Sementara itu, 707 lokasi pemancar sinyal di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mulai pulih.
29 Nov 2025 15:46 WIB · Ekonomi & Bisnis
KOMPAS/NIKSON SINAGA
JAKARTA, KOMPAS — Akses komunikasi seluler dan internet yang terputus akibat banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, membuat permintaan akan layanan internet Starlink meningkat. Starlink pun memutuskan menggratiskan layanannya bagi pengguna yang terdampak bencana Sumatera.
Dalam unggahan di akun resminya di X, pendiri dan CEO SpaceX Elon Musk mengatakan, SpaceX memang memiliki kebijakan standar untuk menggratiskan layanan internetnya, Starlink, dalam konteks bencana alam apa pun.
Menurut dia, tidak etis jika SpaceX memungut biaya dari layanan tersebut. ”Kami memang menggratiskan Starlink setiap kali terjadi bencana alam di mana pun. Tidak pantas kalau kami mengambil untung dari musibah,” ucap Musk, Sabtu (29/11/2025) dini hari WIB.
Pengumuman layanan gratis untuk pengguna yang terdampak bencana Sumatera itu diumumkan di situs resmi Starlink di bawah keterangan ”Indonesia Flood Response” atau ”Respons Atas Banjir di Indonesia”.
Starlink menyatakan akan menyediakan layanan gratis untuk pengguna lama ataupun baru di wilayah terdampak hingga akhir Desember 2025. Starlink juga bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk mempercepat penyediaan terminal internet dan memulihkan konektivitas di lokasi-lokasi yang paling terdampak oleh bencana.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2025/11/29/582b067d-6eb2-47e5-9386-f518323acde1.jpg)
Penggratisan layanan ini berlaku bagi semua pengguna di wilayah terdampak. Bagi pelanggan aktif, Starlink akan secara langsung menerapkan kredit layanan gratis ke akun pengguna.
Akses gratis juga diberikan kepada pelanggan yang sedang dalam masa penangguhan atau menghentikan sementara layanan internetnya. Mereka secara otomatis bisa melakukan reaktivasi dan mengakses layanan gratis selama periode yang berlaku.
Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan Starlink beserta genset untuk menunjang akses komunikasi darurat.
Starlink juga menyediakan akses gratis bagi pelanggan baru di lokasi terdampak bencana. Layanan gratis ini otomatis akan teraktivasi di tab penagihan setiap akun.
”Setelah Anda membeli dan mengaktivasi layanan, silakan membuat tiket dukungan (support ticket) dan cantumkan kata kunci Indonesia ’Flood Support’,” demikian tertulis di situs resmi Starlink.
Menurut Data Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), per Kamis (27/11/2025), terdapat total 34.660 site pemancar telekomunikasi di Sumatera Utara dan 495 di antaranya tidak berfungsi terimbas banjir. Di Aceh, dengan jumlah site yang sama, ada 799 site yang terdampak.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/01/06/b98aa698-2aa7-4459-b27e-e9c1ad58068c.jpg)
Gangguan terutama terjadi karena aliran listrik PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN ke site-site tersebut berhenti. Adapun di Sumatera Barat, ada total 3.739 site eksisting dan sebanyak 16 site di antaranya mati karena banjir.
Kemenkomdigi mengatakan bahwa operator telekomunikasi seluler tengah berupaya memulihkan site terdampak. Menurut rencana, mereka akan menggunakan genset sebagai catu daya alternatif hingga aliran listrik kembali normal. Namun, mobilisasi genset terhambat akibat akses menuju ke lokasi site terdampak banjir.
Kemenkomdigi mencatat, per Sabtu (29/11/2025), 707 lokasi pemancar sinyal atau site BTS sudah pulih sehingga warga mulai bisa terhubung pascabanjir di kawasan Sumatera. Saat ini, tinggal 1.756 menara yang masih dalam proses pemulihan.
Menara yang telah beroperasi normal berada di wilayah Provinsi Aceh (564 menara), Provinsi Sumatera Utara (112 menara), dan Provinsi Sumatera Barat (31 menara). Sementara, menara yang masih mengalami gangguan ada di wiayah Provinsi Aceh (975 dari 3.414 menara), Sumatera Utara (707 dari 9.612 menara), dan Sumatera Barat (74 dari 3.739 menara).
Dalam keterangan persnya, Sabtu, Kemenkomdigi menyatakan akan terus berkoordinasi dengan operator seluler untuk memulihkan menara BTS yang terganggu akibat bencana banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2025/11/28/a80d1185-a3c8-4ca7-9b12-d9c7767e95a6.jpg)
Pemerintah pun memanfaatkan Starlink untuk membuka jalur komunikasi seluler dan internet yang terputus. Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan Starlink beserta genset untuk menunjang akses komunikasi darurat, khususnya ke daerah Tapanuli Tengah (Sumatera Utara) yang masih tidak terhubung akses listrik dan air sama sekali.
”Starlink sudah didistribusikan ke pemerintah daerah, pengungsian, dan Satuan Tugas TNI/Polri. Dalam 1-2 hari ini, kami fokus ke evaluasi pencarian dan pertolongan korban, distribusi logistik, serta membuka jalur transportasi dan komunikasi yang putus,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers, Jumat (28/11/2025).
Penulis:
Agnes TheodoraEditor:
FX Laksana Agung SaputraPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase