Medan Falcons dan Medan Falcons Tirta Bhagasasi menyulitkan lawan masing-masing kendati akhirnya takluk di laga pembuka Proliga 2026. Debutan pun bisa bersaing.
09 Jan 2026 11:29 WIB · Olahraga
PBVSI
Tim debutan, Medan Falcons dan Medan Falcons Tirta Bhagasasi, memang sama-sama kalah telak pada pertandingan perdana mereka di Proliga 2026. Namun, kedua tim memberi pesan bahwa mereka adalah lawan yang tidak bisa begitu saja ditaklukkan.
Sama-sama bertanding pada hari pembuka Proliga 2026 di GOR A Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (8/1/2026), dua tim debutan kompak menelan kekalahan telak. Tim putri Medan Falcons lebih dulu takluk dari Jakarta Popsivo Polwan, 0-3 (20-25, 19-25, 14-25), disusul tim putra Medan Falcons Tirta Bhagasasi yang takluk dari juara bertahan, Jakarta Bhayangkara Presisi, dengan skor serupa, 0-3 (23-25, 19-25, 21-25).
Menghadapi runner-up Proliga 2025, Medan Falcons sebenarnya menunjukkan perlawanan ketat pada set pertama dan kedua. Meski tertekan servis tajam dan serangan cepat Popsivo Polwan, Medan Falcons tetap mampu menjaga selisih angka tidak terlalu jauh.
Namun, pada set ketiga, ketika seharusnya para pemain Medan Falcons mengejar kemenangan agar memperpanjang laga, mereka justru takluk oleh kesalahan-kesalahan sendiri. Di sisi lain, Popsivo langsung melesat sejak awal dan membuat Falcons semakin tertekan. Dibanding dua set sebelumnya, anak-anak asuhan pelatih Marcos Sugiyama ini lebih kesulitan keluar dari tekanan.
Kami sebenarnya memiliki kesempatan, terutama di dua set awal. Namun, setelah poin ke-20, kami terlalu sering kehilangan angka dan itu memberi keuntungan bagi lawan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/09/bdd7e510e1d0b5e5d3db25ae91de3a24-WhatsApp_Image_2026_01_08_at_18.11.56_1_.jpeg)
Marcos Sugiyama mengakui timnya gagal memanfaatkan peluang, terutama pada poin-poin krusial. Pelatih berdarah Brasil-Jepang ini menilai, banyaknya kesalahan sendiri menjadi faktor utama kekalahan timnya.
Walakin, Sugiyama menegaskan, laga perdana itu menjadi pelajaran penting bagi timnya yang dihuni banyak pemain muda. Ia pun menegaskan fokus Falcons kini adalah berbenah dan mempersiapkan diri menghadapi laga berikutnya.
”Kami sebenarnya memiliki kesempatan, terutama di dua set awal. Namun, setelah poin ke-20, kami terlalu sering kehilangan angka dan itu memberi keuntungan bagi lawan,” ujar Marcos.
Bagi Falcons, ini adalah tahun kedua mereka berlaga di kompetisi bola voli kasta tertinggi Indonesia. Sebelum pindah markas ke Deli Serdang, Sumatera Utara, pada tahun ini, mereka menggunakan nama Yogya Falcons untuk berkiprah di Proliga 2025. Menjadi juru kunci pada edisi sebelumnya, Faloncs bertekad meraih torehan lebih baik tahun ini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/09/6a6d72b046ea0711b56a71575beaaea4-WhatsApp_Image_2026_01_08_at_18.11.59.jpeg)
Klub ini didominasi para pemain muda yang memperkuat tim bola voli putri Indonesia yunior. Dua di antaranya adalah libero Sulastri Rahma Aulia yang membawa tim Indonesia U-18 meraih perak di Asian Youth Games 2025 serta opposite hitter Pascalina Mahuze memperkuat tim U-21 yang menembus peringkat 16 di Kejuaraan Dunia Voli U-21 2025.
Pascalina juga tergabung dalam skuad timnas senior yang meraih medali perunggu SEA Games Thailand 2025. Meski pemain senior seperti Megawati Hangestri dan Mediol Yoku masih menjadi tumpuan timnas putri untuk meraih poin, Pascalina juga turut unjuk kemampuan dengan menyumbang poin.
Saat melawan Myanmar pada babak grup, misalnya, Megawati menyumbang hingga 15 poin disusul Mediol dengan 10 poin. Adapun Pascalina mencetak enam poin.
Untuk menambah daya gedor tim, Falcons merekrut dua bintang bola voli Asia Tenggara, yakni middle blocker asal Filipina, Dell Palomata, dan outside hitter asal Vietnam, Vi Thi Nhu Quynh.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/23/4a51c6a7-dffe-41a1-b7d6-d08973f2f9fc_jpg.jpg)
Pada laga kontra Popsivo, Vi Thi Nhu Quynh menjadi tulang punggung tim dengan mencetak hingga 12 poin. Sementara itu, Pascalina Mahuze turut menyumbang empat poin, sama seperti Dell Palomata.
Adapun pelatih Sugiyama adalah juru taktik tim U-21 di Kejuaraan Dunia Voli dan timnas senior di SEA Games Thailand 2025. Dalam setahun terakhir, Sugiyama mencicipi pengalaman meracik tim yang dihuni para pemain muda.
Sementara itu, Medan Falcons Tirta Bhagasasi merupakan gabungan pemain-pemain dari Sumatera Utara dan tim PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi. Sebagian besar pemain merupakan penghuni skuad Tirta Bhagasasi ketika menempati peringkat keempat di kasta kedua kompetisi, Livoli Divisi Utama 2025. Mereka juga berkontribusi dalam tim ketika Tirta Bhagasasi meraih gelar juara turnamen Ketum PBVSI Cup 2025.
Selain itu, Medan Falcons Tirta Bhagasasi juga diperkuat beberapa pemain yang pada musim lalu bergabung dengan tim Proliga lain. Dua di antaranya adalah pemain timnas putra, Fahri Septian, yang selama tiga tahun memperkuat Jakarta LavAni serta Luvi Febrian Nugraha yang sebelumnya memperkuat Surabaya Samator.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/09/34882e411255d2b6bc14bed3708af023-WhatsApp_Image_2026_01_08_at_22.12.25.jpeg)
Pada laga pembuka, Luvi menunjukkan bahwa dia mampu menjadi kekuatan utama tim dengan mencetak hingga 11 poin. Luvi hanya terpaut satu poin dari pemain asing pencetak poin terbanyak Medan Falcons Tirta Bhagasasi, yakni Liosbel Mendez Iglesias.
Luvi dan kawan-kawan sebenarnya mampu memberikan tekanan dan menjaga jarak poin hingga memasuki fase akhir set pertama saat menghadapi Bhayangkara Presisi. Namun, ketenangan dan disiplin permainan membuat Bhayangkara Presisi justru berhasil mencuri momentum di poin-poin krusial untuk menutup set pertama dengan keunggulan 25-23.
Pada set kedua, Medan Falcons beberapa kali memimpin perolehan angka berkat permainan rapat di lini pertahanan. Namun, lagi-lagi, Falcons tertinggal setelah Bhayangkara Presisi perlahan menemukan ritme melalui servis agresif dan transisi serangan yang efektif.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/09/1dcc62b3e03815ed99efc9160b1cb18d-WhatsApp_Image_2026_01_08_at_22.12.28.jpeg)
Meski akhirnya kalah, Pelatih Medan Falcons Tirta Bhagasasi, Ariyanto Joko Sutrisno, menilai, timnya tampil cukup kompetitif. Ariyanto menyoroti lemahnya penyelesaian akhir pada poin-poin penentuan yang jadi penyebab utama kekalahan.
Ariyanto memastikan evaluasi akan segera dilakukan, khususnya pada sektor pertahanan dan mental bertanding, demi tampil lebih baik. Apalagi, mereka menargetkan lolos ke babak final four. ”Saya berharap performa kami meningkat setiap laga,” katanya.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto