Reaksi warga setelah Amerika menyerang fasilitas nuklir Iran.
23 Jun 2025 10:31 WIB · Internasional
Lucu. Seseorang berpakaian dan berdandan mirip Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut ratusan pengunjuk rasa yang mengecam serangan Amerika ke fasilitas nuklir dan militer di Iran, Minggu (22/6/2025).
Laki-laki itu bahkan mengenakan jas warna biru, dasi merah, dan pin bendera Amerika di dada kirinya. Ini persis dengan penampilan Trump dalam jumpa pers sesaat setelah serangan Amerika di Iran dilakukan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/23/94c06ae3-7c55-4180-9dc8-c49f6e2f09e2_jpg.jpg)
Tepat pada hari kesepuluh pertempuran Israel dan Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan serangan ke Iran dengan mengirimkan tujuh pesawat pengebom B-2 Spirit untuk menyerang lokasi yang menjadi fasilitas nuklir Iran di pegunungan Fordo, Isfahan, dan Natanz, Sabtu, 21 Juni 2025, waktu setempat.
Ini hanya berselang tiga hari sejak dia memberi isyarat akan memutuskan keterlibatan perang Israel dan Iran.
Dalam foto yang dirilis, tampak Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyaksikan penyerangan ini dari sebuah ruangan di Gedung Putih di Washington. Tak berapa lama setelah serangan selesai dilakukan, Trump mengadakan jumpa pers didampingi Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
Pelibatan Amerika dalam perang Israel dan Iran ini segera mendapatkan protes dari warganya. Di seluruh AS pada Minggu, warga Amerika menyuarakan kekhawatiran dan kecemasan atas pengeboman tersebut.
Ratusan orang berkumpul di Times Square, New York, pada Minggu untuk memprotes pengeboman tersebut sambil melambaikan tanda-tanda yang bertuliskan ”Hentikan Perang terhadap Iran” dan ”Trump adalah Penjahat Perang."
Di antara mereka adalah Dana Cote, yang berada di kota tersebut ketika serangan teroris, 11 September 2001, terjadi. Cote khawatir bahwa pengeboman Iran akan ”membuka kotak pandora yang tidak akan dapat kita tutup” dan mendorong para ekstremis kembali menyerang AS.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/23/3b955c3f-cfa3-4f52-80f9-308bc55f934b_jpg.jpg)
Di Rehoboth Beach, Delaware, Andrew Williams, 18 tahun, mengatakan terkejut dengan waktu serangan itu mengingat banyak anggota Partai Republik menyatakan penentangan terhadap keterlibatan AS dalam perang Israel-Iran. Namun, ia menganggap hal itu perlu dilakukan jika Iran sedang membangun senjata nuklir. ”Jika kita dapat menyingkirkannya, itu adalah sesuatu yang harus kita lakukan,” kata Williams.
”Ada kekhawatiran bahwa kita menempatkan pasukan dalam bahaya,” kata Berame, pemilih Demokrat yang bekerja di sektor swasta. ”Dan jelas ada tanggapan balasan terhadap semua pangkalan kita di sana.”
Berame mengatakan sangat membuat frustrasi bahwa AS mungkin meningkatkan permusuhan dengan Iran hanya beberapa tahun setelah akhirnya mengakhiri perang di Afghanistan. ”Saya tidak ingin melihat tentara AS dalam bahaya atau dalam bahaya,” katanya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/23/c30e95d5-72f9-4765-89a5-c263da92fef0_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/23/e20c31c2-f8af-4537-a367-775dbf71ed62_jpg.jpg)
”Kita sudah punya cukup banyak hal yang terjadi di Amerika untuk ikut berperang dengan negara lain. Mari kita urus diri kita sendiri sekarang,” kata Patty Ellman, yang mengkhawatirkan AS akan terseret ke dalam konflik berkepanjangan.
Ellman, perempuan berusia 61 tahun yang menjadi pengasuh mantan suaminya setelah ia menderita stroke, mengatakan, AS harus membalas jika diserang, tetapi tidak boleh ikut campur dalam konflik Iran dengan negara lain.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/23/f3a32dec-14b6-4440-8afa-cb3216e1ca6a_jpg.jpg)
Unjuk rasa menolak serangan ke Iran juga muncul di banyak kota di Amerika. Ratusan demonstran anti-perang mendatangi Gedung Federal Wilshire di Los Angeles pada Minggu, 22 Juni 2025. Mereka membawa spanduk dan poster berisi kecaman terhadap Trump dan menolak keterlibatan Amerika dalam perang Israel-Iran.
Di New York pengunjuk rasa berkumpul di Times Square untuk menentang serangan Amerika Serikat terhadap Iran pada 22 Juni 2025 di Kota New York. Mereka berpawai keliling jalan-jalan utama sambil menyerukan penghentian keterlibatan Amerika dalan konflik di Iran.
Ratusan demonstran juga berkumpul di luar Gedung Putih untuk rapat umum menentang serangan Amerika Serikat terhadap Iran. Mereka mengacungkan poster antiperang dan mengecam tindakan Trump yang melibatkan Amerika dalam perang di Iran. Unjuk rasa juga terjadi di Boston dengan nada dan tuntutan yang sama.
Poster ”Hentikan Perang” mendominasi setiap unjuk rasa di kota-kota di Amerika tersebut.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari