PROLIGA 2026

Gerbang Empat Besar Tertutup bagi Medan Falcons

Medan Falcons putra dan putri gagal menembus empat besar Proliga 2026 karena belum pernah menang.

16 Feb 2026 13:14 WIB · Olahraga

PROLIGA

Oleh Ambrosius Harto

BOJONEGORO, KOMPAS — Tim bola voli putra dan putri Medan Falcons tersingkir dari persaingan menembus empat besar atau final four Proliga 2026. Peluang sudah tertutup karena kedua tim belum pernah menang sepanjang enam pekan dari delapan pekan putaran penyisihan.

Proliga musim ini terbagi menjadi dua kategori. Lima tim putra termasuk Medan Falcons Tirta Bhagasasi. Tujuh tim putri termasuk Medan Falcons. Penyisihan berlangsung dalam dua putaran selama delapan pekan kurun 28 Januari-1 Maret 2026.

Penyisihan telah berlangsung enam pekan. Yang terkini ialah seri Bojonegoro kurun 12-15 Februari 2026 di GOR Utama. Seri Bojonegoro menampilkan sembilan pertandingan tim-tim putra dan putri.

Di kelompok putra, hari pertama, Jakarta Lavani Livin’ Transmedia menang 3-0 atas tuan rumah Surabaya Samator. Hari ketiga, juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi menang 3-0 atas Jakarta Garuda Jaya. Hari keempat atau terakhir seri Bojonegoro, Samator menang 3-1 atas Falcons.

Di kelompok putri, hari pertama, Jakarta Electric PLN Mobile menang 3-0 atas Falcons. Hari kedua, juara bertahan Jakarta Pertamina Enduro kalah 1-3 dari Jakarta Livin Mandiri. Jakarta Popsivo Polwan menang 3-2 atas PLN. Hari ketiga, Bandung BJB Tandamata menang 3-1 atas Falcons. Hari keempat, Pertamina menang 3-1 atas Popsivo dan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia menang 3-0 atas BJB.

Hingga seri Bojonegoro berakhir, Lavani memimpin klasemen sementara dengan 24 poin dari 8 kemenangan atau tidak terkalahkan. Catatannya hampir sempurna, yakni 24 set menang dan 2 set kalah. Posisi kedua ialah Bhayangkara dengan 16 poin dari 5 kemenangan dan 3 kekalahan serta 18 set menang dan 10 set kalah.

Berikutnya, Samator dengan 8 poin dari 3 kemenangan dan 4 kekalahan serta 10 set menang dan 15 set kalah. Urutan keempat ialah Garuda dengan 5 poin dari 2 kemenangan dan 4 kekalahan serta 6 set menang dan 15 set kalah. Falcons di dasar dengan 1 poin dari 7 kekalahan serta 5 set menang dan 21 set kalah.

Di kelompok putri, Pertamina memuncaki klasemen sementara dengan 24 poin dari 8 kemenangan dan 3 kekalahan dengan set menang-kalah 28:13. Urutan kedua ialah Phonska dengan 23 poin dari 8 kemenangan dan 2 kekalahan serta set menang-kalah 26:10. Berikutnya ialah PLN dengan 18 poin dari 6 kemenangan dan 4 kekalahan serta set menang-kalah 23:16.

Di posisi keempat, Mandiri dengan 16 poin dari 5 kemenangan dan 5 kekalahan serta set menang-kalah 18:19. Berikutnya ialah Popsivo dengan 14 poin dari 5 kemenangan dan 5 kekalahan serta set menang-kalah 17:19. Urutan keenam ialah BJB dengan 12 poin dari 4 kemenangan dan 6 kekalahan serta set menang-kalah 15:21. Falcons di dasar dengan 1 poin dari 11 kekalahan serta set menang-kalah 4:33.

Medan Falcons Tirta Bhagasasi saat menghadapi Surabaya Samator di putaran kedua Proliga, Minggu (15/2/2026) malam di GOR Utama Bojonegoro, Jawa Timur. Falcons kalah 1-3 dari Samator dan dipastikan gagal lolos empat besar.

Setelah seri Bojonegoro, putaran kedua menyisakan dua pekan yang akan berlangsung di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Kabupaten Bogor, 19 Februari-1 Maret 2026. Pekan ketujuh berisi empat pertandingan, yakni Popsivo lawan BJB, Phonska kontra PLN, Garuda lawan Samator, dan Mandiri kontra BJB. Pekan kedelapan juga berisi empat pertandingan, yakni Phonska lawan Pertamina, Popsivo kontra Falcons, Garuda lawan Falcons, dan Mandiri kontra PLN.

Untuk kelompok putra sudah dapat dipastikan empat dari lima tim yang akan menuju final four. Masing-masing ialah Lavani, Bhayangkara, Samator, dan Garuda. Satu pertandingan tersisa milik Falcons melawan Garuda tidak akan memengaruhi akhir klasemen untuk empat besar. Jikapun Garuda melepas dengan kalah 0-3, poin akhir Falcons tidak akan mampu mengerek posisinya ke urutan keempat.

Seusai kekalahan dari Samator, Pelatih Falcons Ariyanto Joko Sutrisno mengatakan, musim ini timnya tidak dapat berbuat banyak. Di kompetisi voli nasional paling bergengsi ini, Falcons tenggelam karena permainan buruk dan kesalahan esensial.

Dari tujuh pertandingan yang telah dijalani, Ariyanto melihat kekuatan penerimaan (receive) servis dari lawan justru buruk. Padahal, penerimaan ialah dasar bagi tim untuk membangun serangan. ”Receives kami masih jelek sehingga tidak ada serangan,” ujarnya.

Meskipun demikian, Falcons putra sejauh ini masih dapat mencuri 5 set yang terdiri dari 1 set saat kalah 1-3 dari Garuda, 3 set saat kalah 2-3 dan 1-3 dari Samator, dan 1 set saat kalah 1-3 dari Lavani. Lawan-lawan yang dihadapi Falcons ialah tim mapan dan para juara, yakni Samator (7 gelar), Bhayangkara (2 gelar), dan Lavani (2 gelar).

Senasib untuk Falcons putri. Satu pertandingan tersisa melawan Popsivo hanyalah sekadar hiburan. Biarpun menang, Falcons tetap di dasar karena selisih 11 poin dengan BJB di posisi keenam. Peluang ke empat besar hanya bisa dicoba dan diusahakan oleh Falcons di musim berikutnya.

Catatan Kompas, di musim 2025, Falcons berada di dasar klasemen dengan 0 poin dari 12 kekalahan dan set menang-kalah 2:36. Musim ini, Falcons membaik karena bisa mendapat 1 poin dari 11 kekalahan dengan set menang-kalah 4:33. Poin didapat meskipun kalah 2-3 dari PLN. Selain itu, dua set menang didapat meskipun kalah 1-3 dari Mandiri dan BJB.

Meskipun belum juga kompetitif, Pelatih Falcons Marcos Sugiyama mengatakan, performa tim membaik dibandingkan dengan tahun lalu. Marcos mengapresiasi kinerja tim yang mampu mencuri 1 poin meskipun kalah 2-3 dari PLN.

”Tim ini punya potensi besar untuk berkembang dan bersaing mengingat kekuatan yang relatif muda,” ujar Sugiyama, pelatih tim nasional bola voli putri.

Di Proliga, Falcons ialah tim dengan rerata usia termuda, yakni 23 tahun bersama Mandiri. Dalam tim, pemain senior yang kelahiran sebelum 2000 atau milenium ketiga ialah duet pemblok (middle blocker) Maya Kurnia Indri Sari (34) dan Dell Palomata (31), dan pengatur (setter/tosser) Yolana Betha Pangestita (27). Sebanyak 12 pemain lainnya kelahiran 2000-2010.

Medan Falcons melawan Bandung BJB Tandamata di putaran kedua Proliga, Sabtu (14/2/2026) di GOR Utama Bojonegoro, Jawa Timur. Falcons kalah 1-3 dari BJB dan dipastikan gagal lolos empat besar karena menghuni dasar klasemen.

Berbeda dengan kelompok putra, persaingan menuju empat besar kategori putri justru masih lumayan panas. Dari perolehan poin, dua tim sudah pasti lolos, yakni Pertamina dan Phonska. Dua tim lainnya masih bisa diperebutkan oleh PLN (18 poin), Mandiri (16 poin), Popsivo (14 poin), atau BJB (12 poin).

Dari situasi di klasemen sementara, situasi amat genting dialami oleh BJB, kampiun 2003 dan 2006 saat bernama Bandung Art Deco Bank Jabar serta juara musim 2022 dan 2023. Peluang lolos empat besar amat kecil bahkan hampir mustahil. Seperti pepatah unta masuk lubang jarum, BJB bisa lolos jika menang telak 3-0 atau 3-1 atas Popsivo dan Mandiri. Di sisi lain, berharap PLN, kampiun terbanyak dengan 6 gelar, kalah dari Phonska dan Mandiri.

Untuk itu, peluang lebih besar akhirnya berada di PLN meskipun perlu terlebih dahulu melewati ujian nasib melawan Phonska lalu Mandiri. Serupa dialami Mandiri dan Popsivo yang menjalani dua pertandingan tersisa sebagai penentuan hidup mati musim ini.


Kerabat Kerja

Penulis:

Ambrosius Harto
 | 

Editor:

Rini Kustiasih
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto