Gestur Trump dan Putin Saat Bertemu di Alaska

Melihat pertemuan dua pemimpin negara di Alaska.

16 Agt 2025 17:48 WIB · Internasional

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Pertemuan dua pemimpin dunia, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin, di Alaska, Sabtu (15/8/2025) dini hari, menjadi sejarah baru dalam hubungan kedua negara. Pertemuan di pangkalan militer di Anchorage ini membentuk kembali hubungan antara Moskwa dan Washington. Ini adalah pertemuan puncak pertama mereka dalam empat tahun. 

Keduanya bertemu di atas hamparan karpet merah di landasan Pangkalan Udara Elmendorf-Richardson, Anchorage, Alaska. Trump terlihat menuruni tangga pesawat kepresidenan Air Force One, berjalan sendiri di landasan menuju karpet merah yang membentang, lantas berhenti. Berdiri menanti tamunya.

comparison left
comparison right
before-after-arrow

Sementara dari sudut lain Putin melakukan hal yang sama, menuruni tangga pesawat kepresidenan, berjalan di atas bentangan karpet merah, mendekati Trump. Berbeda dengan trump yang bergerak sendiri, Putin berjalan dengan pengawalan belasan orang yang menyertainya. Trump terlihat beberapa kali bertepuk tangan saat Putin mendekat. Ia juga memperbaiki posisi berdirinya untuk bisa lurus dengan arah Putin.

Hal menarik lain yang terlihat dalam video saat keduanya bertemu adalah saat jarak mereka makin dekat. Putin terlihat mempercepat langkah menuju Trump. Kedua lantas saling mengulurkan tangan dan bersalaman sambil menepuk lengan lawannya. Keduanya terlibat obrolan sambil terus berjabat tangan dan mengakhirinya ketika bersebelahan, berjalan bersama di atas karpet merah. Senyum kedua pemimpin terlihat sepanjang jalan sambil terus mengobrol.

Karpet merah dibersihkan sebelum Presiden Amerika Serikat Donald Trump turun dari Air Force One, Jumat (15/8/2025), di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Alaska.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyapa Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat (15/8/2025) di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Alaska.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi hormat saat berjalan bersama Presiden Rusia Vladimir Putin, Jumat (15/8/2025), di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Alaska.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Alaska.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan ke atas panggung bersama Presiden Rusia Vladimir Putin, Jumat (15/8/2025), di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Alaska.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Alaska.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin bersiap meninggalkan Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson di Anchorage, Alaska. Kedua pemimpin bertemu untuk pembicaraan damai yang bertujuan untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Jalan kaki mereka berakhir di panggung berwarna biru bertuliskan ALASKA 2025. Di atas panggung, mereka kembali bersalaman untuk sesi foto dengan wartawan. Tak berapa lama, mereka menuju mobil limosin kepresidenan Trump yang dikenal dengan nama The Beast. Mereka naik dari pintu yang berbeda, meninggalkan landasan. Trump dan Putin kemudian menuju ke lokasi pertemuan yang berjarak 10 menit. Selama berada di dalam mobil, keduanya tidak didampingi penerjemah.

Trump dan Putin menggelar pertemuan ini untuk membicarakan keinginan mengakhiri perang di Ukraina. Pertemuan dimulai tepat pukul 11.30 waktu setempat dan berakhir sekitar 2,5 jam kemudian. Sayang dalam pertemuan itu, kedua pemimpin tidak berhasil mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang Ukraina. 

Presiden Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dalam konferensi pers di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Alaska, Juma (15/8/2025).

Trump mengatakan bahwa dirinya dan Putin tidak mencapai kesepakatan walaupun mereka telah ”sepemahaman”. Kedua pemimpin tersebut hanya memberikan sedikit rincian tentang apa yang dibahas sambil saling memuji.

Sementara Putin mengatakan, walaupun pertemuan kali ini belum menyelesaikan masalah Ukraina, dirinya berharap ini menandai  pemulihan hubungan bisnis dan pragmatis antara Rusia dan AS. Dunia tampaknya masih harus menunggu pertemuan kembali dua pemimpin negara tersebut hingga kesepahaman berubah menjadi kesepakatan. 

(AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro