Goyang Lidah di Ramen Unik Seirock-ya

Lidah tak bertulang piawai berkata-kata. Namun, di Ramen Seirock-ya menu dan sensasi rasanya bisa menggoyang lidah karena keenakan. Ramen Jepang memang tiada duanya.

14 Mar 2025 11:00 WIB · Gaya Hidup

Oleh Wisnu Dewabrata

Kesibukan Restoran Ramen -- Pemandangan kesibukan di salah satu restoran ramen yang ada di salah satu mal di Tangerang Selatan. Popularitas hidangan Jepang satu ini semakin naik daun dan digemari. (Kompas/ Wisnu Dewabrata)

Hidangan ramen asal Negeri Sakura Jepang tengah naik daun. Ada banyak outlet berjualan menu masakan cepat saji itu, baik berjenama waralaba lokal hingga internasional, tumbuh bak jamur di musim hujan.

Aneka ragam restoran maupun kedai ramen semakin mudah ditemukan, terutama di area foodcourt mal-mal. Juga di outlet-outlet atau toko-toko mandiri di berbagai lokasi. Masing-masing menawarkan sajian dan sensasi kelezatan menu ramen jagoannya.

Dari sejarahnya ramen berasal dari China. Kuliner ini masuk pertama kali ke Jepang di akhir abad ke-19 pascaperang besar Sino-Jepang. Khusus ramen Jepang berciri khas pada jenis kuah kaldu lebih beragam.

Untuk bahan utama mi, baik China msupun Jepang, sama-sama terbuat dari terigu alias tepung gandum. Selain itu, untuk kuah kaldunya juga sama-sama dari hasil rebusan tulang hewan, seperti babi, sapi, ataupun ayam.

Bedanya untuk kuah kaldu untuk kari Jepang diberi tambahan bumbu dasar (motodare), yang biasanya terdiri dari garam, bahan sayuran, dan jamur, serta boga laut (seafood). Semua itu menghasilkan sinergi rasa umami alias gurih khas Jepang.

Selain itu, juga ada kuah kaldu kolagen (paitan), yang dibuat dengan metode lebih rumit dan hasil produk akhir berbeda. Kuah paitan kolagen juga dibuat dari rebusan tulang-tulang hewan, tetapi dimasak dalam panci bertekanan selama lebih dari 24 jam.

Quote

Dengan tambahan berbagai bumbu dasar, kuah kaldunya menjadi lebih kental, bertekstur, dan berwarna seperti kopi susu.

Dengan tambahan berbagai bumbu dasar, kuah kaldunya menjadi lebih kental, bertekstur, dan berwarna seperti kopi susu. Walau juga bercita rasa umami (gurih) kuah paitan kolagen jauh lebih berkrim (creamy), dan kental ketimbang kaldu biasa.

Paduan resep rahasia dan cara memasak kuah paitan ramen inilah yang menjadi pembeda antarwarung, kedai, atau restoran ramen. Mereka saling berkompetisi sehingga para penggemar masing-masing bahkan sampai bersedia mengantre berjam-jam demi bisa menikmati semangkuk ramen di lokasi favorit.

Seirock-ya khusus Toripaitan

Khusus untuk restoran ramen Seirock-ya, mereka hanya menyajikan kuah paitan kolagen ayam (Toripaitan) sejak awal berdiri di kota Tsukuba, Jepang, tahun 2009.

Di Indonesia mereka masuk pertama kali tahun 2014 di Radio Dalam, Jakarta, dan kini telah memiliki 19 outlet, yang tersebar di Jabodetabek. Menurut Asisten Supervisor Seirock-Ya Gempur Anarki, Kamis (6/3/2025), sajian-sajian menu ramen yang kini mereka tawarkan adalah yang terbaik pilihan dari hasil riset panjang pemilik restoran.

Aneka Ramen Seirock-ya

Beberapa menu termasuk yang menjadi favorit memang terbilang unik, baik dari rasa maupun cara menyajikannya. Kuah ramen toripaitan sendiri punya ciri khas, terutama di segi rasanya.

Kuah kaldunya terasa lebih ringan, tetapi sedikit lebih manis dibandingkan dengan kuah paitan berbahan sapi. Kelezatan itulah yang menjadi semacam signature kuah toripaitan, yang tentunya punya penikmat fanatik tersendiri.

Ramen lezat unik

Beberapa pilihan menu ramen yang unik di Seirock-ya Ramen, antara lain, ialah Hokkaido Ramen, Ekstrim Ramen, dan Tsukemen. Dari segi rasa dan cara penyajiannya beberapa dari menu tadi bahkan mengingatkan orang pada menu khas Nusantara, yang juga berbahan dasar kuah kaldu macam soto atau kuah bakso.

Ramen Ekstrim Seirock-ya

Seperti menu Ramen Ekstrim, yang memiliki kuah berupa kaldu toripaitan kental dan creamy, yang tampak berwarna sedikit kuning keemasan, tetapi juga memberikan aftertaste, cita rasa kaldu ayam serta keumamian yang terbilang ”medhok”.

Quote

Saat menyantap disarankan menambahkan perasan jeruk lemon ke dalam kuahnya serta taburan bawang (merah) goreng.

Namun, sisi uniknya ada pada cara menyantap menu ramen satu ini. Saat menyantap disarankan menambahkan perasan jeruk lemon ke dalam kuahnya serta taburan bawang (merah) goreng.

Selintas sensasi cita rasa serta aroma yang dihasilkan terasa seolah mencicipi semangkuk soto betawi. Keduanya sama-sama memiliki tekstur rasa kuah yang creamy dan kaya saat menyentuh palet-palet rasa lidah di dalam mulut.

Perbedaannya pada bahan baku pembuat lantaran kuah soto betawi berasal dari campuran bahan santan kelapa, yang dalam proses memasak ditambahi sedikit susu.

Bahan santan kelapa dan susu itulah yang membuatnya mirip dengan kuah toripaitan kolagen. Sama-sama bertekstur, heavy, serta berkrim saat masuk ke dalam mulut.

Lebih lanjut kelezatan Ramen Ekstrim tadi juga semakin maksimal dengan kehadiran tambahan seporsi mi bertekstur kenyal dan konsisten. Juga tambahan irisan tebal dan besar dari daging ayam bagian dada dan paha.

Sensasi rasanya memuaskan, terutama saat mi ramen diisap, dikunyah, lalu diseruput bersama kuah kaldunya yang masih panas. Aroma dari tambahan irisan daun bawang dan sayuran bayam rebus juga memberi tekstur dan rasa unik.

Hokkaido Ramen Seirock-ya

Sementara itu, di menu Hokkaido Ramen, dominasi rasa dari kuah kaldu toripaitan juga mampu memberi ciri khas tersendiri pada pilihan sajian satu ini.

Secara sepintas presentasinya memang tak terlalu menarik. Untaian seporsi mi ramen tampak terendam begitu saja di dalam kuah bening toripaitan bershoyu (kecap asin).

Dua iris besar daging ayam juga ditumpuk di bagian atas mi, termasuk dengan tambahan irisan daun bawang dan bayam rebus. Namun, secara cita rasa menu satu ini ternyata berani diadu dengan pilihan menu ramen lain di Seirock-ya.

Sensasi rasa manis ringan kaldu ayam khas toripaitan serta umami dari shoyu menyeruak pelan, tetapi kemudian mendominasi seluruh lapisan lidah saat suap demi suap ramen masuk perlahan ke dalam mulut.

Lebih lanjut pada pilihan menu ramen ketiga, Tsukemen, selain pengalaman cita rasa, orang juga mendapatkan tambahan pengalaman berkuliner yang unik saat menikmatinya.

Tsukemen Seirock-ya

Ramen jenis ini dikenal juga lewat cara menikmatinya yang berbeda dengan jenis ramen Jepang lainnya. Ramen satu ini dinikmati atau dikonsumsi secara terpisah antara kuah paitan dan minya.

Mi yang disajikan terpisah dari kuah paitan terlebih dulu diambil, baik dengan menggunakan sumpit maupun garpu, lalu dicelup ke dalam kuah paitan sebelum disuap ke dalam mulut.

Mi biasanya disajikan dingin walau bisa juga dipesan panas. Sementara kuah paitannya tetap harus disajikan panas-panas dalam mangkuk agar cita rasa dan aroma dari kaldu kolagen tetap terjaga dan keluar rasa umami serta sedikit rasa manisnya.

Quote

Selain itu, perpaduan panasnya kuah dan dinginnya mi memberikan sensasi unik, menciptakan keseimbangan rasa seperti konsep Yin dan Yang.

Teknik mencelup mi dingin ke dalam kuah toripaitan panas tadi juga menghadirkan sensasi citarasa berbeda ketimbang dengan cara mengonsumsi biasa di mana mi dan kuah disajikan bersama. Rasa serta tekstur mie yang kenyal seolah dibalut dalam sensasi rasa umami dan sedikit gurih dari bahan boga laut seperti udang ebi di dalam kuah tadi.

Selain itu, perpaduan panasnya kuah dan dinginnya mi memberikan sensasi unik, menciptakan keseimbangan rasa seperti konsep Yin dan Yang. Pengalaman rasa dan cara berkuliner seperti itu lah yang juga menjadikan menu satu ini unik serta bisa membuat penikmatnya ketagihan.

Dari semua menu yang bisa dirasakan dan dinikmati tadi tak mengherankan jika popularitas ramen Jepang semakin naik daun. Semakin banyak penggemar kuliner terutama khas Jepang mencoba mencari petualangan sensasi rasa dan pengalaman berkuliner baru.

Itadakimasu!


Kerabat Kerja

Penulis:

Wisnu Dewabrata
 | 

Editor:

Moh. Hilmi Faiq
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .