Gregoria Kembali ke Semifinal

Gregoria kehilangan gim pertama, tetapi dia bangkit pada dua gim berikutnya hingga lolos ke semifinal turnamen bulu tangkis Kumamoto Masters.

14 Nov 2025 16:21 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

KUMAMOTO, JUMAT — Menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang bermain pada perempat final turnamen bulu tangkis Kumamoto Masters, Gregoria Mariska Tunjung melanjutkan langkah ke semifinal. Ini (hanya) menjadi semifinal kedua dari 11 turnamen Gregoria pada 2025.

Semifinal tersebut dicapai setelah tunggal putri Indonesia ranking ke-11 dunia itu mengalahkan pemain tuan rumah pada perempat final yang berlangsung di Kumamoto Prefectural Gymnasium, Kumamoto, Jepang, Jumat (14/11/2025). Gregoria menang atas Asuka Takahashi dengan skor 16-21, 21-14, 21-13.

Seperti saat mengalahkan atlet Jepang lainnya, Hina Akechi, pada babak kedua, Gregoria kesulitan pada awal gim pertama sebelum akhirnya bisa menemukan momentum untuk unggul, terutama melalui serangan dari smes silang.

”Bukan pertandingan yang mudah karena lawan bermain baik dan tidak mudah bagi saya untuk mendapat poin. Asuka adalah pemain yang cukup kuat dan ulet,” komentar Gregoria.

Gregoria Mariska Tunjung memenangi perempat final turnamen Kumamoto Masters di Jepang, Jumat (14/11/2025). Gregoria menang atas Asuka Takahashi dengan skor 16-21, 21-14, 21-13.

Gregoria, yang akan berhadapan dengan pemain Taiwan, Chiu Pin Chian, pada tantangan berikutnya akan menjalani semifinal kedua pada 2025 setelah mencapai tahap yang sama di India Terbuka Super 750, pada Januari. Walaupun kalah dari Putri Kusuma Wardani pada babak pertama Malaysia Terbuka, sebagai turnamen pertama pada 2025, penampilan Gregoria hingga All England, Maret, masih cukup konsisten.

Dia meneruskan performa baik pada 2024 dengan mencapai perempat final turnamen Super 1000, yaitu di Malaysia Terbuka, All England, dan Indonesia Terbuka, semifinal Singapura dan Denmark Terbuka Super 750, dan final Kumamoto Masters. Selain itu, Gregoria meraih pencapaian tertinggi dalam karier ketika meraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024.

Namun, sejak April, performa atlet berusia 26 tahun itu terganggu vertigo yang membuatnya pusing, kehilangan keseimbangan, hingga muntah secara tiba-tiba. Kondisi yang berulang kali dialami ini membuat Gregoria absen dari turnamen pada pertengahan April hingga pertengahan Juli dan tak bisa tampil maksimal ketika kembali ke turnamen. Gangguan itu juga membuatnya batal tampil di Hong Kong Terbuka dan China Masters, pada September. Pada enam turnamen yang diikuti sejak Juli, baru kali ini, Gregoria lolos ke semifinal.

Meskipun mendapatkan momen yang jarang didapat pada tahun ini, juara dunia yunior 2017 itu tak ingin berpikir terlalu jauh tentang peluang yang bisa didapatnya di Kumamoto. Selain dia dan Chiu, semifinal lain pada tunggal putri mempertemukan dua pemain senior, Nozomi Okuhara dan Ratchanok Intanon.

Pelatih tunggal putri pelatnas bulu tangkis Nunung Subandoro memberi arahan kepada Gregoria Mariska Tunjung pada perempat final turnamen Kumamoto Masters di Jepang, Jumat (14/11/2025).

”Saya tidak mau berpikir terlalu jauh untuk semifinal. Saya akan mencoba evaluasi permainan hari ini saja, lalu bersiap untuk pertandingan besok,” kata Gregoria yang belum pernah berhadapan dengan Chiu.

Gregoria, juara Kumamoto Masters 2023, menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tampil pada perempat final Kumamoto Masters setelah rekan-rekannya tersingkir pada dua babak awal. Selain Gregoria, Indonesia hanya memiliki empat wakil lain, yaitu Alwi Farhan, Mohammad Zaki Ubaidillah, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, dan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Setelah tersingkir di Kumamoto, Alwi dan Apriyani/Fadia akan melanjutkan penampilan ke Australia Terbuka, 18-23 November.

Dari semua semifinalis yang akan bertanding pada Sabtu, hanya Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran yang berstatus juara bertahan. Unggulan teratas asal Thailand itu akan melawan Akira Koga/Misaki Matsutomo pada semifinal.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul