Grand Final Proliga 2025, Pertaruhan Gengsi LavAni dan Bhayangkara Presisi

Grand final Proliga 2025 akan jadi duel lebih dari sekadar demi gelar. LavAni ingin membalas luka lama, Bhayangkara ingin mempertahankan takhta. Siapa bakal menang?

10 Mei 2025 10:16 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

Laga grand final PLN Mobile Proliga 2025 antara Jakarta LavAni Livin’ Transmedia dan Jakarta Bhayangkara Presisi akan menjadi duel adu gengsi. LavAni dan Bhayangkara Presisi membawa gengsi masing-masing sebagai tim juara bertahan dan tim paling dominan ketika kembali berhadapan demi gelar juara. Siapa yang akhirnya keluar sebagai pemenang?

LavAni akan berduel dengan Bhayangkara Presisi pada laga puncak Proliga 2025 yang digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (11/5/2025) mulai pukul 19.00 WIB. Pertandingan ini adalah pertemuan keempat LavAni dan Bhayangkara Presisi pada partai final Proliga.

Dalam tiga musim berturut-turut sejak Proliga 2022, LavAni dan Bhayangkara Presisi telah menjadi rival pada laga final. Kedua tim pun pernah saling mengalahkan dan saling menjegal demi raihan gelar juara kompetisi kasta tertinggi bola voli Indonesia itu.

Pertemuan pertama pada 2022 tercipta ketika LavAni masih menggunakan nama Bogor LavAni, sedangkan Bhayangkara masih bergabung dengan Samator dan bernama Surabaya Bhayangkara Samator. Dalam laga tersebut, LavAni keluar sebagai juara dengan skor 3-2 (25-27, 25-19, 20-25, 25-18, 15-10). Itu menjadi gelar juara pertama LavAni yang baru debut di Proliga musim tersebut.

comparison left
comparison right
before-after-arrow
Quote

Dengan kekalahan yang cukup menyakitkan pada musim lalu, kami tampil musim ini dengan tekad kuat untuk mengambil lagi trofi juara itu.

Pada final Proliga 2023, LavAni berhasil meraih hasil serupa ketika sudah menggunakan nama Jakarta LavAni Allobank. Mereka kembali menang dari Bhayangkara yang sudah bernama Jakarta Bhayangkara Presisi. Dengan demikian, LavAni hanya membutuhkan satu gelar lagi untuk mencetak hattrick.

Kesempatan datang pada musim berikutnya ketika LavAni kembali menembus final dan berhadapan dengan Bhayangkara Presisi. Namun, kali ini, arah kemenangan berbalik untuk Bhayangkara Presisi. Tim milik Polri ini sukses menjegal upaya LavAni menjadi tim pertama yang bisa menjuarai Proliga tiga musim beruntun.

”Dengan kekalahan yang cukup menyakitkan pada musim lalu, kami tampil musim ini dengan tekad kuat untuk mengambil lagi trofi juara itu,” ucap Manajer LavAni Ossy Darmawan.

Kekalahan LavAni pada musim lalu memang dramatis. Tim milik Presiden keenam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, ini di atas kertas unggul karena selalu menang dalam empat pertemuan sebelumnya dengan Bhayangkara. Namun, pada partai final, mereka hanya bisa unggul pada set pertama dan kehilangan tiga set berikutnya dengan skor akhir 1-3 (30-28, 22-25, 22-25, 23-25).

Infografik-Grand Final Proliga 2025-Pria *** Local Caption *** Infografik-Grand Final Proliga 2025-Pria

Berkaca pada pengalaman itu, LavAni lebih berhati-hati pada musim ini. Pada pekan lalu saat bertemu Bhayangkara pada laga terakhir final four, misalnya, LavAni menurunkan beberapa pemain lapis kedua. Dalam laga yang sudah tidak menentukan itu, Dio Zulfikri dan kawan-kawan kalah 1-3 (18-25, 25-12, 23-25, 19-25).

Kekalahan itu mengakhiri rekor sempurna LavAni pada musim ini. LavAni cukup dominan dengan menyapu bersih delapan laga pada musim reguler dengan kemenangan. LavAni hanya butuh satu kemenangan lagi pada laga terakhir final four untuk mempertahankan status sebagai satu-satunya tim yang tak terkalahkan pada Proliga 2025.

Namun, bagi LavAni, kondisi fisik para pemain dan penampilan pada laga final lebih penting ketimbang rekor kemenangan itu. ”Kami memang mencegah yang tidak diinginkan terjadi. Kami tidak mau ambil risiko, melihat pengalaman tahun lalu. Fokus kami adalah final,” kata asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni.

Musim lalu, LavAni tetap menurunkan pemain utama dalam laga final four terakhir yang tidak menentukan melawan Palembang Bank Sumsel Babel. Salah satu pemain andalan LavAni, Boy Arnes Arabi, mengalami cedera pergelangan kaki pada laga itu. Dia pun terpaksa ditarik keluar pada pertengahan set kedua.

Kendati bisa turun pada babak final, Boy tidak bisa tampil maksimal. Padahal, Boy menjadi salah satu senjata LavAni dalam menyerang dan untuk mendulang poin. Serangan pun hanya bertumpu pada pemain asing mereka, Renan Buiatti.

Duel Jakarta LavAni Livin’ Transmedia (jersei merah) melawan Jakarta Bhayangkara Presisi pada final four Proliga 2025 seri kedua di GOR Jatidiri, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (24/4/2025) malam.

Di sisi lain, Bhayangkara Presisi tak mau kehilangan gelar yang musim lalu diraih dengan susah payah. Musim ini, pola pikir Bhayangkara Presisi berbeda dengan tiga musim terakhir. Tim yang ditukangi pelatih Reidel Toiran ini tidak lagi dalam posisi mengejar gelar juara, tetapi mempertahankannya.

Meski mempertahankan gelar kerap dianggap lebih berat dibandingkan dengan merebut, Bhayangkara Presisi optimistis bisa kembali mengalahkan LavAni dan menjaga prestasi. Mereka tidak mau terpengaruh dengan rekor tiga kekalahan pada laga sebelumnya.

”Status sebagai juara bertahan bukan sebagai tekanan, melainkan sebagai semangat juang bagi kami. Tim semangat menghadapi laga final lawan LavAni,” ujar Sekretaris Bhayangkara Presisi Yudhi Hery Setiawan.

Di Yogyakarta, gengsi dua tim bola voli raksasa kembali dipertarungkan. LavAni ingin membalas luka lama, Bhayangkara ingin mempertahankan takhtanya. Duel itu akhirnya akan lebih dari sekadar demi raiahan gelar, tetapi juga harga diri.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .