kualifikasi Piala Dunia 2026.

”Menurut saya, yang paling penting adalah tentang Piala Dunia. Kami harus bisa lolos ke Piala Dunia. Rafael dan Marselino tidak di sini. Nama-nama sudah kami serahkan dan mereka tidak bermain di sini,” ujar Vanenburg dalam konferensi pers menjelang laga, Senin (14/7/2025), di Jakarta.

Tanpa Struick, Vanenburg mengandalkan Hokky Caraka, Jens Raven, dan Rahmat Arjuna di lini depan. Perubahan paling menarik terjadi di pos bek kiri. Frengky Missa yang sebelumnya sempat dicoret selama pemusatan latihan secara tiba-tiba kembali dipanggil. Menurut Vanenburg, Missa kembali untuk menggantikan Mikael Tata yang mengalami sakit dan kini sedang menjalani perawatan.

Pemain Timnas Indoneisa U-23 berlatih bersama di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (10/7/2025). Timnas Indonesia U-23 menggelar latihan jelang ASEAN U-23 Mandiri Cup yang digelar pada 15 sampai 29 Juli 2025. Indonesia akan berjuang di grup A melawan Malaysia, Filipina, dan Brunei.



KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)

10-07-2025

Vanenburg mencoba menggabungkan pemain-pemain yang berpengalaman membela timnas di level senior dengan nama-nama baru di U-23 semacam Jens Raven. Muhammad Ferarri, Hokky, Kadek Arel, dan Arkhan Fikri yang pernah bertanding di tingkat senior diharapkan bisa menjadi mentor yang baik kepada pemain lainnya.

Lewat kombinasi pemain yang dia susun, Vanenburg optimistis bisa meraih kemenangan atas Brunei sekaligus mengakhiri kutukan laga debut yang membayangi kariernya sebagai pelatih. Perjalanan karier kepelatihan Vanenburg memang lebih banyak dihabiskan sebagai asisten. Akan tetapi, ia tercatat pernah menjadi pelatih di tiga tim, yaitu TSV 1860 Munich, Helmond Sport, dan FC Eindhoven.

Menangani ketiga tim itu, belum sekali pun Vanenburg pernah memetik kemenangan di laga debutnya. Saat melatih TSV, Vanenburg menelan kekalahan 0-1 dari Bayern Muenchen. Sementara saat menangani Helmund, Vanenburg hanya bisa meraih hasil imbang 1-1 kontra MVV Maastricht. Terakhir, saat membesut FC Eindhoven, debut Vanenburg tercoreng akibat kekalahan telak 2-6 dari FC Volendam.

”Pada akhirnya semua akan coba memberikan yang maksimal di turnamen. Kami sudah cukup lama berlatih dan mempersiapkan diri. Jadi saya cukup senang kami akhirnya bisa mulai bertanding. Apalagi kami berada segrup dengan Malaysia. Kami akan mencoba memenangi tiap pertandingan,” tutur Vanenburg.

Para pelatih tim U-23 dari empat negara Grup A berfot bersama dalam sesi konferensi pers jelang laga di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (14/7/2025). Dari kiri hadir Pelatih Brunei Darussalam U-23 Aminuddin Jumat, Pelatih Indonesia U-23 Gerald Vanenburg, Pelatih Malaysia U-23 Nafuzi Zain, dan Pelatih Filipina U-23 Garrath McPherson.

Lebih difavoritkan

Indonesia diperkirakan tidak akan mendapatkan banyak kesulitan menghadapi Brunei. Pasalnya, tim besutan Pelatih Aminuddin Jumat tersebut belum pernah menang dalam 24 laga terakhir atau semenjak 2017. Pada dua laga terbaru, Brunei U-23 bahkan tidak bisa berkutik menghadapi Oman dan Suriah. Saat melawan Suriah, gawang Brunei menjadi lumbung gol setelah kebobolan 11 kali.

Aminuddin sadar Indonesia diuntungkan dengan kehadiran suporter. Dia juga paham catatan buruk Brunei U-23 yang membuat timnya tidak diunggulkan untuk menang. Meski begitu, Aminuddin mengatakan siap memberikan perlawanan terbaik.

”Kami berada di grup yang sama (Grup A) dengan Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Kami tahu perkembangan mereka, kualitas mereka, dan dukungan yang mereka dapat selama turnamen ini. Tentu saja, kami datang ke sini untuk menunjukkan kemajuan kami,” ucap Aminuddin.

Selain Stadion Gelora Bung Karno, Kejuaraan ASEAN U-23 juga berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat. Hanya Grup A yang terdiri atas empat tim. Grup B dihuni Vietnam, Kamboja, dan Laos. Adapun Thailand, Myanmar, dan Timor Leste bersaing di Grup C.

Hanya juara dari setiap grup yang berhak lolos secara langsung ke semifinal. Sementara satu tim lagi diambil dari runner-up terbaik dari ketiga grup. ”Garuda Muda” pernah menjuarai turnamen ini pada edisi 2019 saat masih ditangani Pelatih Indra Sjafri. Vietnam menjadi tim pengoleksi gelar terbanyak dengan dua gelar sekaligus sebagai juara bertahan pada edisi 2025 ini.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto